Kajian Umum

Hukum Puasa Hari Jumat Sabtu Minggu

Ahmad AlfajriHukum Puasa Hari Jumat Sabtu Minggu

Hukum Puasa Hari Jumat Sabtu Minggu
Hukum Puasa Hari Jumat Sabtu Minggu

Ilmu yang terpenting dipelajari dan harus diutamakan adalah ilmu hal. Anda ingin mengeluarkan zakat?, maka ilmu yang wajib segera anda pelajari adalah ilmu tentang Zakat.

Anda ingin berpuasa?, maka ilmu yang wajib anda pelajari adalah tentang puasa. Pengetahuan tersebut akan sangat membantu anda terhindar dari kesalahan kesalahan dalam berpuasa yang berakibat batalnya puasa.

Pada artikel kali ini, saya ingin mencari tentang hukum berpuasa di hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Hukum berpuasa pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu

Jika kita sudah pernah mempelajari bab puasa, maka jelaslah bahwa puasa di hari Jumat, Sabtu dan Minggu bukanlah waktu yang diharamkan untuk berpuasa.

Sebab waktu-waktu yang diharamkan untuk berpuasa adalah:

  • Hari raya Idul Fitri
  • Hari raya Idul Adha
  • Hari Tasyrik ( 3 hari setelah hari raya Idul Adha)

Adapun puasa pada hari Jumat, Sabtu dan Ahad, hukumnya adalah makruh. Adapun dalil kemakruhan berpuasa pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu terdapat dalam berbagai hadis yang berbeda.

Dalil Makruh Puasa Hari Jumat

Berikut ini adalah dalil kemakruhan berpuasa di hari Jumat:

لا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ, إِلا اَنْ يَصُومَ يَوْمًا قَبْلَهُ, أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ

Janganlah salah seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jum’at, kecuali jika ia berpuasa pada hari sebelumnya atau sesudahnya.

Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tersebut, terdapat larangan berpuasa di hari Jumat. Larangan tersebut tidak sampai ke pada tingkatan haram, Tetapi hanya sekedar makruh.

Kemakruhan puasa di hari Jumat tersebut akan hilang jika diiringi dengan puasa satu hari sebelumnya yaitu hari Kamis atau 1 hari setelahnya yaitu hari Sabtu.

Dalil makruh puasa hari Sabtu dan Minggu

Larangan berpuasa pada hari Sabtu dan Minggu terdapat dalam beberapa hadits. Salah satu Hadis yang di dalamnya terdapat penyebutan langsung Sabtu dan Minggu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah:

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم أكثر ما كان يصوم من الأيام يوم السبت والأحد ، كان يقول : « إنهما يوما عيد للمشركين وأنا أريد أن أخالفهم »

“Sungguh Rasulullah lebih banyak puasa pada hari Sabtu dan Ahad. Beliau berkata bahwa hari Sabtu dan Ahad adalah hari ‘ied orang musyrik dan aku ingin menyelisihi mereka ketika itu.”

Dari hadits di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa berpuasa di hari Sabtu atau Minggu hukumnya adalah makruh.

Hukum makruh berpuasa di hari Sabtu dan Minggu akan hilang, jika ada ada beberapa hal yang lain, yaitu:

  • Hari Sabtu dan Minggu tersebut berada dalam bulan Ramadan
  • Hari Sabtu dan Minggu bertepatan dengan puasa Daud
  • Hari Sabtu dan Minggu tersebut bertepatan dengan hari tasu’a dan Asyura
  • Hari Sabtu dan Minggu tersebut bertepatan dengan hari Arafah
  • Hari Sabtu dan Minggu bertepatan dengan puasa ayyamul bidh (tanggal 11 hingga 15 Hijriah)

Kesimpulan

Hukum dasar berpuasa pada hari Jumat atau hari Sabtu atau hari Minggu adalah makruh. Namun, hukum kemakruhan tersebut terhapus jika bertepatan dengan hari-hari yang diwajibkan atau disunahkan untuk berpuasa.

Sekian saja artikel singkat dari kami tentang hukum berpuasa pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker