Download Kitab

Mengenal Kitab Al-Wajiz Karya Imam Ghazali

Ahmad AlfajriMengenal Kitab Al-Wajiz Karya Imam Ghazali

Mengenal Kitab Al-Wajiz Karya Imam Ghazali
Mengenal Kitab Al-Wajiz Karya Imam Ghazali

Kitab Al-Wajiz karya Imam Ghazali merupakan salah satu kitab Fikih penting dalam khazanah Fikih Syafiiah. Judul lengkapnya adalah Al-Wajiz fi Fiqh Mazhab Al-Syafii. Sebuah karya berkualitas yang disusun oleh tokoh berkualitas yang dikenal bukan hanya dalam Mazhab Syafii saja. Tetapi juga terkenal hingga kesemua mazhab dan bahkan menjadi tokoh idola oleh para ilmuwan non muslim.

Imam Ghazali seorang sosok multi talenta pakar segala bidang. Dalam bidang Ushuluddin, ada karya beliau yang cukup populer yaitu Al-Iqtishad fi al-I’tiqad. Dalam bidang filsafat, ada karya beliau yang sangat fenomenal yaitu Tahaful al-Falasifah. Dalam Bidang Ushul Fiqh, ada karya beliau yang luar biasa yaitu Kitab Al-Mushtafa. Dalam bidang Tasauf, ada kitab beliau yang sudah membumi yaitu Ihya Ulumiddin. Dan berbagai kitab lainnya.

Topik artikel yang kami tulis ini adalah sebuah kitab Fiqh kelas tinggi dalam Mazhab Syafii yang memiliki banyak keistimewaan dan kelebihan.

Keistimewaan Kitab Al-Wajiz

Topik artikel yang kami tulis ini adalah sebuah kitab Fiqh kelas tinggi dalam Mazhab Syafii yang memiliki banyak keistimewaan dan kelebihan. diantar Kelebihannya adalah:

1. Kitab Fikih paling ringkas pada masanya

Sebelum lahir Kitab Al-Wajiz, ada sebuah kitab fikih terlengkap dalam Mazhab Syafii yaitu Kitab Nihayatu Al-Mathlab karya Abu Al-Ma’ali Al-Juwaini. Sebuah kitab yang cukup tebal dan sulit untuk dipahami oleh kelas masyarakat awam.

Problematika inilah yang menjadi inspirasi Imam Ghazali untuk menyusun sebuah karya ringkasan atas Kitab Nihayatu Al-Mathlab. Dan tidak lama berselang, lahirlah sebuah karya yang berjudul Al-Basith ringkasan dari Kitab Nihayatu Al-Mathlab.

Baca Juga :  Kitab Nashaihul Ibad Karya Syeikh Nawawi

Setelah itu, Imam Ghazali melihat dan merasakan bahwa Kitab Al-Basith masih terlalu tebal. Beliau berusaha untuk meringkas lagi kitab Al-Basith ini menjadi sebuah karya yang lebih ramping. Dan tidak lama berselang, lahir kembali Kitab Al-Wasith sebagai ringkasan atas Kitab Al-Basith.

Dan pada akhirnya, Imam Ghazali menilai bahwa Kitab kedua beliau ini yaitu Al-Basith masih belum terlalu ramping. Dan beliau mulai menyusun sebuah karya yang lebih ramping serta menambah beberapa hal penting. Dan Lahir lagi sebuah karya yang beliau beri nama Al-Wajiz.

Saat itu, Kitab Al-Wajiz ini menjadi kitab dasar yang wajib dipelajari dan dipahami oleh para pelajar yang ingin menyelami lautan fikih mazhab Syafii. Jadi, generasi saat itu dan satu generasi setelahnya tepatnya pada era imam Rafi’i, Kitab Al-Wajiz ini menjadi patokan kesyafiian seseorang.

2. Kitab Perbandingan Mazhab Paling Ringkas

Kitab al-Wajiz ini bukan hanya kitab dengan genre fikih paling ringkas, tapi juga menjadi kitab perbandingan mazhab yang paling ramping. Data data perbedaan pendapat antar mazhab seperti pendapat Imam Syafii, Abu Hanifah dan juga Imam Malik disaji dengan jelas. Adapun pendapat Mazhab Hanbali, tidak dikutip oleh Imam Ghazali dalam Kitab Al-Wajiz. Sebab saat itu, Mazhab Hanbali belum menjadi sebuah mazhab yang mapan.

Tentunya, dalam Kitab Al-Wajiz tidak disebutkan analisis argumentasi antar mazhab dan pentarjihan, sebab Kitab Al-Wajiz disusun dengan tujuan untuk merampingkan beberapa karya Imam Ghazali sebelumnya. Dalil yang disebutkan hanyalah hanya sebatas ayat Al-Quran dan Hadits Nabi, dan itupun pada awal pembahasan.

3. Mata Rantai Sanad Bersambung Pada Kitab Al-Umm

Di awal artikel sudah kami tulis bahwa Kitab Al-Wajiz ini merupakan ringkasan dari Kitab Al-Wasith. Dan Kitab Al-Wasith adalah ringkasan dari Kitab Al-Basith. Dan Kitab Al-Basith adalah ringkasan dari Kitab Nihayatul Mathlab karya Imam Juwaini. Sedangkan Kitab Nihayatul Mathlab adalah syarahan dari Kitab Mukhtashar al-Muzani karya Imam Muzani. Dan Mukhtashar al-Muzani ini adalah ringkasan dari al-Umm karya Imam Syafii.

Baca Juga :  Mengenal Kitab Al-Asas wa Al-Munthaliqat

Jadi, jika dibuat bagan maka Kitab Al-Wasith berada pada posisi ke 6 dibawah Kitab Al-Umm Imam Syafii:

  1. Kitab Al-Umm (Kitab induk)
  2. Kitab Mukhtashar Muzani (Kitab Ringkasan) karya Imam Muzani
  3. Kitab Nihayatul Mathlab (Kitab Syarahan) karya Imam Juwaini
  4. Kitab Al-Basith (Kitab Ringkasan) karya Imam Ghazali
  5. Kitab Al-Wasith (Kitab Ringkasan) karya Imam Ghazali
  6. Kitab Al-Wajiz (Kitab Ringkasan) karya Imam Ghazali

4. Al-Wajiz Kitab Induk Fikih Berkualitas

Disini, kitab Al-Wajiz saya sebut sebagai kitab induk berkualitas, sebab dari Kitab Al-Wajiz lahir sangat banyak karya karya fikih lainnya yang monumental dan juga fenomenal. Dalam Kitab Kasyfu Adh-Dhunun, As Silfani menyebutkan bahwa beliau sudah menemukan 70 kitab syarahan atas Kitab Al-Wajiz.

Ada sebuah karya terpenting dari sekian banyak syarahan al-Wajiz yaitu karya Imam Rafi’i yang berjudul Kitab Fathul Aziz atau Syarah Kabir. Disinilah bermula babak baru dalam perkembangan Mazhab Syafii yaitu babak pentahriran Mazhab. Pada babak ini, semua ijtihad ulama Syafiiah diseleksi secara cermat agar penisbahan kepada Mazhab Syafii sah disandang. Dan Kitab Syarah Kabir atau Fathul Aziz inilah sebagai patokan pentahriran Mazhab.

Selanjutnya, dari Kitab Fathul Aziz ini lahir lagi sebuah karya yang cukup penting yang berjudul Raudhatut Thalibin karya Imam Nawawi. Dan pada perkembangan selanjutnya, dari kitab Raudhatut Thalibin ini lahir sangat banyak karya berkualitas lainnya. Oleh sebab itu, dapat diambil kesimpulan bahwa Kitab Al-Wajiz karya Imam Ghazali merupakan kitab induk fikih berkualitas yang melahirkan anak, cucu dan cicit yang berkualitas.

Selain Kitab Kitab Fathul Aziz atau Syarah Kabir, Imam Rafi’i juga menyusun sebuah kitab lainnya yang berbentuk ringkasan dari Kitab Al-Wajiz Imam Ghazali dan beliau beri judul sebagai Kitab Al-Muharrar. Namun, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa Kitab Muharrar bukanlah ringkasan dari Kitab Al-Wajiz, tapi ringkasan dari Kitab al-Khulasah karya Imam Ghazali. Meskipun ada perbedaan pendapat tentang Kitab Al-Muharrar, namun pastinya adalah Kitab Al-Muharrar adalah keturunan dari Kitab Al-Wajiz Imam Ghazali.

Baca Juga :  Mengenal Kitab Al-Maqshad Al-Asna Imam Ghazali

Dari Kitab Muharrar ini, lahir lagi sebuah kitab yang cukup fenomenal karya Imam Nawawi yang diberi judul Minhajut Thalibin. Sebuah kitab yang sangat luar biasa dan dari Kitab Minhajut Thalibin ini lahir 300 karya lainnya. Dan bahkan menurut Syekh Ahmad Rifa’i, jumlah kitab yang lahir dari rahim Minhajut Thalibin mencapai seribuan Kitab.

“Mukjizat Imam Ghazali”

Kitab Al-Wajiz sebagaimana sudah disebut di atas sebagai kitab induk yang melahirkan banyak karya fenomenal lainnya, membuat para peneliti memberikan berbagai komentar positif dan merasa takjub. Bahkan, Az-Zabidi pernah menyanjung:

لو كان الغزالي نبيا لكان معجزته الوجيز

Artinya: “Seandainya Al-Ghazali adalah nabi, niscaya kitab Al-Wajiz adalah mukjizatnya”

Tidak disebutkan secara jelas, kenapa Az-Zabidi memeberikan komentar tersebut. Menurut analisis beberapa pakar, komentar tersebut dilatar belakangi atas keberkahan Kitab Al-Wajiz yang dari rahimnya mampu melahirkan ribuan karya karya fenomenal, berkualitas dan bermanfaat untuk seantero umat Islam. Wallahu A’lam.

Download Kitab Al-Wajiz

Judul : Al-Wajiz fi Fiqhi Al-Imam al-Syafii
Penulis : Abu Hamid al-Ghazali
Pentahqiq : Ali Mu’awwadh – Adil Abdul Maujud
Penerbit : Darul Arqam bin Abi al-Arqam
Jilid : 2 Juzuk
Tahun : 1448 H / 1997 M
Halaman : 774 Lembar
PDF : File
Ukuran : 15 MB

Download Disini: Juzuk 1Juzuk 2

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker