Kajian Umum

Mengenal Sifat Wajib Rasul Dan Artinya

Ahmad AlfajriMengenal Sifat Wajib Rasul Dan Artinya 

Mengenal Sifat Wajib Rasul Dan Artinya
Mengenal Sifat Wajib Rasul Dan Artinya

Salah satu rukun iman dalam Islam adalah beriman kepada rasul. Meyakini bahwa Rasul adalah utusan Allah dan menyampaikan segala risalah Allah.

Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, tidak ada lagi nabi dan rasul.

Nabi Muhammad sebagai seorang rasul memiliki sifat sifat yang wajib ada pada seorang Rasul. Sifat-sifat tersebut terbagi kedalam tiga kategori yaitu sifat wajib sifat mustahil dan sifat Jaiz.

Pada artikel kali ini kami ingin men-sharing sifat-sifat yang wajib ada pada Rasul dan sifat-sifat yang mustahil.

sifat sifat wajib rasul

Maksud dari sifat wajib adalah sifat sifat yang mesti ada pada diri seorang Rasul. Tidak mungkin seorang rasul tidak punya satu atau keseluruhan dari sifat-sifat tersebut.

Sifat yang wajib bagi Rasul adalah 4 sifat, yaitu:

Amanah

Amanah bermakna dapat dipercaya. Dalam diri seorang Rasul pasti ada sifat amanah. Sebab, risalah yang dipikulnya adalah sangat berat dan berharga.

Tidak mungkin dalam diri Seorang Rasul ada sifat tidak amanah. Efeknya adalah akan diragukan keotentikannya risalah yang dibawanya.

Dalam Al Quran surat asy-syu’ara ayat 106-107 Allah menegaskan sifat amanah yang ada dalam diri Nabi Nuh:

إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ۝  إِنِّی لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِینࣱ

“Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu.”

Fathanah

Fathonah bermakna punya tingkat kecerdasan yang tinggi. Pada diri seorang rasul wajib ada sifat kecerdasan yang tinggi. Seorang Rasul mesti memiliki kejeniusan yang tinggi untuk menyampaikan dasar-dasar agama kepada umat.

Tidak mungkin Allah menurunkan wahyu kepada seseorang yang tingkat kecerdasannya sangat lemah.

Baca Juga :  Hukum Memandikan Jenazah Korban Virus Corona

Efeknya adalah akan timbul keraguan terhadap kitab suci yang diturunkan. Jangan-jangan ada ayat yang lupa disampaikan oleh seorang Rasul.

Oleh sebab itu, Salah satu sifat wajib yang harus dimiliki seorang Rasul adalah tingkat kecerdasan yang baik.

Dalam surah Al Baqarah ayat 269 Allah menegaskan tentang hal ini:

یُؤۡتِی ٱلۡحِكۡمَةَ مَن یَشَاۤءُۚ وَمَن یُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِیَ خَیۡرࣰا كَثِیرࣰاۗ وَمَا یَذَّكَّرُ إِلَّاۤ أُو۟لُوا۟ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ

“Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan A-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakal-lah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” 

Siddiq

Siddiq artinya benar. Sifat Sidiq ini wajib dimiliki oleh setiap Rasul. Semua ucapan perbuatan yang bersumber dari Rasul haruslah sampai pada level benar 100%. Artinya tidak ada satupun Risalah yang ditambah atau dikurangi oleh Rasulullah.

Jika seorang rasul tidak memiliki sifat Sidiq maka akan timbul keraguan tentang persentase tingkat kebenaran apa yang disampaikannya.

Dalam Al Quran Surat Maryam ayat 41 Allah menegaskan sifat Sidiq yang ada dalam diri Nabi Ibrahim

وَٱذۡكُرۡ فِی ٱلۡكِتَـٰبِ إِبۡرَ ٰ⁠هِیمَۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّیقࣰا نَّبِیًّا

“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam kitab (al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan seorang nabi.” 

Tabligh

Tabligh Artinya menyampaikan. Setiap Rasul wajib memiliki sifat tabligh ini. Apa saja yang disampaikan oleh Allah, maka Rasul akan menyampaikan seutuhnya.

Tidak mungkin seorang rasul memiliki sifat tidak tabligh. Sebab akan timbul kekhawatiran adanya risalah yang tidak utuh disampaikan oleh Rasul.

Dalam surat al-maidah ayat 67 Allah menekankan sifat tabligh pada diri Rasul

Baca Juga :  Nama Nama Khalifah Dinasti Umayyah Berprestasi di Damaskus

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغۡ مَاۤ أُنزِلَ إِلَیۡكَ مِن رَّبِّكَۖ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ وَٱللَّهُ یَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَهۡدِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡكَـٰفِرِینَ

“Wahai rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya, dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kapada orang-orang kafir.” 

Sifat Mustahil bagi rasul

Sifat mustahil adalah sebuah sifat yang tidak ada pada diri Rasul. Sifat mustahil ini adalah kebalikan dari pada sifat wajib di atas.

Sifat wajib bagi Rasul berjumlah 4 sifat. Begitu juga dengan sifat mustahil pada rasul juga berjumlah 4 sifat.

Ke empat sifat mustahil bagi Rasul yaitu:

Baladah

Sifat baladah bermakna bodoh. Sifat ini adalah kebalikan daripada sifat Fathonah yang bermakna cerdik.

Pada diri seorang Rasul mustahil ada sifat baladah. Jika pada diri seorang rasul ada sifat baladah maka dikhawatirkan akan timbul keraguan tentang kevalidan risalah yang disampaikan.

Dalam surat al-a’raf ayat 199, Allah berfirman:

خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَـٰهِلِینَ

“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta janganlah pedulikan orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf : 199)

Khianat

Khianat adalah bahasa Arab dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia juga khianat. Sifat ini adalah kebalikan dari sifat amanah.

Jika pada diri seorang rasul ada sifat khianat, maka Ada kemungkinan risalah yang disampaikan oleh Allah, tidak disebarkan secara utuh. Risalah yang disampaikan hanyalah yang sesuai dan mendapatkan keuntungan dari segi hawa nafsunya saja.

Dalam Al Quran surat al-an’am ayat 106, Allah berfirman

ٱتَّبِعۡ مَاۤ أُوحِیَ إِلَیۡكَ مِن رَّبِّكَۖ لَاۤ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَۖ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡمُشۡرِكِینَ

“Ikutlah apa yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad),tidak ada Tuhan selain Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” 

Baca Juga :  Sejarah Peradaban Islam di Andalusia

Kizzib

Kizzib bermakna dusta. Sifat kidzib ini adalah kebalikan dari sifat Sidiq. Pada diri seorang rasul mustahil ada sifat dusta.

Jika pada diri seorang rasul ada sifat dusta maka akan timbul keraguan tentang keotentikan risalah yang disampaikan. Jika seorang rasul bersifat dusta maka umat akan ragu apakah yang disampaikannya tersebut benar atau dusta.

Dalam surat an-najm ayat 2-4, Allah berfirman:

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمۡ وَمَا غَوَىٰ ۝  وَمَا یَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰۤ ۝  إِنۡ هُوَ إِلَّا وَحۡیࣱ یُوحَىٰ

“Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diucapkan itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya tidak lain (Al-Qur’an) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

Kitman

Secara bahasa Kitman bermakna menyembunyikan sebuah kebenaran. Sifat kitman ini adalah kebalikan dari pada sifat tabligh.

Pada diri seorang Rasul tidak mungkin ada sifat kitman. Sebab apa yang disampaikan kepada manusia semuanya adalah kebenaran.
Tidak ada satu pun yang disembunyikan oleh Rasul kepada manusia.

Dalam surat al-an’am ayat 50 Allah berfirman:

قُل لَّاۤ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِی خَزَاۤىِٕنُ ٱللَّهِ وَلَاۤ أَعۡلَمُ ٱلۡغَیۡبَ وَلَاۤ أَقُولُ لَكُمۡ إِنِّی مَلَكٌۖ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا یُوحَىٰۤ إِلَیَّۚ قُلۡ هَلۡ یَسۡتَوِی ٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡبَصِیرُۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

“Katakanlah (Muhammad), Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang di wahyukan kepadaku. Katakanlah, Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya).”

Demikian saja artikel singkat kami tentang sifat-sifat yang wajib bagi Rasul dan sifat-sifat yang mustahil bagi rasul. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker