Ulumul Quran

Memahami Sejarah Perkembangan Ulumul Quran Lengkap

Sofyan Memahami Sejarah Perkembangan Ulumul Quran Lengkap

Memahami Sejarah Perkembangan Ulumul Quran Lengkap
Memahami Sejarah Perkembangan Ulumul Quran Lengkap

Alquran secara etimologi berasal dari Bahasa Arab yaitu Qora’a, Yaqra’u, Qira’atan, atau Qur’anan yang berarti mengumpulkan atau menghimpun huruf-huruf atau kata-kata dari beberapa bagian secara teratur.

Secara Istilah, Alquran adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui perantara malaikat Jibril dan diperuntukkan untuk umat Islam yang dijadikan sebagai pedoman hidup.

Pengertian Ulumul Quran

Pengertian Ulum al-Quran harus ditinjau dari sisi makna idhafahnya dan makna istilahnya.

Dari segi makna idhafahnya adalah segala yang berkaitan dengan Alquran. Maka segala ilmu yang bersandar kepada Alquran termasuk ke dalam Ulumal-Quran seperti:

  • ilmu tafsir
  • ilmu qira’at
  • ilmu Rasm al-Quran
  • ilmu I’jaz al-Quran
  • ilmu Asbab al-Nuzul
  • ilmu nasikh wa al-mansukh
  • Ilmu I’rab Al-Quran
  • ilmu Gharib al-Quran
  • Ulum al-Din
  • Ilmu Lughah dan lain-lain

karena ilmu-ilmu itu merupakan sarana untuk memahami Alquran.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa makna Ulum al-Quran ialah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kajian Alquran seperti ilmu tata cara membaca Alquran, ilmu sejarah turunnya Alquran, ilmu tartib al-Kitabah dan tartib al-Tilawah (urutan penulisan), ilmu sejarah penghimpunan Alquran dari masa nabi Muhammad Saw. sampai masa ‘Usman bin ‘Affan.

Dengan kita mempelajari Ulum al-Quran kita dapat memahami dan mengenal Alquran secara utuh.

Ruang lingkup bahasan Ulumul Quran

Dalam pembelajaran Ulum al-Quran, ada beberapa pembahasan berdasarkan tema-tema. Ilmu yang berkaitan tentang proses turunnya Alquran seperti Ilmu Nuzulul al-Quran, Ilmu Asbab al-Nuzul, Ilmu Tarikhun Nuzul (awwalu ma nuzila wa akhiru ma nuzila).

Ilmu yang berkaitan dengan sanad Alquran seperti ilmu qira’at yang mutawatir dan syaz.

Ilmu yang terkait tata cara membaca Alquran, seperti ilmu waqaf wa al-Ibtida, imalah, mad, idgham, ikhfa, dan lain-lain.

Baca Juga :  Mengenal Nama-nama Alquran Beserta Dalilnya

Ilmu yang membahas masalah kalimat alFaz (lafaz-lafaz) Seperti masalah-masalah gharaib, mu’rob, majaz, musytarak, isti’arah dan tasybih.

Ilmu yang berkaitan dengan makna Alquran yang berkaitan dengan lafadz ‘am yang tetap dalam keumumnya, ‘am yang dimaksudkan khusus, ‘am dikhususkan dengan sunah, ‘am yang mengkhususkan sunah, nash yang zhahir, mujmal, mufashshal, manthuq, mafhum, muthlaq, muqayyad, muhkam, mutasyabih, musykil, nasikh dan mansukh, muqoddam, muakhkhar dan lain-lain.

Masalah makna-makna Alquran yang berkaitan dengan fashl dan washl, ijaz dan ithnab, thiwal, dan qashr.

Ruang lingkup Ulum al-Quran dapat dibagi menjadi dua kajian. Pertama, dirasah ma fil al-Quran. Ilmu-ilmu ini berkaitan dengan materi yang terdapat dalam Alquran seperti kajian tafsir Alquran.

Kedua, dirasah ma haulal Alquran. Di samping itu, ilmu ini juga berkaitan dengan Ilmu-ilmu terkait materi-materi di luar Alquran seperti seperti ilmu Asbab al-Nuzul, muhkamat dan mutasyabihat, al-Qira’at dan hukum-hukum membacanya.

Sejarah Perkembangan Ulumul Quran

Pada Abad Ke I dan ke II Hijriah, Rasulullah Saw., Abu Bakar al-Shiddiq ra., dan Umar ibn al-Khattab, ilmu ulum al-Alquran belum dibukukan karena pada umumnya para sahabat memahami Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar Alquran.

Bila ada yang belum mereka fahami, mereka dapat bertanya langsung kepada Rasulullah Saw. atau para sahabat yang pernah bertemu dengan beliau.

Pada Masa Khalifah Usman bin Affan mulai terjadi perbedaan bacaan di dalam tubuh umat Islam karena agama Islam telah menyebar sampai keluar tanah Arab.

Khalifah Utsman bin ‘Affan mengambil kebijaksanaan sehingga penulisan ayat-ayat Alquran diseragamkan dan dinamakan Mushaf Usman.

Pada masa khalifah Ali bin Abi Talib makin banyak non Arab yang masuk Islam dan mereka tidak menguasai Bahasa Arab sehingga terjadilah salah baca karena ayat-ayat Alquran belum diberi harakat/baris, belum bertitik, dan belum ada tanda bacanya.

Khalifah Ali bin Abi Thalib mengambil kebijaksaan pula dengan memerintahkan kepada salah seorang ilmuannya Abu al-Aswad al-Duali (w. 691 H) agar menyusun kaidah-kaidah Bahasa Arab yang tersusun di dalam bahasa Alquran.

Baca Juga :  Memahami Materi Asbabun Nuzul Secara Lengkap

Kebijaksanaan Ali bin ‘Abi Thalib itu dianggap sebagai perintis lahirnya ilmu nahwu dan I’rab al-Quran.

Abad ke III dan IV

Pada Abad ke III dan IV Hijriah para ulama selain menulis tafsir dan ilmu tafsir, menulis beberapa ilmu yang terkait Alquran seperti Ali bin al-Madini (w. 234 H) menulis ilmu Asbab al-Nuzul.

Abu Ubaid Qasim bin Salam (w. 224 H) menulis ilmu Nasikh dan Mansukh (ayat-ayat yang dapat dihapus tetapi tetap hukumnya berlaku).

Muhammad Ayub Idris (w. 309 H) menulis Ilmu Makkiyah dan ilmu Madaniyah (Rasulullah Saw. di Makkah dan Madinah), sementara Muhammad bin Khalaf Murzaban (w. 309 H) menulis buku Alhawi fi Ulum al-Quran. Karya ini terdiri dari 27 jilid.

Pada Abad ke IV mulai disusun ilmu-ilmu Gharaib al-Quran yang menerangkan keajaiban yang terdapat dalam ayat-ayat Alquran. Abu Bakar al-Sijistani (w. 330 H) menulis Gharaib al-Quran.

Abu Bakar Muhammad bin Qasim dari Anbar (w. 328 H) menulis ‘Ajaib al-Quran. Abu al-Hasan al-Asy’ari (w. 324 H) menulis Mukhtashar fi Ulum al-Alquran (ringkasan ilmu-ilmu Alquran).

Abu Muhammad Kasab, Muhammad bin Ali al-Karakhi (w. 360 H) menulis Nukat al-Alquran, dalalah ‘ala al-Bayani, fi ‘anwa ulum al-Quran wa ahkam al-munbiati ‘an ikhtilaf al-anam (butir-butir Alquran yang menunjukkan penjelasan mengenai bermacam-macam ilmu dan hukum yang timbul karena perbedaan bacaan).

Muhammad bin Ali al-Adwafi (w. 388 H) menulis al-Istighna’ fi ulum al-Quran.

Abad ke V dan VI

Pada Abad Ke V dan ke VI Hijriah Ali bin Ibrahim bin said al-Khufi (w. 430 H) menulis buku I’rab al-Quran (Ilmu tentang ilmu penguraian jabatan kata dalam ayat Alquran).

Beliau juga menulis buku al-Burhan fi Ulum al-Quran yang terdiri dari tiga
puluh jilid.

Abu al-Qasim bin Abd. al-Rahman Suhaili (w. 581 H) menulis Mubhamat al-Quran (ayat-ayat yang belum tuntas pengertianya sehingga memerlukan penjelasan selanjutnya).

Baca Juga :  Memahami Materi Makkiyah dan Madaniyah Secara Lengkap

Ibnu al-Jauzi (w. 579 H) menulis Funun al-Afnan fi ‘Ajaibi al-Quran (beberapa pengetahuan mengenai keindahan Alquran) dan al-Mujtaba fi ‘ulum allati yata’allaqu bi al-Quran (yang dipilh dari ilmu-ilmu yang bertalian dengan Alquran).

Abad ke VII dan VIII

Pada Abad ke VII dan VII Hijriah Ibnu ‘Abd. Salam (w. 660 H) menulis Ilmu Majaz Alquran (ilmu yang mengenai majaz dalam Alquran). Dinamakan al-Majaz (pemakaian kata tidak dimaksudkan dengannya yang tersurat tetapi yang tersirat).

Alauddin al-Sakhawi (w. 643 H) menulis ilmu qira’at bernama Jamalu al-Qurra wa Kamalu al-Iqra (keindahan berbagai bacaan dan kesempurnaan iqra).

Abu Syamah (w. 655 H) menulis al-Mursyid al-Wajizu fi ma yata’allaqu bi al-Quran (petunjuk ringkas mengenai hal-hal yang bertalian dengan alquran).

Pada Abad ke VII Hijriah bermunculan ulama baru mengenai Alquran seperti Ibnu Abi al-Isba’ dengan Ilmu Baqi’u al-Quran.

Ibnu al-Qayyim dengan Ilmu Aqsamil al-Quran. Najmuddin al-Thufi dengan Ilmu Hujaji al-Quran.

Abu Hasan Mawardi dengan Ilmu Amtsalu al-Quran. Badruddin al-Zarkasyi dengan al-Burhan fi ‘Ulum al-Quran.

Abad ke IX dan X

Pada Abad ke IX dan ke X Hijriah semakin bertambah Ulama yang menulis Ilmu-ilmu Alquran seperti Jalaluddin Baiquni menulis Mawaqi’u al-‘Ulum min Mawaqi’i al-Nujun.

Muhammad bin Sulaiman menulis al-Taisir fi Qawaidu al-Quran. Al-Suyuthi menulis al-Tahbir fi ‘ulum al-Tafsir.

Abad ke XIV

Pada abad ke XIV Hijriah semakin banyak lahir kitab-kitab baru yang membahas ilmu-ilmu Alquran seperti Thahir al-Jaza’iri menulis al-Tibyan fi ‘Ulum al-Quran. Jamaluddin al-Qasimi menulis Mahasin al-Takwil.

Muhammad Abd. Al-Azhim al-Zarqani menulis Manahil al-‘Irfan fi ‘Ulum al-Quran.

Muhammad ‘Ali Salamah menulis Manhajul Qur’an fi ‘Ulumil al-Quran. Thanthawi Jauhari menulis al-Jawahiru fi Tafsir al-Quran.

Muhammad Shadiq Rafi’i menulis ‘Ijaz al-Quran. Musthafa al-Maraghi menulis Jawazi Tarjamatu al-Quran.

Demikian saja artikel kami tentang Memahami Sejarah Perkembangan Ulumul Quran Lengkap. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih.

Simak Video Gus Baha tentang kajian Ulumul Quran dibawah ini:

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker