Kajian UmumPendidikan

Kisah Peristiwa isra Mi’raj Secara singkat

SofyanKisah Peristiwa isra Mi’raj Secara singkat

Kisah Peristiwa isra Mi'raj Secara singkat
Kisah Peristiwa isra Mi’raj Secara singkat

Peristiwa Isra Mikraj terjadi satu tahun sebelum hijrah, tepatnya pada malam senin 27 rajab setelah Rasulullah pulang dari perjalanannya ke Tha’if.

Isra secara bahasa artinya perjalanan malam, adapun menurut istilah yaitu perjalanan Rasulullah Saw pada satu malam dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis di Palestina.

Mikraj adalah naiknya Rasulullah Saw dari Masjidil Aqsha menuju ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah Swt.

Isra Mikraj merupakan pertolongan dari Allah Swt sekaligus hiburan dari Allah Swt atas kesedihan Rasulullah Saw karena ditinggal dua orang terkasihnya yaitu Abu Thalib dan Siti Khadijah.

Allah Swt menceritakan peristiwa Isra Mikraj ini dalam q.s al-Isra’ [17] ayat 1.

سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِیۤ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَیۡلࣰا مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِی بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُۥ لِنُرِیَهُۥ مِنۡ ءَایَـٰتِنَاۤۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡبَصِیرُ

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Dalam perjalanan Isra Mikraj ini malaikat mendatangi beliau dengan membawa Buraq, kemudian Jibril menaikkan beliau keatas Buraq dan mengajaknya melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju masjidil Aqsha dan dinaikkan ke langit untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah Swt.

Berjumpa dengan para Nabi

Dalam perjalanan ke Sidratul Muntaha Rasulullah Saw dan Malaikat Jibril singgah di tujuh lapis langit dan dipertemukan dengan para nabi:

a. Langit pertama bertemu dengan Nabi Abam a.s., bapak umat manusia.

Rasulullah Saw mengucapkan salam dan Nabi Adam a.s menjawab salam menyambut kedatangan beliau dan menyatakan pengakuan atas Nubuwat beliau.

b. Langit kedua, bertemu dengan Nabi Yahya a.s dan Nabi Zakariya a.s.

Baca Juga :  Memahami Arti Asmaul Husna Al Karim

c. Langit ketiga, bertemu dengan Nabi Yusuf a.s

d. Langit keempat, bertemu dengan Nabi Indris a.s

e. Langit kelima, bertemu dengan Nabi Harun a.s

f. Langit keenam, bertemu dengan Nabi Musa a.s

Sebelum Rasulullah Saw menuju langit ketujuh, Nabi Musa a.s menangis. Hal ini menimbulkan Tanya dalam diri Rasulullah Saw. Dan Rasulullah bertanya “apa yang membuatmu menangis”?

Nabi Musa a.s menjawab: aku menangis karena ada seorang pemuda yang diutus sesudahku yang masuk surga bersama umatnya dan lebih banyak jumlahnya daripada umatku yang masuk surga.

g. Langit ketujuh, bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s.

Dalam setiap pertemuannya dengan para nabi terdahulu, mereka selalu mengakui nubuwwat Rasulullah Saw.

Lalu Rasulullah Saw naik lagi menuju Baitul Ma’mur, yang setiap harinya dimasuki 70.000 malaikat yang tidak keluar lagi darinya. Kemudian diangkat lagi untuk menghadap Allah Swt yang maha perkasa dan mendekat kepadanya.

Lalu Allah Swt mewahyukan apa yang dikehendaki dan Allah Swt mewajibkan shalat sebanyak 50 rakaat.

Setelah Rasulullah Saw bertemu dengan Nabi Musa a.s tentang perintah shalat 50 rakaat tersebut, Nabi Musa a.s berkata “sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melaksanakannya, sehingga pada akhirnya Allah Swt memerintahkan kepada umat Rasulullah Saw untuk melaksanakan shalat sebanyak 5 waktu.

Sebenarnya Nabi Musa a.s memerintahkan kepara Rasulullah Saw untuk kembali meminta keringanan kepada Allah Swt, namun Rasulullah Saw menjawab “Aku sangat malu kepada Rabb-ku, aku sudah Ridha dan menerima perintah ini” beberapa saat kemudian terdengar seruan “ Aku telah menetapkan kewajiban dan telah kuringankan bagi hamba-Ku”.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker