Download Kitab
Trending

Sekilas Tentang Kitab Al Umm Imam Syafii

Ahmad AlfajriMengenal Kitab Al Umm Imam Syafii

Sekilas Tentang Kitab Al Umm Imam Syafii
Mengenal Lebih Dekat Kitab Al Umm Karya Imam Syafii

Imam Syafii memiliki nama lengkap yaitu Muhammad bin Idris. Lahir pada tahun 150 H dan wafat pada tahun 204 H. Meskipun meninggal dalam usia 54 tahun, namun beliau mewariskan banyak karya yang menjadi rujukan umat Islam.

Fatwa dan karya Imam Syafii, baik saat beliau masih berada di Makkah dan Baghdad disebut sebagai “Qaul Qadim” (pendapat lama). Adapun fatwa dan karya ketika beliau sudah menetap di Mesir disebut sebagai “Qaul Jadid” (pendapat baru).

Kitab Kitab Imam Syafii, Karangan Siapa?

Kitab kitab yang dinisbahkan kepada Imam Syafii, tidak semuanya ditulis oleh Imam Syafii. Ada juga ditulis oleh murid murid Imam Syafii, lalu dinisbahkan kepada Imam Syafii. Ada tiga kaedah penulisan karya atau kitab yang dinisbahkan kepada Imam Syafii, yaitu;

  • Pertama, Kitab yang ditulis sendiri oleh Imam Syafii.
  • Kedua, Kitab yang ditulis oleh murid-murid sesuai dengan ucapan yang didikte oleh Imam Syafii.
  • Ketiga, Kitab yang ditulis oleh murid murid Imam Syafii sebagai syarahan atau kesimpulan dari pembelajaran bersama Imam Syafii.

Meskipun karya dengan metode ketiga ini, bukanlah murni tulisan Imam Syafii, tetapi bukanlah sebuah kekeliruan jika karya tersebut dinisbahkan kepada beliau. Metode ini banyak digunakan dari dahulu hingga masa modern sekarang.

Banyak murid yang membuat catatan catatan saat pengajian, lalu catatan tersebut diolah menjadi sebuah Kitab dan dinisbahkan kepada sang guru. Meskipun sang guru tidak sedikitpun melakukan penulisan. Di abad modern sekarang, ada beberapa karya sang murid dan disandarkan kepada sang guru, seperti Kitab Fatawa Syekh Mutawalli Sya’rawi dan Fatawa Abuya Muda Waly.

Sekilas tentang Kitab Al Umm Imam Syafii

Kitab Imam Syafii yang paling utama dan menjadi rujukan dalam mazhab Syafii adalah Kitab al Umm (Kitab Induk). Dinamakan dengan “Kitab Induk” karena dari sanalah lahir berbagai karya karya lain dan juga menjadi referensi bagi ulama Syafiiah.

Dari satu aspek, Kitab al-Umm adalah kitab fiqh paling kompleks dan tiada tandingan pada masanya. Berbagai problema hukum dikupas dengan jelas, lengkap dengan argumentasinya dari Al-Quran, Hadis, Ijma’ dan Qiyas.

Dari aspek yang lain, Kitab Al Umm juga dapat dikategorikan sebagai kitab hadits. Argumentasi dari hadits yang dikemukakan oleh Imam Syafii menggunakan jalur periwayatan tersendiri. Dari aspek ini, Kitab Al Umm berdiri sejajar dengan kitab-kitab hadits lainnya.

Penting untuk dibaca: 5 tahapan dalam pembagian warisan.

Baca Juga: Hukum merubah Ciptaan Allah

Kitab Al Umm, Tulisan siapa?

Ada perbedaan pendapat tentang status penulis Kitab Al Umm. Sebagian pendapat menyatakan Kitab Al Umm adalah tulisan Imam Syafii sendiri. Dan ada juga pendapat bahwa murid Imam Syafii lah yang menulis, lalu dinisbahkan kepada beliau.

Menurut Ahmad Amin, Al Umm bukanlah tulisan langsung dari Imam Syafii, tetapi merupakan karya muridnya yang menerima dari Imam Syafii dengan metode Imlak (didiktekan). Abu Zahrah punya pendapat yang berbeda bahwa Kitab Al Umm tidak sepenuhnya ditulis oleh murid. Menurut Abu Zahrah, alam Kitab Al Umm ada tulisan Imam Syafii dan ada tulisan murid Imam Syafii.

Ada juga pendapat lainnya bahwa penulia Al Umm bukan hanya Imam Syadii dan muridnya saja, tetapi juga tulisan orang ketiga selain Imam Syafi’i dan al-Rabi’ [muridnya]. Adapun pendapat yang paling masyhur adalah kitab Al Umm merupakan catatan pribadi Imam Syafii. Imam Syafii mencatat setiap pertanyaan yang diajukan oleh sang murid. Lalu beliau jawab dan beliau diktekan kepada murid-murid.

Dari keterangan tersebut, Abu Thalib al Makki punya pendapat tersendiri yaitu Kitab Al Umm adalah tulisan dari dua orang murid Imam Syafii yaitu Imam Buwaithi dan Imam Rabi’.

Perbedaan pendapat di atas tidaklah menjadi penghalang Kitab Al Umm dinisbahkan kepada Imam Syafii. Wajar saja, fatwa dan pemikiran sang guru diabadikan oleh murid dalam bentuk tulisan, lalu dinisbahkan kepada sang guru. Para murid murid inipun dikenal sebagai orang orang Tsiqqah (terpercaya). Setiap periwayatan yang diperoleh dari Imam Syafii dan dijadikan sebagai tulisan, tidak perlu diragukan akan diselewengkan.

Kitab Syarahan dan Mukhtasar dari Kitab Al Umm

Kitab al-Umm ini diringkas oleh Imam Muzani dan diberi nama “Mukhtasar al-Muzani”. Dua abad kemudian, Kitab “Mukhtasar al-Muzani” ini disyarah dan dikupas oleh Imam Haramain al-Juwaini dalam kitabnya yang diberi nama “Nihayatul Mathlab fi Dirayah al-Mazhab”.

Imam Ghazali (murid Imam Juwaini) meringkas kitab gurunya dan diberi nama Kitab “al-Basith”. Seterusnya Imam Ghazali kembali meringkas Kitab nya tersebut dan diberi nama “al-Wasith”. Selanjutnya, Kitab ini kembali Imam Ghazali ringkas dan diberi nama sebagai al-Wajiz”. Pada perkembangan selanjutnya, Kitab al-Wajiz ini kembali diringkas dan diberi nama kitab “al-Khulashah”.

Selain Imam Ghazali, Kitab al-Wajiz juga turut diringkas kembali oleh Imam Rafii dan diberi nama Kitab “al-Muharrar”. Selanjutnya, Imam Nawawi juga ikut meringkas kitab “al-Muharrar” dan diberi nama Kitab “Minhaj al-Thalibin”. Kitab Minhaj al-Thalibin ini menjadi Kitab rujukan penting ulama Syafiiyyah dalam berijtihad dan berfatwa.

Kitab Minhaj, kembali diringkas oleh Syeikh al-Islam Zakaria al-Ansari dan diberi nama Kitab “al-Manhaj al-Thullab”. Selanjutnya, kitab al-Manhaj ini diringkas kembali oleh Imam Jauhari dan diberi nama Kitab “al-Nahj”, Selanjutnya, Syaikh Zainuddin al-Malibiri meringkas Kitab al-Nahj dan diberi nama Kitab “Qurrah al-‘Ayn”.

Download Terjemahan Kitab Al Umm

Bagi anda yang agak kewalahan untuk membaca langsung Kitab Al Umm versi kitab kuning, disini kami sediakan 3 file yang berisi Terjemahan Kitab Al Umm dalam versi Bahasa Indonesia.

Download Disini

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker