Kajian UmumPendidikan

Bahaya Dan Cara Menghindari Hubbud Dunya

Hubbud Dunya dan Takut Mati

Sofyan Bahaya Dan Cara Menghindari Hubbud Dunya 

Bahaya Dan Cara Menghindari Hubbud Dunya
Bahaya Dan Cara Menghindari Hubbud Dunya

Hubb al-dunya atau cinta dunia merupakan salah satu penyakit hati. Selama ini hubb al-dunya selalu identik dengan orang kaya sementara orang miskin dianggap tidak terkena penyakit ini.

Karena sifatnya penyakit hati, maka sifat ini menghinggapi siapa saja, baik orang kaya maupun mereka yang miskin.

Hasan As Syadili merupakan ulama yang lahir di Tunisia pada Tahun 1197dan meninggal di Mesir Tahun 1258. Ia memiliki murid sekitar 6000 yang semuanya ditanggung kebutuhan hidupnya.

Gaya hidup Syaikh Hasan As Syadili juga sangat mewah untuk ukuran waktu itu. Ia selalu berganti pakaian baru setiap hari, memakai minyak wangi mahal dan mengendarai kereta yang ditarik dua ekor kuda besar.

Suatu hari ada santri dari Tunisia yang akan bersilaturahmi dengannya. Setelah menempuh perjalanan jauh sampailah di Mesir dan terkejutlah ia ketika melihat rumah Syaikh Hasan yang besar dan gaya hidupnya yang mewah. Pembantunya saja 16 orang.

Tidak sesuai dengan gambarnya sebagai seorang wali yang menjalani hidup sederhana apa adanya. “Wali kok hidupnya mewah?”

Akhirnya tujuannya untuk bertemu dengan Syaikh Hasan As Syadili tercapai. Dalam dialog Syaikh Hasan berpesan kepadanya:

“Sampaikan kepada gurumu, sampai kapan hubb al-dunya terus.”

Ia terkejut dengan perkataan tersebut karena gurunya tidak memiliki harta sama sekali. Bantal saja tidak punya, sementara Syaikh Hasan bergaya hidup mewah.

Akhirnya setelah hajatnya untuk bertemu dengan ulama besar tersebut terpenuhi, ia kembali ke Tunisia.

Setelah sampai dirumah, ia ditanya oleh gurunya. Ada pesan apa dari Syaikh Hasan kepadanya.

Pertama, si santri tidak mengaku tetapi setelah didesak terus, disampaikan pesan yang dikatakan oleh Syaikh Hasan tersebut sampai kapan gurunya hubb al-dunya.

Baca Juga :  Asmaul Husna Al Rafi Al Wahhab Al Raqib Al Mubdi'u

Mendengar pesan tersebut gurunya langsung menangis.

“Benar yang dikatakan Syaikh Hasan As Syadili. Dia kaya, banyak harta, kendaraannya bagus, rumahnya bagus, tetapi dunia tidak pernah dipikiri. Tidak masuk hatinya. Saya ini miskin, tetapi yang dipikiri dunia terus.”

“Kita harus kuat dalam segala hal. Kita pintar, beradab dan berbudaya, Allah tidak ridha jika melihat umat Islam miskin dan bodoh. Tetapi bukan berarti hub al- dunya”

Larangan Hubb al-dunya

Hubb al-dunya merupakan akhlak tercela yang harus dihindari, sebagaimana firman Allah:

ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ

”Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga- banggaan tentang banyaknya harta dan anak” (QS. al-Hadid [57]:20).

Pengertian Hubb al-dunya

Hubb al-dunya adalah cinta dunia yang berlebihan. Hubb al-dunya adalah sumber kehancuran umat. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat melemahkan dan menggerus keimanan seseorang.

Yang dimaksud hubb al-dunya di sini adalah mencintai dunia dengan melupakan kehidupan akhirat. Maksud dunia disini adalah segala sesuatu yang kurang bermanfaat di akhirat.

Penyebab Hubb al-dunya

  • Menganggap dunia sebagai tujuan utama, bukan sebagai sarana mencapai kehidupan akhirat.
  • Suka mengumpulkan harta dengan menghalalkan berbagai macam cara.

Dalam Alquran, Allah berfirman:

أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ * حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS.at-Takatsur[102]:1-2)

  • Kikir terhadap harta, tidak rela hartanya terlepas dari dirinya.
  • Serakah dan rakus serta tamak. Selalu ingin mengumpulkan harta walaupun sudah memiliki.
  • Tidak mau mensyukuri nikmat Allah.
Baca Juga :  Tata Cara Taubat Nasuha Yang Benar

Dampak Negatif Hubbud Dunya

Ketika seorang muslim sudah menjadikan dunia ini sebagai tujuan utamanya, maka itu alamat dia telah terjebak dalam hubb al-dunya.

Padahal, dalam prinsip akidah mukmin, dunia ini bukanlah tujuan. Melainkan hanya alat untuk mencapai kebahagiaan di akhirat kelak.

Maka mereka yang hubb al-dunya akan memperoleh dampak negatif sebagai berikut.

  • Cinta dunia akan membuat mereka lalai kepada Allah.
  • Mereka yang begitu mencintai dunia akan mudah tergoyah imannya.
  • Sebagai sumber penyakit.

Cinta dunia sering mengakibatkan seseorang cinta terhadap hartanya dan di dalam harta terdapat banyak penyakit, antara lain tamak, rakus, pamer, dengki dan lain-lain.

  • Menghalalkan segala cara demi memperoleh kesenangan dunianya.
  • Membuat seseorang tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat baginya di akhirat

Cara Menghindari

Betapa bahayanya hubb al-dunya baik bagi diri sendiri ataupun orang lain, maka kita harus berusaha menghindarinya dengan cara :

  • Mengingat bahwa kehidupan dunia itu hanya sementara.

Islam tidak memerintahkan umatnya meninggalkan dunia, tetapi diperintahkan untuk menaklukkan dunia dalam genggamannya, bukan dalam hatinya.

  • Memperbanyak mengingat kematian.
  • Qana’ah yaitu merasa cukup terhadap yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas terhadap harta.
  • Mengingat bahwa apa yang kita lakukan di dunia akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat.

Demikian saja artikel kami tentang Bahaya Dan Cara Menghindari Hubbud Dunya. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih. Simak video tentang Hubbud Dunya disini.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker