Kajian Umum

Delapan Adab Bercermin Menurut Islam

Ahmad AlfajriDelapan Adab Bercermin Menurut Islam 

Delapan Adab Bercermin Menurut Islam
Delapan Adab Bercermin Menurut Islam

Bercermin adalah berdiri atau duduk di depan cermin sambil melihat dan menghiasi wajah. Kata lain dari bercermin adalah berhias.

Praktik bercermin dalam hukum Islam tidak terlarang dan dibolehkan, tetapi harus dijaga beberapa adab bercermin agar terhindar dari bisikan dan tipu daya setan.

Saat bercermin ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat bercermin dan ada hal-hal yang yang memang harus dilakukan ketika bercermin dan berhias.

Pada artikel kali ini kami ingin menulis delapan adab bercermin atau berhias dalam pandangan Islam, yaitu:

Berdoa

Berdoa adalah sebuah perintah dalam Islam ketika hendak melakukan sesuatu. Begitu juga saat ingin berhias atau bercermin diperintahkan juga untuk berdoa.

Salah satu adab bercermin dan berhias adalah berdoa. Usahakan saat bercermin dan berhias tidak lupa berdoa sesuai dengan semua adab adab berdoa.

Terdapat dalam sebuah hadis Nabi doa saat bercermin dan berhias yaitu:

اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula-lah akhlakku.” (HR. Ahmad)

Bersyukur

Adab bercermin yang kedua adalah bersyukur. Apa yang terlihat dari cermin itulah gambaran dari wajah kita. Adalah sebuah kewajiban bagi orang yang sedang bercermin untuk bersyukur.

Sebab, ketika bercermin nampaklah bentuk wajah manusia yang telah diciptakan oleh Allah dalam sebaik-baik bentuk.

Dengan melahirkan rasa syukur, maka akan hilang rasa tidak ridha kita sekiranya memiliki wajah jelek. Dengan melahirkan rasa syukur, maka akan hilang rasa bangga diri atas kecantikan dan kegantengan wajah kita.

Baca Juga :  Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayyah

Allah berfirman dalam surat At Tiin ayat 4:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Dalam kitab tafsir Hidayatul Insan, ayat diatas ditafsirkan sebagai kondisi fisik manusia yang sempurna dan seimbang serta sesuai dengan letak anggota badan.

Saat melihat kondisi fisik manusia yang notabenenya adalah kondisi fisik terbaik seluruh makhluk, maka wajib oleh manusia saat berhias dan bercermin untuk bersyukur kepada Allah.

Tidak berlebihan

Salah satu adab yang harus dijaga juga adalah tidak berlebihan dalam bercermin. Artinya, jangan terlalu sering bercermin yang sudah melebihi dari batas kewajaran

Contohnya seperti bercermin setiap 3 menit sekali alasannya takut riasan 3 menit yang lalu sudah agak pudar.

Hal seperti ini harus dihindari sebab dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman dan juga membuat hati orang lain timbul rasa benci kepadanya.

Bercermin sebentar saja

Durasi dalam bercermin usahakan agar tidak terlalu lama. Dikhawatirkan akan muncul rasa was-was dalam hati atas kekurangan yang ada di wajah manusia.

Efeknya adalah manusia tersebut akan lupa bersyukur kepada Allah. Dirinya sudah disibukkan dengan perasaan dan kekhawatiran terlihat kekurangan di wajahnya.

Sesuatu yang dapat membawa kepada lupanya bersyukur kepada Allah maka hukumnya adalah haram. Oleh sebab itu, Usahakan untuk bercermin sebentar saja alakadarnya.

Jangan sombong dan bangga diri

Adab yang kelima ini merupakan adab yang sangat penting untuk dijaga. Jangan sampai setelah bercermin, muncul rasa sombong dan bangga diri atas kecantikan dan kegantengan wajahnya.

Dalam Islam, sifat sombong dan bangga diri merupakan sifat yang sangat dibenci oleh Allah. Dalam Alquran surat al-luqman ayat ke 18, Allah secara tegas berfirman:

Baca Juga :  Hukum Membayar Zakat Fitrah Dengan Uang

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Tetap rendah hati

Usahakan setelah bercermin dan berhias agar hati tetap merendah diri. Kecantikan dan kegantengan pada wajah adalah anugerah dari Allah.

Anugerah ini bisa saja diambil kembali Kapan saja oleh Allah. Kecantikan dan kegantengan akan pudar pada masanya.

Dengan mengingat hal seperti itu, akan membuat hati selalu merasa tawadhuk dan rendah diri. Kecantikan dan kegantengan hanyalah Singgahan sementara dari Allah agar dirinya bersyukur, bukan untuk membanggakan diri.

Seseorang yang di dalam hatinya sudah ada sifat Tawadhuk dan rendah hati, Maka dirinya akan terhindar melakukan kezaliman dan kesewenang-wenangan kepada orang lain.

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Iyadh bin Himar, Nabi bersabda:

إِن اللَّه أَوحَى إِليَّ أَنْ تَواضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلى أَحدٍ، وَلاَ يَبغِيَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Sungguh, Allah mewahyukan kepadaku agar kalian tawadhu’ (rendah hati), sampai seseorang tidak membanggakan diri kepada orang lain dan seseorang tidak sewenang-wenang kepada orang lain.”

Bersikap sabar

Dan jika pun saat bercermin, ternyata kecantikan dan kegantengan yang pernah ada sudah mulai memudar maka sabar adalah solusinya

Dan bisa saja saat bercermin, ternyata kecantikan dan kegantengan memang dari dulu tidak pernah ada dari wajahnya. Dan bisa saja kecantikan dan kegantengan selama ini, berubah menjadi wajah yang jelek karena kecelakaan dan sebagainya.

Saat bercermin dan terlihat kekurangan seperti ini maka jalan keluarnya adalah sabar.

Baca Juga :  Hukum Menimbun Barang Dagangan Dalam Islam

Sebuah hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Shuhaib bin Sinan bahwa Rasulullah bersabda:

“Sungguh menakjubkan keadaan orang mukmin, karena semua urusannya adalah baik. Jika ia mendapatkan kesenangan lalu ia bersyukur, maka yang demikian itu lebih baik baginya. Dan ketika ia tertimpa kesusahan lalu ia bersabar, maka yang demikian itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)

Begitulah salah satu keutamaan sabar atas kekurangan. Dan di saat bercermin kekurangan-kekurangan itu akan nampak. Oleh sebab itu, ingatlah Sabar adalah solusi.

Tidak berkecil hati

Manusia sebagai makhluk Allah, memiliki sangat banyak kekurangan. Oleh sebab itu, ketika bercermin dan terlihat kekurangan tersebut maka tidak boleh berkecil hati.

Teruslah mengingat dan menguatkan hati bahwa kekurangan tersebut adalah pemberian Allah. Mungkin saja nanti di hari kelak kekurangan tersebut akan diganti dengan kecantikan.

Demikianlah 8 adab dalam bercermin. Semua adab-adab tersebut harus diindahkan dan diperhatikan. Sebab di situ salah satu tempat setan ingin memalingkan manusia daripada bersyukur kepada Allah. Terima Kasih

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker