Pengajian

Iblis Vs Manusia, Siapa KO?

Ahmad Alfajri – Cara setan menyesatkan manusia

Cara setan menyesatkan Manusia
Cara setan menyesatkan Manusia

Pertarungan antara manusia melawan iblis adalah sebuah pertarungan sengit dan tanpa masa jeda. Ronde terakhir ditandai dengan sakaratul maut. Tidak ada istilah seri karena salah satu pihak pasti ada yang menang.

Sangking seru dan dahsyatnya pertarungan, Allah mengumumkannya dalam beberapa Surat Al-Quran. Di dalam Ayat ayat tersebut, tergambar jelas reklame pertarungan. Di mulai dari arena tarung, teknik tarung, kelemahan lawan hingga pemenang pertarungan.

Allah mengumumkannya agar manusia siaga, tidak lalai dan mempersiapkan bekal pertarungan. Agar manusia mau meneliti titik kelemahan iblis. Agar manusia dapat menghindari dari pukulan mematikan iblis.

RADAD dan Kajian Tafsir Abi di Saweuk

Dalam Al-Quran, ada beberapa ayat dimana Allah mengumumkan pertarungan big match antara Manusia vs Iblis. Ayat ayat ini, saya dapatkan dalam pengajian bulanan RADAD (Rabithah Alumni Dayah Al-Waliyyah Darusaalam).

Pengajian ini diasuh oleh Abi di Saweuk. Beliau merupakan alumni Dayah Darussalam, Dayah Tanoh Mirah dan juga beberapa Dayah di Sumatera Barat.

Ada hal menarik dari Abi di Saweuk dalam mengasuh pengajian. Beliau bukan hanya hafal semua ayat yang berkaitan dengan tema pengajian, tetapi juga nomor ayatnya. Artinya, sebelum mengasuh pengajian, terlebih dahulu beliau kaji secara komprehensif tema pengajian.

Hal ini menjadi hikmah tersendiri bagi kami, bahwa betapa guru guru kami sangat menjaga amanah ilmu. Sebelum mengajar, pengajar harus menguasai tema yang diajarkan. Mengajar tidak boleh dianggap remeh, sampai ke majlis taklim langsung mengajar tanpa mutalaah lebih dulu. Pengajar harus yakin dengan apa yang disampaiakan. Bagaimana cara meyakinkan orang lain, sedangkan diri sendiri saja belum yakin?

Ada beberapa ayat berkaitan perang iblis vs manusia yang disampaikan oleh Abi di Saweuk. Tetapi, saya hanya sempat mencatat beberapa ayat saja dalam 4 surat. Yaitu:

Surat Al-A’raf ayat 16 :

قَالَ فَبِمَاۤ أَغۡوَیۡتَنِی لَأَقۡعُدَنَّ لَهُمۡ صِرَ ٰ⁠طَكَ ٱلۡمُسۡتَقِیمَ

(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus

Ada beberapa point penting yang dapat dipetik dari ayat ini, yaitu;

  • Pemicu pertarungan adalah vonis sesat Allah kepada Iblis

Iblis terlanjur sombong dan angkuh menganggap dirinya lebih hebat dibandingkan manusia. Menurut Iblis, tidak layak dirinya sujud pada manusia. Toh, Manusia tercipta dari tanah. Sikap sombong inilah yang membuat setan divonis sesat dan dilaknat Allah.

Iblis tahu bahwa dirinya tidak bakalan mendapatkan surga lagi. Dan timbul kedengkian, agar manusia pun tidak boleh mendapatkan surga. Begitulah sedikit tentang latar belakang permusuhan setan vs manusia dan berlanjut dalam arena tarung

  • Strategi Iblis adalah menghalangi manusia dari jalan taat pada Allah

Iblis sadar diri bahwa lawan yang dimusuhinya yakni manusia bukannya tidak punya senjata. Ilmu dan akal yang dimiliki manusia bagaikan nuklir yang dapat menghancurkan Iblis seketika. Iblis sadar bahwa menggoda orang yang beriman yang sedang berjalan menuju ketaatan pada Allah agar menghentikan langkahnya secara langsung adalah mustahil berhasil.

Satu satunya strategi jitu adalah menghalangi manusia dengan berbagai ranjau agar fokus tujuan perjalanan menjadi kacau. Saat itulah kesempatan terbaik mengubah arah kompas perjalanan manusia dari jalan taat berbelok ke jalan laknat. Begitulah diantara cara setan menyesatkan manusia dan harus diwaspadai.

Surat Al-Hijr ayat 39

قَالَ رَبِّ بِمَاۤ أَغۡوَیۡتَنِی لَأُزَیِّنَنَّ لَهُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِیَنَّهُمۡ أَجۡمَعِینَ

Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya

Ada beberapa point penting yang dapat dipetik dari ayat ini, yaitu;

  • Pemicu pertarungan adalah vonis sesat Allah kepada Iblis

Kandungannya sama seperti penjelasan pada Surat Al-A’raf ayat 16. Disebabkan sifat takabur merasa lebih hebat, dilaknat Allah hingga lahirnya sifat iri dengki dan berakhir dengan perseteruan abadi antara Iblis vs Manusia.

  • Strategi yang digunakan Iblis adalah Zinah (perhiasan)

Zinah (perhiasan) yaitu menumbuhkan dalam hati manusia rasa cinta melakukan maksiat. Lalu perlahan lahan, maksiyat berubah menjadi hobby dan hal biasa saja. Ketika rasa itu sudah ada, manusia harus segera sadar bahwa dirinya sedang dirasuki setan. Hanya selangkah lagi, akan diangkat menjadi tentara setan.

Surat Al-Isra’ ayat 62-64

قَالَ أَرَءَیۡتَكَ هَـٰذَا ٱلَّذِی كَرَّمۡتَ عَلَیَّ لَىِٕنۡ أَخَّرۡتَنِ إِلَىٰ یَوۡمِ ٱلۡقِیَـٰمَةِ لَأَحۡتَنِكَنَّ ذُرِّیَّتَهُۥۤ إِلَّا قَلِیلࣰا

Ia (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.

قَالَ ٱذۡهَبۡ فَمَن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاۤؤُكُمۡ جَزَاۤءࣰ مَّوۡفُورࣰا

Dia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup.

وَٱسۡتَفۡزِزۡ مَنِ ٱسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُم بِصَوۡتِكَ وَأَجۡلِبۡ عَلَیۡهِم بِخَیۡلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكۡهُمۡ فِی ٱلۡأَمۡوَ ٰ⁠لِ وَٱلۡأَوۡلَـٰدِ وَعِدۡهُمۡۚ وَمَا یَعِدُهُمُ ٱلشَّیۡطَـٰنُ إِلَّا غُرُورًا

Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka.” Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka

Ada beberapa point penting yang dapat dipetik dari ayat ini, yaitu;

  • Kesombongan Iblis mengakui dirinya lebih mulia
  • KePEDEan Iblis mampu meng KO kan banyak manusia
  • Pertarungan mendapatkan Izin dari Allah sebagai Hakim yang adil
  • Sarana tempur yang dimiliki manusia adalah akal
  • Sarana tempur setan adalah suara (pandai memainkan isu), pasukan berkuda (kavaleri), dan pasukan berjalan kaki (Infanteri).
  • Bagaimanapun hasil pertarungan, Iblis tetap diberikan medali.

Jika Iblis menang, maka Iblis dan Manusia sama sama mendapatkan medali neraka. Dan Jika Manusia yang Menang, maka medali Neraka hanya diberikan kepada Iblis

Surat Shad ayat 82-83

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِیَنَّهُمۡ أَجۡمَعِینَ ۝ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِینَ

(Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka

Ada beberapa point penting yang dapat dipetik dari ayat ini, yaitu;

  • Pengakuan Iblis bahwa dirinya tidak punya kekuatan

Satu rahasia Iblis yang sangat penting diketahui oleh manusia sebagai rival bahwa iblis tidak punya daya. Iblis mengaku bahwa jika Allah berkehendak semua manusia menjadi taat, pastilah semuanya taat. Tetapi, Iblis yakin bahwa Allah adalah Hakim yang maha adil. Ketaatan dan kemaksiatan manusia, tidak akan ditambah oleh Allah.

Sambil bersumpah dengan Izzah (keagungan) Allah, iblis menabuhkan genderang perang abadi. Beban iblis agak berkurang, pasalnya manusia pelaku maksiat tidak perlu digoda lagi. Bahkan mereka diangkat menjadi tentara setan. Dan energi iblis yang paling terkuras adalah melawan manusia manusia taat.

  • KePeDean Iblis untuk mampu mengalahkan mayoritas manusia

Nilai positif satu satunya dari iblis adalah rasa optimis mampu menang. Tidak tangung tanggung, musuh yang diyakini dapat dilumpuhkan bukan hanya satu dua saja, tetapi semuanya. Rasa optimis inilah yang banyak tidak dimiliki oleh manusia.

  • Lawan yang tidak mampu ditaklukkan adalah manusia yang Ikhlas dalam beramal.

Meskipun semangat dan rasa optimisme Iblis yang luar biasa, tapi Iblis sadar diri bahwa ada satu kelompok manusia yang tidak bakalan mampu dihadapinya. Jauh jauh hari, Iblis sudah mengangkat tangan bahwa dirinya KO dihadapan umat Islam yang beramal dan beribadah dengan Ikhlas. Manusia tidak boleh terlena bahwa secara matematis, jumlah kelompok mukhlasin ini sangat langka.

Demikian saja catatan kami tentang cara setan menyesatkan manusia. Jika ada pertanyaan, dapat ditulis pada kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker