Kajian PuasaKajian Umum

Pengertian Puasa Ramadhan, Rukun, Syarat Lengkap

Ahmad AlfajriPengertian Puasa Ramadhan, Rukun, Syarat Lengkap

Pengertian Puasa Ramadhan Rukun Syarat Lengkap
Pengertian Puasa Ramadhan Rukun Syarat Lengkap

Puasa dari aspek bahasa bermakna menahan (imsak) dan mencegah (kalf) dari sesuatu. Singkatnya adalah, segala sesuatu yang sifatnya menahan dan mencegah dapat diartikan sebagai puasa.

Menahan diri dari makan, minum dan berhubungan suami istri di bulan Ramadan dinamakan dengan puasa karena ada unsur makna menahan.

Adapun puasa dari aspek syariat bermakna menahan diri dari segala hal yang membatalkannya, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Sejarah Kewajiban Puasa

Sebelum Islam ibadah puasa merupakan sebuah ibadah yang sudah lama berkembang dan dilakukan oleh manusia. Hal ini dapat kita pahami dari firman Allah dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 183:

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ)

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Jadi, ibadah puasa bukan lah ibadah yang baru yang hanya ada dalam Islam. Jauh sebelum itu, umat lainnya masa lampau sudah mengamalkan ibadah puasa.

Orang-orang Mesir kuno sudah mengenal dan mempraktikkan ibadah puasa 5000 tahun sebelum orang Yunani dan Romawi mengenalnya.

Kepada Nabi Musa dan Nabi Isa Allah, juga pernah menurunkan perintah untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan. Namun, model, waktu dan durasi ibadah puasa diubah oleh pemuka agama setelah wafatnya Nabi Musa dan diangkatnya Nabi Isa.

Dasar hukum kewajiban puasa

Dalam Alquran, Allah menggunakan redaksi kata Shiyam sebanyak 8 kali. Makna dari kata Shiyam, semuanya sesuai dengan pengertian syariat.

Baca Juga :  Apakah Menangis Dapat Membatalkan Puasa?

Ada 1 kali penyebutan kata “Shauman” yang artinya adalah menahan diri dari tidak berbicara. Ayat ini terdapat dalam surat Maryam ayat 26:

(فَكُلِی وَٱشۡرَبِی وَقَرِّی عَیۡنࣰاۖ فَإِمَّا تَرَیِنَّ مِنَ ٱلۡبَشَرِ أَحَدࣰا فَقُولِیۤ إِنِّی نَذَرۡتُ لِلرَّحۡمَـٰنِ صَوۡمࣰا فَلَنۡ أُكَلِّمَ ٱلۡیَوۡمَ إِنسِیࣰّا)

Maka makan, minum dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini

Berikut ini adalah diantara beberapa ayat yang menjadi landasan hukum kewajiban berpuasa:

  • Surat Al Baqarah 183
  • Surat Al Baqarah 184
  • Surat Al Baqarah 185

Macam-macam puasa

Para ulama banyak berbeda istilah dalam mengurai macam-macam puasa. Di sini ini kami akan menulis istilah tentang macam-macam puasa yang sudah populer, yaitu:

  • Puasa Fardhu

Puasa fardhu adalah puasa yang telah diwajibkan oleh Allah yaitu puasa Ramadhan.

  • Puasa Qadha

Puasa Qadha adalah mengganti puasa bulan Ramadhan yang yang batal, dan diganti pada bulan yang lain.

Puasa Nazar

Puasa nazar adalah puasa yang diwajibkan oleh diri sendiri. Contohnya seperti: jika saya lulus kuliah maka saya akan puasa hari Senin. Puasa hari Senin tersebut hukumnya menjadi wajib sebab termasuk dalam puasa nazar.

Puasa kafarat

Puasa kafarat adalah puasa yang wajib dikerjakan oleh seseorang karena pernah melakukan sesuatu hal yang terlarang, yaitu:

  • Batal puasa Ramadhan dengan sebab melakukan hubungan seksual. Denda nya adalah puasa 2 bulan berturut-turut
  • Membunuh orang lain secara tidak sengaja. Denda nya adalah puasa 2 bulan berturut-turut
  • Mengerjakan sesuatu yang terlarang saat ihram dan di saat bersamaan dia tidak boleh menyembelih binatang hadyu.

Hari-hari yang diharamkan berpuasa

Ada beberapa waktu, syariat mengharamkan umat untuk melaksanakan ibadah puasa, yaitu:

  • Hari raya Idul Fitri
  • Hari raya Idul Adha
  • Hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijjah)
Baca Juga :  Cara Berbakti Kepada Orang Tua

Hari-hari yang dimakruhkan berpuasa

Ada beberapa waktu, syariat memakruhkan umat untuk melaksanakan ibadah puasa, yaitu:

  • Puasa hanya di hari Jumat saja
  • Puasa hanya di hari Sabtu saja
  • Puasa separuh akhir bulan Sya’ban

Hari-hari yang disunnahkan berpuasa

Ada beberapa waktu, syariat menganjurkan umat untuk melaksanakan ibadah puasa, yaitu:

  • Puasa 6 hari dibulan Syawal
  • Puasa tanggal sembilan Dzulhijjah
  • Puasa pada hari 10 Muharram
  • Puasa pada hari 9 Muharram
  • Puasa setiap bulan pada tanggal 13, 14, 15.
  • Puasa hari Senin dan Kamis
  • Puasa Daud

Syarat rukun puasa

Dalam melaksanakan ibadah puasa, ada beberapa ketetapan syariat tentang syarat rukun puasa, yaitu:

  • Niat

Orang yang hendak melaksanakan ibadah puasa, wajib menjatuhkan niat di malam hari. Sebab, segala amal ibadah dalam pandangan syariat adalah sesuai dengan apa yang diniatkan.

  • Menahan diri dari segala yang membatalkan

Wajib oleh seseorang yang sedang melaksanakan ibadah puasa untuk menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum, bersetubuh dan muntah. Menahan diri tersebut dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

  • Syarat wajib puasa

Bagi orang yang yang ingin melaksanakan ibadah puasa, syariat menetapkan Beberapa syarat yang harus di laksanakan, yaitu:

  • Islam

Puasa hanya boleh dan sah dilakukan oleh umat Islam. Puasa tidak sah dilakukan oleh orang kafir. Dan jika saat berpuasa statusnya muslim, kemudian di siang harinya murtad maka puasanya batal.

  • Dewasa

Dalam melaksanakan ibadah puasa, usia dewasa adalah sebuah persyaratan. Batasan dewasa laki-laki dengan perempuan adalah berbeda. Tanda seorang perempuan sudah dewasa adalah menstruasi. Sedangkan tanda dewasa pria adalah ihtilam (mimpi basah).

Demikian saja artikel singkat kami tentang Puasa Ramadhan, syarat dan rukunnnya. Semoga bermanfaat dan Terima kasih.

Baca Juga :  Cara Mengendalikan Nafsu Syahwat menurut Islam
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker