Kajian UmumPendidikan

Sejarah Peradaban Islam di Andalusia

Sejarah Islam di Spanyol

Sofyan Sejarah Peradaban Islam di Andalusia

Sejarah Peradaban Islam di Andalusia
Sejarah Peradaban Islam di Andalusia

Spanyol merupakan wilayah bagian Romawi yang sempat dikuasai oleh pasukan Gothic dengan berbagai kelaliman dan kekorupannya.

Pasukan Gothic yang semena-mena terhadap penduduk spanyol menjadikan mereka rindu akan kedamaian dan ketentraman. Hal ini menjadi salah satu faktor pasukan Islam dengan mudah menguasai Spanyol.

Sehingga pada masa pemerintahan Daulah Umayyah di Damaskus, Spanyol berhasil ditaklukkan.

Penaklukan Spanyol merupakan peristiwa penting dalam perjalanan sejarah umat Islam, khususnya pada masa pemerintahan Khalifah al-Walid bin Abdul Malik.

Sejarah Lahirnya Daulah Umayyah di Andalusia

Masuknya Islam ke Andalusia menjadi angin segar bagi perkembangan Islam. Dan sekaligus menjadi awal masuknya Islam ke beberapa wilayah lainnya seperti Cordoba, Granada dan Toledo, ibukota pemerintahan Spanyol.

Penaklukkan Andalusia ini terjadi pada masa pemerintahan Khalifah al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M) yang merupakan khalifah ke enam Daulah Umayyah di Damaskus.

Jatuhnya Andalusia dan beberapa kota penting di negeri itu, membuka jalan baru bagi upaya umat Islam untuk menyebarkan Islam ke seluruh Eropa.

Secara singkat dapat dijabarkan proses lahirnya Daulah Umayyah di Andalusia sebagai berikut:

Islam di Afrika Utara

Sebelum Islam masuk ke Andalusia, Islam sudah telebih dahulu berkembang di Afrika Utara. Afrika Utara dijadikan sebagai salah satu provinsi dari Daulah Umayyah di Damaskus.

Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara terjadi pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan (685-705 M).

Pada perkembangan selanjutnya ditunjuklah Musa bin Nusair sebagai gubernur di Afrika Utara.

Sebelum dikuasai Islam, kawasan Afrika Utara telah menjadi basis kekuasaan Kerajaan Romawi, yaitu kerajaan Gothic.

Setelah kawasan Afrika Utara benar-benar dapat dikuasai Islam dan menyatakan kesetiaannya terhadap pemerintahan Musa bin Nusair, umat Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukan Andalusia.

Baca Juga :  Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Umayyah

Dengan demikian, Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi pasukan muslim untuk menaklukan Andalusia.

Proses Penaklukan Andalusia

Proses penaklukan Andalusia melalui tahapan yang sangat panjang. Musa bin Nusair sebagai Gubernur Afrika Utara mengutus Tharif bin Malik untuk menyelidiki keadaan Andalusia saat itu.

Tharif membawa pasukan perang dan 500 pasukan berkuda dan melintasi selat yang terletak diantara Maroko dan Benua Eropa.

Dalam ekspedisi ini Tharif dibantu oleh Raja Julian dengan menaiki empat buah kapal milik Raja Julian, dan sukses tanpa perlawanan yang berarti.

Melihat keberhasilan Tharif bin Malik dan pasukannya, maka Musa Bin Nusair kembali melakukan ekspedisi ke Spanyol dengan membawa pasukan dalam jumlah yang lebih besar, yaitu 7000 ribu pasukan di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad.

Pasukan Thariq bin Ziyad sebagian besar terdiri dari suku Bar-bar yang didukung oleh Musa bin Nusair dan orang-orang Arab yang dikirim oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik.

Tahriq bin Ziyad membawa pasukannya menyebrangi selat yang kemudian terkenal dengan selat Gibraltar (Jabal Thariq).

Thariq berhasil dengan gemilang dan berturut-turut berhasil menaklukan berbagai wilayah penting di Eropa seperti Cordoba, Granada dan Toledo (ibukota kerajaan Gothic saat itu).

Dengan ditaklukkannya Andalusia, maka periode pertama Pemerintahan Daulah Umayyah Andalusia dimulai, dengan pusat pemerintahan di Damaskus.

Periode pertama ini Andalusia berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Daulah Umayyah yang masih berpusat di Damaskus.

Pada periode pertama ini, situsai politik dan perekonomian belum tertata dengan baik. Sering terjadi konflik internal yang mengakibatkan melambatnya kemajuan di segala bidang.

Konflik internal yang terjadi disebabkan antara lain oleh perbedaan etnis dan golongan. Selain itu, juga terdapat perbedaan pandangan antara khalifah yang berpusat di Damaskus dengan Gubernur Afrika Utara.

Baca Juga :  Lapisan Atmosfer Dan Fungsinya

Periode pertama ini, Islam di Andalusia belum memasuki kegiatan pembangunan dalam bidang peradaban dan kebudayaan.

Peran Abdurrahman I

Keruntuhan Daulah Umayyah di Damaskus dan digantikan oleh Daulah Abbasiyah di Baghdad, menyisakan satu orang keturunan dari Daulah Umayyah yaitu Abdurrahman I yang bergelar ad-Dakhil.

Abdurrahman ad-Dakhil berhasil lolos dari kejaran tentara Bani Abbasiyah yang berhasil menaklukkan Daulah Umayyah di Damaskus.

Islam mulai babak baru dengan datangnya Abdurrahman ad-Dakhil ke Andalusia. Abdurrahman mengambil kekuasaan di Andalusia pada masa Gubernur Yusuf al-Fihr.

Ia kemudian memproklamirkan berdirinya Daulah Umayyah di Andalusia sebagai kelanjutan dari Daulah Umayyah di Damaskus.

Oleh ahli sejarah, periode ini disebut dengan periode kedua pemerintahan Daulah Umayyah, periode kedua ini terjadi antara tahun 755-912 M.

Pada periode ini umat Islam dibawah kekuasaan para Amir dan mulai memperoleh kemajuan, baik dalam bidang politik maupun peradaban.

Amir pertama pada periode kedua ini adalah Abdurrahman ad-Dakhil. Ia berhasil membawa kegemilangan Islam dan sukses mendirikan masjid Cordoba dan sekolah-sekolah di kota-kota besar Andalusia.

Demikian saja artikel kami tentang Sejarah Peradaban Islam di Andalusia. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker