Kajian UmumPendidikan

Menelaah Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah

Sofyan Menelaah Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah

Menelaah Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah
Menelaah Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah

Kaum muslimin di Madinah telah mengetahui kabar berita kepergian Rasulullah Saw dari Makkah. Setiap pagi mereka berbondong-bondong menuju al-Harrah menunggu kedatangan beliau.

Hingga pada akhirnya mereka terpaksa pulang karena teriknya matahari. Suatu hari mereka juga terpaksa pulang setelah lama menunggu kedatangan Rasulullah Saw.

Rasulullah Tiba di Madinah

Tatkala mereka sudah beranjak ke rumah masing-masing, seorang laki-laki Yahudi naik ke atas atap rumahnya, lalu dia melihat Rasulullah Saw dan para sahabatnya memakai baju putih.

Saat itu seisi Madinah semuanya berangkat untuk menyambut. Hari itu memang betul-betul hari yang istimewa dan semua orang berkumpul. Moment yang tidak pernah disaksikan oleh penduduk Madinah sepanjang sejarah.

Sebelum sampai di Madinah Rasulullah Saw singgah dan tinggal selama empat hari di Quba. Selama itu Rasulullah Saw mendirikan masjid Quba dan sholat didalamnya.

Inilah masjid pertama yang didirikan diatas ketaqwaan sejak kenabian. Memasuki hari kelima tepatnya hari Jumat, Rasulullah bertolak menuju Madinah. Seusai sholat Jumat, Rasulullah Saw sampai di Madinah.

Hari itu adalah hari bersejarah yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat Madinah. Rumah-rumah dan jalan ketika itu bergemuruh dengan pekikan Tahmid dan Taqdis (penyucian).

Putra putri kaum Anshar (penolong) menyanyikan bait-bait syair sebagai ekspresi kegembiraan:

طلع الـبدر عليـنا ***مـن ثنيـات الوداع

Bulan purnama muncul di hadapan kita, Dari jalan disela-sela bukit Wada’

وجب الشكـر عليـنا ***مـا دعــــا لله داع

Kita wajib bersyukur karenanya, Apa yang dia serukan sebagai seorang dai adalah untuk Allah

أيها المبعوث فينا*** جئت بالأمر المطـاع

Wahai orang yang diutus kepada kami, Engkau telah membawa perkara yang ditaati

Sambutan Masyarakat

Sekalipun orang-orang Anshar bukanlah orang yang serba kecukupan (kaya raya), namun mereka berharap rumahnya disinggahi oleh Rasulullah Saw.

Baca Juga :  Sebab Lisan Nabi Musa Tidak Fashih

Saat melewati satu persatu rumah orang-orang Anshar, mereka mengambil tali unta beliau. Setiap mereka lakukan demikian, Rasulullah Saw berkata kepada mereka:

“biarkan unta ini lewat karena ia telah diperintahkan (sesuai kehendak Allah Swt.)”.

Unta itu terus berjalan hingga sampai di lokasi masjid Nabawi sekarang ini. Di situlah kediaman bani An-Najjar, keluarga ibu kakek Rasululullah Saw (Abdul Muthalib).

Hal itu merupakan taufiq Allah Swt kepada sang unta, peristiwa ini terjadi pada hari Jumat, 12 Rabiul Awwal tahun 1 H bertepatan dengan tanggal 27 September 622 M.

Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah

Berikut langkah-langkah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw di Madinah:

Membangun Masjid

Langkah pertama yang dilakukan oleh Rasulullah Saw adalah mendirikan masjid yang kemudian diberi nama masjid Nabawi.

Pada lokasi unta tersebut duduk, beliau memerintahkan mendirikan masjid ini. beliau sendiri ikut serta dalam proses pembangunan.

Di tempat inilah dakwah Rasulullah Saw mulai dilakukan yaitu dengan melakukan sholat jamaah, pengenalan dan penanaman ibadah mahdhoh, muamalah dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya sehingga wilayah di sekitar masjid menjadi ramai.

Selanjutnya diteruskan dengan membagun jalan raya di sekitar masjid. Lama kelamaan, tempat itu menjadi pusat kota dan pemukiman. Rasulullah saw beserta umatnya juga membangun jembatan-jembatan yang menghubungkan lembah yang satu dengan lembah yang lainnya.

Dengan demikian, masyarakat setempat dapat berhubungan dengan masyarakat di lembah yang berbeda.

Pesatnya pembangunan kota Madinah menyebabkan adanya migrasi dari tempat lain. Masyarakat yang ada di sekitar wilayah Madinah berdatangan dengan tujuan berdagang dan tujuan yang lain.

Keadaan yang demikian menyebabkan Madinah menjadi kota terbesar di Jazirah Arab. Pada masa ini, masyarakat muslim berkembang menjadi masyarakat besar dan berkuasa.

Baca Juga :  Iblis Vs Manusia, Siapa KO?

Hal itu menimbulkan kecemburuan pada kelompok masyarakat Yahudi dan Nasrani. Mereka mulai memperlihatkan rasa tidak suka. Agar permasalahan yang muncul tidak makin runyam, Nabi membuat peraturan untuk menata masyarakat.

Mempersatukan Suku Aus dan Khazraj

Dua suku yang sering bertikai ini disatukan untuk kemudian mereka melebur menjadi kaum Anshar yanUg menolong hijrahnya Rasulullah Saw.

Untuk memperkuat persatuan diantara mereka dan dengan suku-suku lain yang berada di Madinah, Rasulullah Saw membuat sebuah konstitusi.

Mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar

Disamping membangun masjid sebagai pusat perkumpulan dan persatuan, Rasulullah Saw juga melakukan langkah lain yang merupakan sesuatu yang paling indah yang pernah ditorehkan dalam sejarah.

Langkah tersebut yaitu mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar, persaudaraan berdasarkan agama yang menggantikan persaudaraan yang berdasarkan darah sehingga suasana menjadi lebih damai dan aman.

Dengan mempersatukan kedua saudara atas dasar agama, maka persatuan diantara mereka semakin kokoh.

Penanaman Nilai-nilai Moral

Dengan berbagai langkah yang dilakukan Rasulullah Saw, beliau telah berhasil menancapkan pilar-pilar masyarakat baru.

Fenomena ini tidak lain merupakan dampak dari nilai-nilai yang diserap oleh para generasi agung berkat persahabatan mereka dengan Rasulullah Saw.

Selalu komitmen terhadap mereka melalui pengajaran, pendidikan, penyucian diri dan ajakan kepada perilaku mulia.

Rasulullah Saw juga mengajarkan kepada mereka tentang adab-adab berkasih sayang, bersaudara, menjunjung keagungan, kemuliaan, ibadah dan ketaatan.

Membentuk tatanan masyarakat

Rasulullah Saw mempersatukan golongan Yahudi dari Bani Qainuqa, Bani Nadzir, dan Bani Quraidzah.

Rasulullah Saw membentuk suatu perjanjian yang melindungi hak-hak asasi manusia di Madinah dan kemudian disebut dengan Piagam Madinah

Demikian saja artikel kami tentang Menelaah Strategi Dakwah Rasulullah di Madinah. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih.

Baca Juga :  Memahami Tafsir Huruf Muqatha'ah Dalam Alquran
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker