Pengajian

Batas awal dan Akhir waktu Shalat Subuh

Ahmad Alfajri – Batas awal dan Akhir waktu Shalat Subuh

Batasan Awal dan Akhir Waktu Shalat Subuh

Problematika yang dihadapi umat Islam untuk melaksanakan shalat subuh adalah susahnya terbangun dari tidur tepat pada waktu subuh. Padahal alarm sudah di setting lebih awal, tapi tetap bangun kesiangan.

Banyak juga kasus dimana seseorang sudah bangun awal sebelum masuk waktu Subuh. Lalu akhirnya tidur sebentar dan ternyata saat bangun batas waktu subuh sudah habis.

Sering juga terjadi, dimana seseorang terbangun dari tidur saat warna langit tidak terlalu terang dan juga tidak terlalu gelap. Saat itu, banyak yang ragu ragu apakah batas waktu shalat Subuh sudah berakhir atau belum?.

Bagaimana cara mengetahui Batas awal dan Akhir Shalat Subuh? Dan apa yang harus dilakukan jika ternyata batas waktu shalat subuh tersebut sudah berakhir?, tetap melaksanakan Shalat atau tidak perlu sama sekali?

Kewajiban memahami masuk waktu shalat

Pada artikel ini, kami ingin menulis tentang batasan waktu shalat subuh dan problema yang sering dihadapi oleh umat seperti beberapa pertanyaan di atas.

Perlu digaris bawahi bahwa Ibadah Shalat merupakan tiang agama. Rukun Islam yang kedua adalah melaksanakan Shalat. Setiap individu umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan Shalat pada batasan waktunya masing masing. Allah berfirman:

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًۭا مَّوْقُوتًۭا

Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang ditetapkan waktunya bagi kaum yang beriman

Salah satu syarat sah shalat yaitu mengetahui secara pasti bahwa waktu shalat sudah tiba, Banyak di antara kita yang bingung, kapan masuknya waktu shalat subuh dan hingga sampai mana batas waktunya?, Terlebih lagi jika lampu mati dan suara azan di Masjid tidak kedengaran.

Awal Waktu Subuh

Terdapat sebuah Hadis Nabi yang didalamnya terkandung penjelasan tentang Awal waktu Subuh dan juga batasan waktu subuh. Imam Muslim meriwayatkan Hadis ini dalam Kitab Sahih beliau:

وَوَقْتُ صَلَاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعْ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَأَمْسِكْ عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ

Awal Waktu shalat Shubuh adalah semenjak terbitnya fajar hingga belum terbit matahari. Jika  matahari sudah terbit, berhentilah dari shalat karena matahari itu terbit di antara dua tanduk syaithan.

Ada beberapa point penting yang dapat dipetik dari Hadis Nabi ini, diantaranya adalah awal waktu Subuh. Secara eksplisit, Nabi menyebutkan bahwa awal waktu pelaksanaan Shalat Subuh adalah sejak keluarnya fajar.

Cuma, muncul lagi sebuah pertanyaan: Apakah fajar yang dimaksud dalam Hadis adalah fajar Shadiq (benar) atau fajar Kazib (dusta)?. Untuk menjawab pertanyaan ini, coba kita simak sebuah Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmizi:

لَا يَمْنَعَنَّكُمْ مِنْ سُحُورِكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ وَلَا الْفَجْرُ الْمُسْتَطِيلُ وَلَكِنْ الْفَجْرُ الْمُسْتَطِيرُ فِي الْأُفُقِ

Janganlah sekali-kali adzan Bilal dan fajar yang melintang pada cakrawala mencegah kamu dari sahurmu

Saat Azan pertama dikumandangkan oleh Bilal, Nabi mengharapkan kepada umat Islam saat itu untuk tidak berhenti dari makan sahur. Azan tersebut bukanlah pertanda masuknya waktu subuh dan berakhirnya waktu makan Sahur.

Fajar Kazib

Fajar saat Azan saat itu dikumandangkan adalah fajar Kazib. Fajar Kazib adalah sebuah cahaya kemerahan yang terlihat dalam beberapa saat. Dalam Bahasa Inggris, Fajar kazib lebih dikenal dengan istilah twilight false atau Zodiacal Light.

Jadi, Hadis ini memberikan sebuah jawaban bahwa awal waktu shalat subuh adalah sejak keluarnya fajar Shadiq (garis putih yang melintang dari selatan ke utara di kaki langit sebelah timur), bukan fajar kazib.

Alasannya adalah bahwa pada saat itu, azan dikumandangkan sebanyak dua kali. Azan pertama dikumandangkan saat Fajar Kazib sebagai peringatan bagi umat untuk bersiap-siap melaksanakan Shalat Subuh. Dan Azan yang kedua dikumandangkan oleh Bilal tepat ketika datangnya Fajar Shadiq.

Tanduk Setan?

Ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan makna hadis “tanduk setan”. Ada yang ulama yang mengartikan secara tekstual bahwa setan memiliki tanduk. Ada juga ulama yang mengartikan secara konstekstual yaitu perilaku ibadah kaum musyrik.

Sekelompok kaum musyrik saat itu menyembah matahari. Waktu penyembahan dilaksanakan pada saat keluar dan tenggelamnya matahari. Saat penyembahan inilah setan berdiri tepat pada posisi arah matahari, agar penyembahan itu ditujukan pada setan. Dan inilah yang dimaksud dengan tanduk setan.

Batas Waktu Shalat Subuh

Mengenal batas akhir waktu shalat  Subuh tidak sesulit mengenal awal waktu Subuh. Nabi dalam sebuah hadis menjelaskan bahwa batas akhir waktu shalat subuh adalah keluarnya matahari. Nabi bersabda:

من أدرك من الصبح ركعة قبل أن تطلع الشمس فقد أدرك الصبح

Siapa yang shalat subuh satu rakaat sebelum terbitnya matahari, maka ia dianggap tidak ketinggalan shalat subuh.

Maksudnya adalah barang siapa yang telah melaksanakan shalat subuh satu rakaat dengan sempurna, maka dianggap telah melaksanakan shalat pada waktunya.

Lebih mendetil lagi, bahwa jika seseorang terbangun saat matahari akan terbit dan menyisakan waktu hanya untuk shalat satu rakaat saja, maka baginya diwajibkan untuk niat Shalat subuh secara tunai. Meskipun rakaat kedua yang dilakukan sudah keluar dari waktu Subuh.

Setelah membaca tulisan diatas, dapat disimpulkan bahwa mengenal awal waktu subuh bukanlah perkara sulit. Ada sebuah masalah yang jauh lebih sulit lagi yaitu mampukah kita melaksanakan shalat tepat pada awal waktu?.

Patutlah kita merenungkan sebuah Pernyataan Nabi bahwa barangsiapa yang melaksanakan Shalat Subuh dan Shalat Ashar pasti akan masuk surga.

من صلي البردين دخل الجنة

Kesimpulan

Salah satu bentuk ujian terberat bagi Umat Islam adalah shalat subuh. Ada yang mampu shalat subuh tepat pada awal waktu secara berjamaah. Ada juga yang mampu shalat pada awal waktu, tapi tidak sempat berjamaah.

Tidak sedikit juga yang shalat subuh diluar waktunya pada saat matahari telah terbit. Dan yang paling miris adalah banyak manusia yang memang tidak shalat subuh sama sekali.

Permasalahan memahami awal dan akhir waktu shalat Subuh bukanlah problema besar saat ini. Suara azan pertanda masuknya waktu Subuh terdengar hingga beberapa kilometer dari tempat azan dikumandangkan.

Meskipun tidak paham cara membedakan fajar sadiq dan fajar kazib, untuk masa sekarang sangat mudah mengetahui tanda masuknya waktu subuh.

Suara deringan alarm dari handphone canggih, sudah cukup sebagai alat yang membangukan kita dari alam mimpi. Permasalahan terbesar saat ini adalah kemauan, semangat dan gairah kita untuk bangun lebih awal bersiap-siap menghadap dan sujud di depan sang pencipta.

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker