Kajian UmumPendidikan

Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

Mengenal Allah Melalui Asmaul Husna Dan Sifat

Sofyan Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah
Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

Ketika seseorang lupa terhadap dirinya, dia pun tidak mengenal hakikat dirinya, dan melupakan kemaslahatan bagi dirinya.

Maka, jadilah dia seperti orang yang ditinggalkan dan ditelantarkan, yang berstatus seperti binatang ternak yang dilepas dan dibiarkan pergi sekehendaknya, bahkan mungkin saja binatang ternak lebih mengetahui kepentingan dirinya dari padanya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mau mengingat Allah, mencintainya dengan mengenal sifat-sifat-Nya, sehingga kita termasuk orang-orang yang dicintai Allah, hidup selamat dunia akhirat.

Keutamaan Mengenal Nama dan Sifat Allah

Mengenal dan mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah sangatlah penuh dengan kebaikan dan keutamaan, serta mengandung beraneka ragam manfaat.

Ilmu Paling Mulia

Mengenal nama dan sifat Allah adalah ilmu yang paling mulia dan paling utama, yang kedudukannya paling tinggi dan derajatnya paling agung, karena mulianya ilmu dilihat dari mulianya sesuatu yang dipelajari.

Pecinta Sejati

Semakin mengenal Allah berarti semakin mencintai dan mengagungkan-Nya, juga semakin takut, berharap, ikhlas dalam beramal kepada-Nya.

Semakin seseorang mengenal Allah, maka semakin ia berserah diri kepada Allah, semakin ia menjalani perintah dan menjauhi larangan-Nya dengan baik.

Mendapatkan Kecintaan Allah

Allah itu menyukai nama dan sifat-Nya, Allah pun suka jika nama dan sifat-Nya nampak bekasnya pada makhluk-Nya. Inilah bentuk kesempurnaan Allah.

Tanda Kuatnya Iman

Iman akan semakin bertambah, semakin mengenal Allah maka akan semakin merasa bahwa Allah selalu bersamanya.

Hamba Sejati

Manusia diciptakan untuk menyembah Allah semata dan mengenal-Nya.

Baca Juga :  Doa Niat Puasa Qadha Ramadhan Lengkap

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu (QS. at-Thalaq [65]: 12)

Jika seseorang mendalami nama dan sifat Allah berarti ia telah sibuk dalam tujuan ia diciptakan (yaitu untuk beribadah).

Melalaikan mempelajarinya, berarti melalaikan dari tujuan penciptaan-Nya.

Tentram Jiwa

Menenangkan jiwa dan melapangkan hati. Juga ia akan merindukan surga Firdaus, hingga rindu melihat wajah Allah yang mulia.

Kokoh Iman

Menguatkan iman. Diantara rukun iman yang enam adalah iman kepada Allah.

Itulah rukun iman yang paling afdal. Iman itu bukan hanya mengatakan aku beriman kepada Allah, namun ia tidak mengenalnya.

Beriman yang benar kepada Allah adalah dengan mengenal nama Allah dan sifat-sifat-Nya sampai derajat yang yakin.

Siapa yang mengenal Allah, maka pasti mengenal selainnya.

Namun siapa yang jahil (bodoh) dalam mengenal Allah, maka ia akan bodoh untuk hal lainnya.

Allah berfirman :

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.”(QS. al-Hasyr [59]: 19)

Siapa saja yang lupa kepada Allah, maka pasti Allah akan membuatnya lupa pada diri, maslahat dirinya, serta lupa akan sebab yang membahagiakan ia di dunia dan akhirat.

Baca Juga :  Kebudayaan Masyarakat Makkah Sebelum Islam

Memahami hukum Allah

Mengetahui hukum dan ketentuan dengan baik karena mengenal Allah. Orang yang benar-benar mengenal Allah Swt. akan berdalil dengan sifat-sifat dan perbuatan Allah terhadap segala sesuatu yang Dia perbuat dan segala sesuatu yang Dia syariatkan.

Gigih Beramal

Sebagai motivasi untuk kuat dalam sabar, semangat dalam ibadah, jauh dari kemalasan, takut berbuat dosa dan menghibur duka

Disiplin

Disiplin dalam bersikap, bertanggung jawab dalam berbuat, karena Allah Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui apa yang dilakukan makhluk-Nya.

Demikian saja artikel kami tentang . Semoga bermanfaat dan Terima Kasih.

Simak video Buya Yahya dibawah ini tentang cara mengenal Allah

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker