Ulumul Quran

Memahami Materi Makkiyah dan Madaniyah Secara Lengkap

Sofyan Memahami Materi Makkiyah dan Madaniyah Secara Lengkap

Memahami Materi Makkiyah dan Madaniyah Secara Lengkap
Memahami Materi Makkiyah dan Madaniyah Secara Lengkap

Secara garis besar, surat-surat dalam Alquran terbagi atas dua bagian, yaitu surat-surat makkiyah dan surat-surat madaniyah.

Dalam studi Alquran, ilmu makkiyah dan madaniyah merupakan bidang kajian yang membedakan fase penting turunnya Alquran baik pada tataran isi maupun struktur.

Para ulama berbeda pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan makkiyah dan madaniyah, khususnya terkait batasan antara mana yang makkiyah dan mana yang madaniyah, baik dari sisi isi maupun strukturnya.

Oleh karena itu, ada beberapa pandangan yang dapat kita telusuri untuk
menentukan definisi makkiyah dan madaniyah.

Pengertian Makkiyah dan Madaniyah

Jika merujuk pada tempat turunnya ayat, pengertian makkiyah adalah ayat-ayat Alquran yang turun di Makkah dan sekitarnya (Mina, Arafah, Hudaibiyah, dll.), baik waktu turunnya sebelum Nabi Saw. Melakukan hijrah maupun sesudahnya.

Sedangkan madaniyah adalah ayat-ayat Alquran yang turun di Madinah atau sekitarnya (Badar, Sal’, Uhud, dll.), baik waktu turunnya sebelum Nabi Muhammad Saw. berhijrah atau sesudahnya.

Menurut sebagian ulama lain, dengan melihat sejarah waktu turunnya ayat al-Alquran, makkiyah adalah ayat yang turun sebelum Nabi Muhammad Saw. hijrah, sedangkan madaniyah adalah ayat yang turun setelah Nabi berhijrah.

Pandangan ini banyak pendukungnya, baik dari mayoritas ulama klasik, modern, maupun ulama kontemporer.

Makkiyah juga dapat dimaknai sebagai ayat-ayat yang khitabnya/arah perintah ditunjukkan kepada penduduk Kota Makkah, sedangkan madaniyah adalah ayat-ayat yang khitabnya/arah perintah ditunjukkan kepada penduduk kota Madinah dengan menggunakan panggilan يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا (wahai orang-orang yang beriman).

Jika merujuk pada pandangan ini, rumusan makkiyah dan madaniyah lebih mudah dimengerti dan dikenali berpandu pada kriteria panggilan (nida’) yang khas dari keduanya tersebut.

Namun demikian, pandangan ini masih memiliki kejanggalan karena beberapa hal diantaranya

1) rumusan pengertiannya tidak dapat dijadikan ketentuan karena tidak mencakup seluruh ayat Alquran.

Dari 6236 ayat dalam al- Alquran, hanya ada 511 ayat yang dimulai dengan panggilan (nida’),

2) rumusan kriterianya tidak dapat diberlakukan secara menyeluruh, misalnya pada surat al-Baqarah: 21 dan Q.S. an-Nisa: 1 diawali dengan nida’ يَا أَيُّهَا النَّاسُ namun bukan termasuk surat makkiyah.

Baca Juga :  Memahami Sejarah Perkembangan Ulumul Quran Lengkap

Pandangan terakhir merujuk pada isi ayat Alquran. Ayat-ayat atau surat yang memuat cerita umat dan para Nabi terdahulu disebut dengan makkiyah, sedangkan madaniyah adalah ayat atau surat yang berisi tentang hukum hudud, faraid, dan sebagainya.

Dasar Penetapan Makkiyah dan Madaniyah

Dalam al-Burhan fi Ulumil Quran, diuraikan bahwa ada dua cara untuk mengenali ayat dan surat yang termasuk kategori makkiyah dan madaniyah, yaitu cara sima’iy dan qiyasiy.

Pengenalan cara sima’iy adalah pengetahuan ayat dan surat makkiyah dan madaniyah yang diperoleh berdasarkan riwayat.

Sedangkan pengenalan cara qiyasiy adalah pengetahuan ayat dan surat makkiyah dan madaniyah berdasarkan kriterianya yang menonjol tersebut, antara lain; melalui ciri khitabnya, kandungannya, redaksi dan uslubnya, dan sebagainya.

Menurut cara qiyasiy, ada dua pijakan yang dijadikan acuan yakni:

  • Dasar aghlabiyah

Suatu surat bila mayoritas ayat-ayatnya adalah makkiyah, surat tersebut disebut makkiyah.

Demikian juga sebaliknya, jika mayoritas ayat-ayatnya adalah madaniyah, surat tersebut disebut madaniyah.

  • Dasar tabi’iyah

Suatu surat jika didahului dengan ayat-ayat yang turun di Makkah (sebelum hijrah), surat tersebut disebut makkiyah.

Demikian juga sebaliknya, jika didahului dengan ayat-ayat yang turun di Madinah (sesudah hijrah), surat tersebut disebut madaniyah.

Karakteristik Makkiyah dan Madaniyah

Dalam sejarah penurunan Alquran dikenal dua periode yang masing-masing memiliki ciri tersendiri yaitu periode makkiyah dan madaniyah.

Ayat-ayat yang diturunkan pada pereode makkiyah hampir seluruhnya menjelaskan persoalan-persoalan akidah yang pada umumnya menjelaskan tentang orang-orang musyrik, memuat banyak ibarat dan perumpamaan (al-’ibrah wa al-amtsal), serta mengarahkan mereka kepada perubahan pola pikir dari peninggalam nenek moyang mereka.

Sementara ayat-ayat yang diturunkan pada pereode madaniyah umumnya mengarah kepada pembentukan dan pembinaan kehidupan sosial sehingga ayat-ayatnya dominan berkaitan dengan persoalan-persoalan hukum dalam hubungan sosial kemasyarakatan, seperti hukum kekeluargaan dan hubungan antara orang Islam dan non-Islam.

Karakteristik Surat Makkiyah

Secara terperinci, karakteristik surat-surat makkiyah dijabarkan sebagai berikut:

a. berisi nida يَا أَيُّهَا النَّاسُ
b. di dalamnya terdapat lafal “kalla” (Dalam seluruh al- Alquran, lafal tersebut terdapat 33 kali dalam 25 surah di bagian akhir Mushaf Ustmani)
c. di dalamnya terdapat ayat-ayat sajadah
d. diawali dengan huruf-huruf tahajji seperti ق
e. memuat kisah para nabi dan umat-umat terdahulu
f. di dalamnya terdapat cerita tentang kemusyrikan
g. di dalamnya terdapat keterangan adat istiadat orang kafir,
orang musyrik, orang yang suka mencuri, merampok, membunuh, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan sebagainya
h. isinya memberi penekanan masalah tauhid atau akidah
i. kebanyakan ayat dan suratnya pendek.

Baca Juga :  Memahami Materi Asbabun Nuzul Secara Lengkap

Karakteristik Surat Madaniyyah

Sementara surat madaniyah, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. berisi nida يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
b. memuat hukum pidana (hudud) dalam Q.S. al-Baqarah, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah, Q.S. ash-Shura, dan pada ayat-ayat lain
c. memuat hukum fara’id (Q.S. al-Baqarah, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah)
d. berisi izin jihad fi sabilillah (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Anfal, Q.S. at-Taubah, Q.S. al-Hajj)
e. berisi keterangan tentang karakter orang-orang munafiq (kecuali Q.S. al-Ankabut) dalam Q.S. an-Nisa, Q.S. al-Anfal, Q.S. at-Taubah, Q.S. al-Ahzab, Q.S. al-Fath, Q.S. al-Hadid, Q.S. al-Munafiqun, Q.S. at-Tahrim)
f. berisi hukum ibadah (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah, Q.S. al-Anfal, Q.S. at-Taubah, Q.S. al-Hajj, Q.S. an-Nur, dll)
g. berisi hukum muamalah seperti jual beli, sewa-menyewa, gadai, utang-piutang, dan sebagainya (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah, dll)
h. berisi hukum munakahat, baik mengenai nikah cerai rujuk, hadanah (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. an-Nisa’, Q.S. al-Maidah, dll)
i. berisi hukum kemasyarakatan, kenegaraan, seperti permusyawaratan, kedisiplinan, kepemimpinan, pendidikan, pergaulan dan sebagainya (Q.S. al-Baqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. al-Maidah, Q.S. al-Anfal, Q.S. at-Taubah, Q.S. al- Hujurat, dan sebagainya)
j. berisi dakwah kepada pemeluk Yahudi dan Nasrani (Q.S. al- Baqarah, Q.S. al-Imran, Q.S. al-Fath, Q.S. al-Hujurat, dan sebagainya)
k. kebanyakan ayat dan suratnya panjang.

Beberapa karakteristik yang diuraikan di atas merupakan karakteristik yang menonjol saja. Demikian juga terkait kriteria isi, juga tidak pasti.

Selama ini menurut Nasr Hamid Abu Zaid kriteria itu berdasarkan hasil hipotesis dan belum final, tetapi kriteria waktu harus tetap dipertimbangkan secara bersamaan dengan kriteria teks itu sendiri, baik dari sisi isi, maupun dari sisi strukturnya.

Fungsi Ilmu Makkiyah dan Madaniyah dalam Penafsiran

Kriteria klasifikasi makkiyah dan madaniyah, pada satu sisi harus didasarkan pada realitas dan pada sisi lain harus didasarkan pada teks.

Didasarkan pada realitas karena gerak teks berkaitan dengan perkembangan zaman, sementara didasarkan pada teks ditinjau dari sisi kandungan dan strukturnya.

Hal ini karena gerak teks dalam realitas berpengaruh di dalam pembentukan teks dengan kedua sisinya, isi dan strukturnya.

Baca Juga :  Memahami Pengertian dan Macam Macam Wahyu

Fungsi Secara Umum

Berdasarkan kriteria ini, maka manfaat mengetahui ayat atau surat makkiyah dan madaniyah secara umum antara lain:

a. mengetahui perbedaan uslub-uslub (gaya bahasa) Alquran
b. mengetahui dialektika Alquran dengan masyarakatnya, dalam transformasi dan konstruksi ideologi masyarakat baru dalam sinaran wahyu ilahi
c. mudah mengenali ayat atau surat yang turun lebih dahulu dan yang belakangan dan mudah mengenali (mungkin) dinaskh (diganti), dan ayat yang menasakh
d. mengetahui prinsip-prinsip umum (kulliy) dari isi ayat-ayat atau surat-surat makkiyah, dan prinsip khusus (juz’iy) dari isi ayat-ayat atau surat-surat madaniyah
e. mengetahui sejarah pembentukan dan penerapan hukum Islam yang amat bijak dalam menetapkan hukumnya berdasarkan sistem sosial masyarakatnya
f. mengetahui hikmah ditetapkan dan diterapkannya suatu hukum
g. mengetahui teknik dan tahapan dakwah islamiah, serta sistem dan pola pendidikan al-Alquran yang disesuaikan dengan taraf berpikir, komunikasi, dan budaya masyarakatnya
h. dapat mengetahui situasi dan kondisi masyarakat Kota Makkah dan Madinah pada saat al-Alquran diturunkan
i. akan dapat menambah keimanan seseorang terhadap kebenaran kewahyuan al-Alquran, dan keaslian al-Alquran.

Fungsi Secara Khusus

Dalam referensi lain disebutkan bahwa pengetahuan tentang makkiyah dan madaniyah berguna untuk:

  1. membedakan atau mengenal mana ayat yang mansukh dan mana yang nasikh
  2. mengetahui sejarah pembentukan dan pembinaan hukum Islam, dengan keberangsurannya yang memperlihatkan kebijaksanaan-kebijaksanaan umum dalam pembentukannya
  3. sebagai penguat orisinalitas Alquran karena hal ini tidak terlepas dari besarnya perhatian umat terhadap sejarah Alquran dengan mengetahui hal-ihwal turunnya.

Dengan demikian, maka secara konteks sosio historis dari ayat-ayat dan surat-surat makkiyah dan madaniyah merupakan elemen mendasar dari wahyu. Otomatis tidak bisa terlepas dari peran Nabi Muhammad Saw. dan masyarakatnya.

Alquran, secara kontekstual, pada dasarnya mampu menjawab perubahan-perubahan ruang dan waktu dalam kehidupan manusia. Universalitas Alquran terletak pada cakupan pesannya yang menjangkau ke seluruh lapisan umat manusia, kapan saja dan dimana saja.

Oleh karena itu, kajian tentang Makkiyah dan Madaniyah diharapkan dapat menjadi salah satu titik temu yang menjembatani teks dan konteks dalam penafsiran al-Alquran.

Demikian saja artikel kami tentang Memahami Materi Makkiyah dan Madaniyah Secara Lengkap. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih.

Simak Video Ngaji bersama Gus Baha tentang Makkiyah dan Madaniyyah dibawah ini:

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker