Sahabat Inspiratif

Kisah Abu Dzar Al Ghifari Memeluk Islam

Ahmad Alfajri.comKisah Abu Dzar Al Ghifari Memeluk Islam

Kisah Abu Dzar Al Ghifari Memeluk Islam
Kisah Abu Dzar Al Ghifari Memeluk Islam

Perjalanan menuju ke kota Mekah begitu berat bagi seorang yang bernama Abu Dzar. Namun cita-cita mulia untuk berjumpa sang kekasih yaitu Nabi Muhammad dapat menghilangkan semua kepedihan dan kesusahan perjalanan yang dirasakan.

Resiko yang harus dihadapi jika ketahuan oleh penduduk Mekah adalah mati. Walaupun sebenarnya resiko itu tidaklah berat bagi seorang Abu Dzar. Asalkan sudah berjumpa dengan sang kekasih hati.

Abu Dzar Al Ghifari berpura-pura seperti musafir yang tersesat yang hendak menjadi tempat peristirahatan.

Dimana saja ada perkumpulan orang kafir, Abu Dzar mencoba mencuri informasi tentang keberadaan Nabi Muhammad.

Siapa saja yang menyebut nama Muhammad pasti akan didekati oleh Abu Dzar untuk digali informasi secara diam-diam.

Berjumpa Dengan Rasulullah

Ketika informasi sudah mengarah ke satu titik, Pagi harinya Abu Dzar bergegas langsung menuju ke lokasi tersebut.

Di sana, terlihat sang kekasih sedang duduk seorang diri. Dan Abu Dzar pun langsung menyapanya: Selamat pagi wahai saudara sebangsa.

Mendengar sapaan sopan itu, Nabi Muhammad menjawab: wa’alaikumussalam wahai sahabat.

Tanpa basa-basi, Abu Dzar langsung meminta kepada Nabi Muhammad untuk membacakan syair-syair indah hasil karyanya.

Tetapi nabi Muhammad menjelaskan bahwa wahyu-wahyu yang disampaikannya Bukankah hasil karyanya sendiri. Tetapi merupakan Firman dari Tuhan pemilik alam semesta.

Mendengar penjelasan dari Nabi Muhammad, Abu Dzar meminta kepada beliau untuk membacakan wahyu-wahyu Ilahi.

Abu Dzar Memeluk Islam

Setiap bacaan Firman Allah disimak dan didengar dengan serius oleh Abu Dzar. Dan setelah bacaan-bacaan itu selesai, langsung saja abuzar mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai pertanda menjadi muslim pengikut nabi.

Dan nabi pun bertanya, dari manakah asalmu wahai sahabat?. Abu Dzar menjawab: saya datang wahai Rasulullah dari Ghifar.

Baca Juga :  Kisah Abu Dzar Al Ghifari

Sebuah Jawaban yang membuat Rasulullah merasa kagum dan takjub. Mengapa tidak, suku ghifar sangat terkenal sebagai suku begal penguasa malam. Sebuah suku yang paling ditakuti oleh para kafilah.

Seorang Abu Dzar yang berasal dari suku yang terkenal sebagai perampok, datang dari kejauhan ke Koya Makkah dengan resiko besar hanya untuk mengucapkan syahadat.

Dan Rasulullah pun menyatakan: Sesungguhnya Allah memberikan Hidayah kepada siapa saja yang dikehendakinya.

Memang benar sebelum memeluk Islam, Abu Dzar adalah seorang perampok. Tapi dalam bidang keyakinan, Abu Dzar tidak percaya bahwa berhala-berhala itu adalah Tuhan.

Jauh didalam lubuk hati seorang Abu Dzar sebagai perampok terdapat Satu keyakinan bahwa ada Tuhan pencipta alam semesta ini.

Ketika mengetahui informasi bahwa ada seseorang membawa Risalah dan mengajak manusia untuk menyembah satu Tuhan, Abu Dzar tidak mau buang buang waktu dan dengan keyakinan penuh menuju kota Mekah dan memeluk Islam.

Sebelum pulang, Rasulullah berpesan agar Abu Dzar kembali kepada kaumnya hingga ada perintah selanjutnya dari Rasulullah. Demikianlah kisah abu dzar al ghifari memeluk Islam.

Teriakan Syahadah di Depan Kakbah

Saat melewati depan Kakbah, Abu Dzar melihat penyembah berhala mengucapkan Labbaika Labbaik. Hati Abu Dzar tidak tenang dan tidak habis pikir kenapa ada orang menyusun bebatuan lalu menyembahnya.

Naluri dan jiwa revolusioner Abu Dzar langsung tertantang. Bagi Abu Dzar, tidak mungkin membiarkan begitu saja kebatilan yang terlihat di depan mata.

Abu Dzar spontan masuk ke dalam Masjid dan langsung saja meneriakkan syahadah “Asyhadu An La Ilaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah”.

Teriakan syahadah Abu Dzar ini adalah teriakan Syahadah pertama yang membuat kesombongan tokoh tokoh quraesy hancur berkeping keping.

Baca Juga :  Dakwah Abu Dzar Kepada Bani Ghifar

Mengapa tidak, ternyata ada seorang pemuda asing, seorang diri dan tidak punya pelindung di kota Mekkah tetapi dengan gagahnya berani meneriakkan Syahadat di depan berhala tuhan sesembahan mereka.

Mendengar teriakan syahadah, Orang orang kafir datang mengepung dan memukuli Abu Dzar hingga jatuh tersungkur.

Dibebaskan Oleh Abbas

Berita pemukulan sampai ke telinga Abbas sang paman Nabi. Abbas sadar bahwa tidak ada cara membantu lelaki asing ini kecuali dengan cara diplomatis. Dan Abbas langsung berujar:

Wahai kaumku, lelaki asing ini berasal dari suku ghifar yang bermarkas disepanjang jalan menuju ke arah Syam. Lepaskan saja dia, sebab kalau dia mati maka kafilah pedagang kita akan menjadi sasaran perampokan.

Massa yang tadinya mengerumuni Abu Dzar langsung sadar dan pergi membubarkan diri. Tapi Abu Dzar yang baru saja merasa kemanisan perjuangan dakwah belum merasa puas dan ingin melakukan aksi yang lebih besar lagi.

Keesokan harinya Abu Dzar melihat dua orang wanita sedang melaksanakan thawaf mengelilingi berhala Asaf dan Nailah. Abu Dzar datang dan menghina berhala sesembahan itu dihadapan kedua wanita tadi.

Spontan saja kedua wanita tersebut berteriak dan datanglah massa dalam jumlah yang besar memukuli dan menghajar Abu Dzar hingga tersungkur pingsan.

Saat siuman, kata pertama yang terucap di lisan Abu Dzar adalah ucapan Lailaha Illallah Muhammadar Rasulullah.

Demikianlah kisah teladan abu dzar al ghifari yang berjiwa pemberani dan tidak sanggup melihat kebatilan meraja lela di depan. Siap mati demi membela kebenaran.

Dari biografi abu dzar al ghifari, Rasulullah sudah paham karakter dan jiwa Abu Dzar sebagai sosok pemberani, Cuma masanya saja yang belum tepat. Oleh sebab itu, Rasulullah memerintahkan Abu Dzar untuk segera kembali kepada kaumnya.

Baca Juga :  Kisah Abu Dzar Al Ghifari

Dan jika periode dakwah secara terang terangan sudah terbuka maka Abu Dzar dipersilahkan untuk berdakwah sesuai dengan keberanian dan jiwa revolusionernya.

Demikian saja artikel kami tentang kisah masuknya Islam dan keteladanan abu dzar al ghifari. Semoga Bermanfaat dan Terima kasih.

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker