Biologi

Cara Reproduksi Bakteri

Sofyan Cara Reproduksi Bakteri

Cara Reproduksi Bakteri

Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai.

Proses pembelahan diri pada bakteri terjadi secara biner melintang. Pembelahan biner melintang adalah pembelahan yang diawali dengan terbentuknya dinding melintang yang memisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak.

Dua sel bakteri ini mempunyai bentuk dan ukuran sama (identik). Sel anakan hasil pembelahan ini akan membentuk suatu koloni yang dapat dijadikan satu tanda pengenal untuk jenis bakteri.

Misalnya, bakteri yang terdiri dari sepasang sel (diplococcus), delapan sel membentuk kubus (sarcina), dan berbentuk rantai (streptococus).

Reproduksi bakteri dapat berlangsung dengan sangat cepat. Pada keadaan optimal, beberapa jenis bakteri dapat membelah setiap 20 menit.

Dalam satu jam bakteri dapat berkembang biak menjadi berjuta-juta sel.

Coba kamu hitung kalau setiap 20 menit bakteri dapat membelah, berapa jumlah bakteri yang dihasilkan dari 1 bakteri dalam waktu 24 jam. 

Pada kondisi yang kurang menguntungkan, sel-sel bakteri dapat mempertahankan diri dengan pembentukan spora.

Akan tetapi, ada pula jenis bakteri yang akan mati karena perubahan faktor lingkungan.

Faktor lingkungan ini adalah cahaya matahari yang terus-menerus, kenaikan suhu, kekeringan, dan adanya zat-zat penghambat dan pembunuh bakteri, seperti antibiotika dan desinfektan.

Keadaan tersebut juga menunjukkan bahwa meskipun populasi bakteri sangat besar, tetap saja dapat dikendalikan oleh faktor-faktor penghambat sehingga peranan bakteri di alam sebagai salah satu pengurai dapat seimbang dengan makhluk hidup produsen dan konsumen.

Dalam keadaan normal, spora akan tumbuh kembali menjadi satu sel bakteri.

Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya, seperti yang terjadi pada makhluk hidup eukariot, karena bakteri tidak mengalami penyatuan sel kelamin.

Baca Juga :  Mengenal Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria

Meskipun demikian, pada bakteri terjadi pertukaran materi genetik dengan sel pasangannya.

Oleh karena itu, perkembang biakan bakteri yang terjadi dengan cara ini disebut perkembangbiakan paraseksual.

Perkembangbiakan parasekual bakteri dapat terjadi dengan tiga cara, yaitu transformasi, konjugasi, dan transduksi.

  • Transformasi adalah pemindahan potongan materi genetik atau DNA dari luar ke sel bakteri penerima.

Dalam proses ini, tidak terjadi kontak langsung antara bakteri pemberi DNA dan penerima.

  • Konjugasi adalah penggabungan antara DNA pemberi dan DNA penerima melalui kontak langsung.

Jadi, untuk memasukkan DNA dari sel pemberi ke sel penerima, harus terjadi hubungan langsung

  • Transduksi adalah pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus.

Dalam hal ini, protein virus yang berfungsi sebagai cangkang digunakan untuk pembungkus dan membawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima

Demikian saja artikel kami tentang Cara Reproduksi Bakteri. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker