Kajian UmumPendidikan

Memahami Pengertian dan Macam Macam Iffah

Sofyan Memahami Pengertian dan Macam Macam Iffah

Memahami Pengertian dan Macam Macam Iffah
Memahami Pengertian dan Macam Macam Iffah

Secara etimologis, ‘iffah adalah bentuk masdar dari affa-ya’iffu-‘iffah yang berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik. Dan juga berarti memelihara kesucian diri

Secara terminologis, iffah adalah memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan, merusak dan menjatuhkannya.

Iffah (Al-iffah) juga dapat dimaknai sebagai usaha untuk memelihara kesucian diri (al- iffah) adalah menjaga diri dari segala tuduhan, fitnah, dan memelihara kehormatan.

Orang yang memiliki ‘iffah kadang-kadang menghindarkan diri dari hal-hal yang halal karena menjaga harga diri, seperti meminta-minta untuk keperluan yang sangat mendesak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalil Naqli Iffah

Berkaitan dengan perintah mengamalkan sikap ‘iffah, Allah menegaskan dalam firman- Nya sebagai berikut:

Perintah menjaga kesucian panca indra

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya” (QS. An-Nur [24]: 33)

Perintah menjaga kesucian jasad

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ

“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (QS. Al-Ahzab [33]: 59)

Perintah menjaga kesucian dari memakan harta orang lain

وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ

“Maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu)” (QS. An-Nisa [4]: 6)

Baca Juga :  Tata Cara Sholat Tarawih Sendirian

Perintah menjaga kesucian lisan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar” (QS. Al- Ahzab: 70)

Bentuk-bentuk ‘iffah

Agar bisa mengamalakan sikap ‘iffah dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa bentuk ‘iffah yang perlu kita perhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut.

Dengan menjaga kesucian diri

Untuk menanamkan sifat ‘iffah, janganlah mengakui ajakan nafsu atau panggilan syahwat.

Nafsu harus dikendalikan, oleh karena itu sederhanakanlah dan
tundukkanlah nafsu dengan akal sehat, janganlah mendekati hal-hal yang mendorong diri untuk berbuat yang tidak baik.

Adapun dalam menjaga kesucian diri terbagi ke dalam beberapa bagian:

  1. Menjaga kesucian panca indra
  2. Kesucian jasad
  3. Kesucian dari memakan harta orang lain
  4. Kesucian lisan
  5. Menjaga kehormatan diri

Setiap muslim dianjurkan untuk selalu bersikap’iffah dengan menjaga kehormatan dirinya, diantaranya sebagai berikut:

a) Menjaga kehormatan diri dalam masalah seksual. Seorang muslim harus menjaga penglihatan, pergaulan, dan cara berpakaian.

b) Menjaga kehormatan diri dalam masalah harta. Seorang muslim yang miskin dihimbau untuk tidak menengadahkan tangan dan meminta-minta.

Sementara bagi orang muslim yang memiliki kelebihan harta dianjurkan oleh al- Qur’an agar membantu orang-orang miskin yang tidak mau memohon bantuan karena sikap ‘iffahnya.

c) Menjaga kehormatan diri dalam hubungannya dengan kepercayaan orang lain kepada dirinya. Seseorang harus betul-betul menjauhi segala macam bentuk ketidak jujuran

Membimbing jiwa menuju kearifan

Agar seorang mukmin memiliki sikap iffah, maka harus melakukan usaha-usaha untuk membimbing jiwanya dengan melakukan dua hal berikut:

a) Memalingkan jiwanya dari ketergantungan kepada makhluk dengan menjaga kehormatan diri sehingga tidak berharap mendapatkan apa yang ada di tangan mereka, hingga ia tidak meminta kepada makhluk, baik secara lisan (lisan al-maqal) maupun keadaan (lisan al-hal).

Baca Juga :  Mengenal Jenis Jenis Jaringan Komputer Lengkap

b) Merasa cukup dengan Allah Ta’ala, percaya dengan pencukupan-Nya dan hunudhan billah

Keutamaan Iffah

Seorang yang ‘iffah adalah orang yang bisa menahan diri dari perkara-perkara yang dihalalkan ataupun diharamkan walaupun jiwanya cenderung kepada perkara tersebut dan menginginkannya.

‘Iffah merupakan akhlak paling tinggi dan dicintai Allah Swt.

Oleh sebab itulah, sifat ini perlu dilatih sejak anak-anak masih kecil, sehingga memiliki kemampuan dan daya tahan terhadap keinginan-keinginan yang tidak semua harus dituruti karena akan membahayakan saat telah dewasa.

Dari sifat ‘iffah akan lahir sifat-sifat mulia diantaranya sebagai berikut:

1) Dapat menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat merendahkan martabat.

2) Memiliki keinginan yang sederhana (qana’ah), untuk tunduk dengan keinginan yang baik.

3) Dapat menjaga kehormatan diri dalam hubungannya dengan masalah nafsu.

4) Mewujudkan rasa persamaan martabat, dan sederajat kemanusiaan.

5) Dapat membawa pada tingkat ketakwaan yang tinggi.

6) Saling memahami kelebihan dan kekuranngan, kekuatan dan kelemahan.

Dan sebaliknya, ketika sifat ‘iffah ini sudah hilang dari dalam diri seseorang, akan membawa pengaruh buruk dalam diri seseorang.

Akal sehat akan tertutup oleh nafsu syahwatnya dan tidak mampu dikontrol lagi. Dirinya tidak mampu lagi membedakan mana yang benar dan salah, mana baik dan buruk, yang halal dan haram.

Demikian saja artikel kami tentang Memahami Pengertian dan Macam Macam Iffah. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.

Simak Video tentang Menjaga harga diri atau Iffah dibawah ini:

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker