Download Kitab

Mengenal Kitab Safinatun Najah Karya Salim Hadhrami

Ahmad AlfajriMengenal Kitab Safinatun Najah Karya Salim Hadhrami.

Kitab Safinatun Najah Bahasa Arab
Kitab Safinatun Najah Bahasa Arab

Pada artikel kali ini, kami akan menulis tentang sebuah kitab yang sangat populer dan menjadi salah satu kitab wajib di berbagai pesantren di dunia. Kitab tersebut bernama Safinah al-Najah (سفينة النجاة). Di Indonesia, Kitab tersebut sering dibaca dengan gaya Tarkhim menjadi Safinatun Naja.

Nama lengkapnya adalah Safinah al-Najah fi ma Yajibu ‘ala al-‘abdi li maulah. Jika diterjemahkan yaitu perahu keselamatan tentang kewajiban seorang hamba kepada tuhan. Seolah-olah, pengarangnya mengharapkan bahwa isi kitab ini dapat menjadi perahu keselamatan saat terjadinya gelombang tsunami fitnah dunia.

Biografi Penulis

Pengarangnya bernama Salim al-Hadhrami dan berprofesi sebagai seorang Qadhi di Negara Yaman. Nama lengkap beliau Salim bin Abdullah bin Sa’ad bin Sumair al-Hadhrami. Jadi, Hadhrami itu bukanlah nama tetapi marga atau suku yang berasal dari wilayah Hadhramaut, Yaman.

Meskipun menjabat sebagai Hakim, Salim Hadhrami juga pakar di bidang perpolitikan dan militer. Lahir, tumbuh dan besar di perkampungan Dzi Ashbah, Yaman. Salim Hadhrami wafat di Indonesia, tepatnya di betawi pada tahun 1271 H.

Pendidikan yang beliau tempuh dimulai rumah sendiri. Guru pertama beliau adalah ayahandanya sendiri yang bernama Abdullah bin Sa’ad. Sang ayah mengajar dan mendidik ananda di bidang Al-Quran, hingga sampai tingkatan yang sangat tinggi.

Baca disini : Mengenal Kitab Sullam at-Taufiq Karya Abdullah Ba’lawi

Sang ayah berhasil mendidik Salim kecil hingga mampu mencapai gelar “muallim“. Sebuah gelar terhormat di wilayah Hadhramaut sebagai tanda bahwa seseorang sudah ahli di bidang Al-Quran dan layak untuk mengajar Al-Quran. Saat itu, pengajar Al-Quran Di Hadhramaut bukanlah orang sembarangan.

Merantau Ke Indonesia

Disebabkan kisruh perpolitikan di Hadhramaut, Salim al-Hadhrami terpaksa melanglang buana ke berbagai belahan dunia. Sebelum menetap dan meninggal dunia di Jawa pada tahun 1271 H, beliau sempat pergi ke India. Mungkin Inilah salah satu sebab Kitab Safinatun Najah sangat populer di Indonesia.

Kitab ini dijadikan sebuah mata pelajaran wajib disetiap dayah atau pesantren di Pulau Jawa. Di luar pulau jawa, Kitab Safinatun Naja ini juga sangat populer dan diminati oleh pelajar dan masyarakat. Jadi, masyhurnya Kitab Safinatun Najah selain karena faktor penulisnya berdomisili di Jawa, juga karena kualitas isinya yang sangat bagus.

Bukan hanya di Indonesia dan Yaman, Kitab Safinatun Najah ini juga sangat terkenal di Malaysia. Bahkan di Saudi Arabiya, ada beberapa dayah yang menjadikannya sebagai kurikilum wajib seperti Dayah Darul Ulum, Dayah Al-Shaulatiyah dan Dayah Madaris al-Falah. Di berbagai negara lain, Kitab Safinatun Najah ini juga sangat terkenal, seperti di Etiopia, Tanzania, Somalia, Kenya dan lainnya.

Salim al-Hadhrami punya tulisan dan karya lain selain Safinatun Najah yaitu Kitab al-Fawaid al-Jaliyyah fi al-Zajri ‘an Ta’athi al-Hiyal al-Ribawiyyah (Faedah faedah mulia menahan diri terjerumus dalam Riba) . Dari judulnya, sudah jelas isinya berkaitan erat dengan permasalahan Riba. Tulisan dalam Bahasa Arabnya yaitu: الفوائد الجلية في الزجر عن تعاطي الهيال الرباوية

Sangking populernya di Indonesia, Kitab Safinatun Najah ini sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia. Di toko buku, gampang sekali kita temukan terjemahan Safinatun Najah dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan juga Bahasa Sunda.

Mengenal Kitab Safinatun Najah Karya Salim Hadhrami

Pembahasan dan Isi Kitab Safinatun Naja adalah tentang fikih dalam bingkai Mazhab Syafii. Kitab ini termasuk dalam kategori kitab Mukhtasar (ringkas). Jadi, isinya hanya berkaitan dengan hukum saja dan tidak menyentuh pada tataran dalil. Otomatis, tidak ada ayat dan hadis sebagai landasan hukum yang disebutkan dalam Kitab Safinatun Naja.

Oleh sebab itu, Kitab Safinatun Najah ini cocok buat masyarakat umum dan pelajar pemula. Ibarat atau bahasa yang digunakan juga sangat mudah dipahami. Persis seperti Kitab Sullam At-Taufiq. Di Indonesia ada dua kitab ringkas paling populer yaitu Kitab Sulam at-Taufiq dan Kitab Safinatun Najah Penulisnya berbeda, tapi sama sama berasal dari Yaman.

Isi Kitab Safinatun Najah tidak langsung menyentuh masalah fikih. Salim al-Hadhrami lebih dahulu menulis dasar dasar penting yang harus dipahami sebelum masuk dalam bidang fikih yaitu bagian pondasi keimanan, rukun Islam dan juga makna kalimat Tauhid. Setelah itu, barulah mulai mendalami hukum fikih.

Pembahasan fikih diawali dengan bahasan tanda tanda baligh (dewasa), lalu tata cara bersuci (thaharah), tema shalat, dan ditutup dengan tema Zakat. Salim al-Hadhrami tidak sempat menamatkan tulisan dan tema tentang Puasa (Shaum), Haji dan Umrah.

Jadi, topik tentang Puasa dalam Kitab Safinatun Najah bukanlah tulisan Salim al-Hadhrami, tetapi tulisannya Syekh Nawawi al-Bantani. Saat mensyarah Kitab Safinatun Najah yang diberi nama Kasyifah Al-Saja (كشيفة السجا), Syekh Nawawi al-Bantani menambahkan topik tentang puasa.

Topik tentang Haji dalam Kitab Safinatun Najah juga bukan tulisannya Salim Hadhrami. Muhammad Ba’athiyyah menambahkan topik Haji, saat mensyarah Kitab Safinatun Najah Syarah tersebut diberi nama dengan Ghayah al-Muna.

Bukan Fikih Murni

Jadi, Kitab Safinatun Naja bukanlah kitab Fikih murni. Di dalamnya terkandung dua topik yaitu akidah dan fikih. Topik fikih pun sangat terbatas, hanya sampai pada tema zakat saja. Dari deskripsi ini, dapat disimpulkan bahwa Kitab Safinatun Najah adalah ringkasan dari kitab lain yaitu Kitab Muqaddimah al-Hadhramiyyah karya Abdullah Bafadhl.

Jika dilihat lebih mendetil lagi, ada beberapa tema yang tidak ditulis dalam topik Shalat. Contohnya, tema Azan dan iqamah, tema tentang shalat shalat sunah dan beberapa tema lainnya.

Perkembangan Kitab Safinatun Najah

Kekurangannya, ada sejumlah pembahasan hukum penting terkait shalat yang dilewatkan seperti hukum azan, iqamah, macam-macam salat sunnah dan lain-lain. Meskipun demikian, keberkahan Kitab ini sangat luar biasa. para ulama memberikan perhatian tinggi atas perkembangan Kitab Safinatun Naja.

Ada ulama yang membuat Syarahan dan ada juga yang membuat dalam bentuk Nazham. Karya dalam bentuk syair atau nazam ini tergolong sangat banyak. Sebut saja al-Lu’lu’atu al-Tsaminah karya Muhammad Bahnnan, Kitab Mandhumah karya Abdullah al-Haddad, Mandhumah karya Muhammad Ba’aqil karya Shiddiq al-Lasimi, Kitab al-Sabhah al-Tsaminah karya Ahmad Masyhur al-Haddad.

Kitab terakhir di atas, disyarah kembali secara lebih mendetil oleh Muhammad Ba’athiyyah. Adapun Kitab Syarahan Safinatun Najah, diantaranya adalah Kitab Kasyifah al-Saja karya Syekh Nawawi Al-Bantani. Kitab karya ulama Jawa ini merupakan syarahan terlengkap.

Syarahan lainya adalah Kitab Nail al-Raja karya Ahmad al-Syatiri, Ghayah al-Muna karya Muhammad Ba’athiyyah, Kitab al-Durrah al-Tsaminah karya Ahmad al-Makky, Kitab Nasim al-Hayah karya Abdullah bin ‘Awadh, Kitab Inarah al-Duja karya Muhammad Ali al-Maliki, Kitab Wasilah al-Raja karya Hasan al-Syairazi, Kitab Sullam al-Raja karya Usman Tungkal.

Kitab Safinah al-Najah sudah oleh diterbitkan oleh berbagai percetakan di dunia. Diantaranya percetakan Musthafa al-Bab al-Halaby dan Percetakan Dar al-Minhaj. Dalam cetakan versi Dar al-Manhaj ini terdapat topik puasa yang merupakan tambahan dari Syekh Nawawi al-Jawi dan topik Haji tambahan dari Muhammad Ba’athiyyah.

Demikian saja artikel tentang mengenal Kitab Safinatun Najah karya Salim Hadhrami. Disini kami berikan satu link untuk download Kitab Safinatun Najah, Download Terjemahan Kitab Safinatun Najah Bahasa Indonesia dan Download Kitab Safinatun Najah Bahasa Jawa.

Download Disini

Tags
Lihat Semuanya

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker