Pendidikan

Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia

Ahmadalfajri.comSejarah Perkembangan Islam Di Indonesia

Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia
Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia

Proses masuk dan berkembangnya Agama Islam, baik secara agama maupun budaya terjadi setelah bangsa Indonesia bergaul dengan berbagai bangsa.

Pergaulan bangsa ini ditandai dengan terjalinya hubungan dagang antara wilayah Nusantara dengan kawasan perdagangan di Asia Tenggara, Asia Selatan, maupun Asia Barat.

Peran Pedagang

Secara tradisional pedagang Arab sudah mengunakan jalur darat atau jalur sutera menjelajahi kawasan Asia Barat, Asia Tengah, kemudian ke dataran Cina.

Melalui laut pedagang Arab menyusuri Laut Merah, Telu Aden, Laut Arab, Samudera Hindia, Laut Malabar, Semenanjung Malaka, Kepulauan Nusantara, dan Filipina.

Kapan dan bagaimana Islam masuk ke Indonesia?

Masuk dan berkembang Agama Islam di Indonesia bersamaan dengan ramainya perdagangan antara wilayah Arab, Teluk Persia, India, Selat Malaka dan kepulauan Nusantara pada abad ke-7 sampai 15 M.

Ada beberapa keterangan yang membuktikan masuknya Agama Islam di Indonesia.

Sumber Sumber Sejarah

Sumber-sumber sejarah mengenai masuknya pengaruh Islam di Indonesia berasal dari:

1) Keterangan dari Marcopolo, yang pernah singgah di Perlak tahun 1292 menyebutkan telah ada kerajaan Islam di Samudera Pasai.

2) Berita dari Ibnu Battuta pedagang Arab, pada tahun 1345 yang mengunjungi Kerajaan Islam Samudera Pasai.

3) Berita musafir Islam Cina, Ma-Huan bersama Laksamana Che-Ho tahun 1494 mengunjungi masyarakat perkampungan muslim di Gresik.

4) Ditemukannya makam batu nisan seorang muslimah bernama Fatimah binti Maimun di Leran Gresik tahun 1082 M.

5) Batu nisan makam Sultan Malik Al-Saleh (1297) yang dianggap sebagai pendiri Kerajaan Samudera Pasai.

Peran Pendakwah

Penyebaran agama Islam juga terjadi melalui usaha-usaha yang dilakukan oleh orang-orang yang merasa berkewajiban untuk menyebarkannya.

Baca Juga :  Memahami Pengertian Syajaah dan Hikmah Syajaah

Penyebaran tersebut dilakukan melalui dakwah yang dirintis oleh Wali Songo (Wali Sembilan) di Jawa dan beberapa tempat daerah lainnya di Indonesia.

Menurut sejarah lisan masyarakat Jawa, terdapat beberapa wali yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa.

Wali Songo memiliki pengaruh luas bukan hanya dikalangan rakyat biasa tetapi juga di kalangan elit penguasa politik.

Para wali kesemuanya bergelar Sunan, suatu singkatan dari Susuhunan, artinya “yang dijunjung tinggi“ atau tempat memohon sesuatu.

Cara penyebaran Islam oleh wali Songo menggunakan metode-metode yang paling memudahkan ajaran agama Islam diterima oleh berbagai golongan masyarakat.

Walisongo

Kesembilan wali itu antara lain.

  • Maulana Malik Ibrahim atau Maulana Maghribi

Cara penyebarannya dengan pendekatan pergaulan dengan masyarakat setempat untuk mengenal adat-istiadatnya terlebih dahulu.

Dengan cara itu agama Islam mudah diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran penyebarannya.

Maulana Malik Ibrahim wafat tahun 1419 dimakamkan di kota Gresik.

  • Sunan Ampel

Kemenakan Kertawijaya, seorang raja Majapahit (1467 M) menyebarkan Islam melalui pendidikan di pesantren.

Di Ampel, dekat Surabaya, beliau mendirikan pesantren untuk mencetak kader dakwah, muridnya yang kemudian jadi wali adalah Sunan Giri.

  • Sunan Giri atau Raden Paku

Murid Sunan Ampel, menyebarkan Islam melalui kesenian.

Sunan Giri mempunyai pengaruh terhadap Kerajaan Islam Demak. Dimakamkan di Bukit Giri, Gresik.

  • Sunan Bonang atau Makdum Ibrahim

Putra Sunan Ampel, lahir tahun 1465 M, menyebarkan agama Islam di Tuban dengan menggunakan budaya sebelum Islam, ia menciptakan lagu berisikan ajaran Islam seperti Durma.

Kemudian dia menggunakan alat musik Bonang (gong) sebagai sarana untuk mengumpulkan massa.

  • Sunan Drajat

Putra ketiga Sunan Ampel, menyebarkan dakwah di Jawa Timur, melakukan penyebaran Islam dengan memberi pertolongan terhadap para fakir, anak-anak yatim, orang-orang yang membutuhkan dan orang-orang sakit.

Baca Juga :  Cara Menghindari Sifat Hasad Iri Dengki

Beliau dianggap sebagai tokoh yang ikut mendirikan Kerajaan Islam Demak. Ia wafat tahun 1586 M di dekat Sedayu, Gresik.

  • Sunan Kudus atau Ja’far As-shadiq

Menyebarkan Islam di kota Kudus, ia dianggap pendiri Kota Kudus, juga membangun mesjid Kudus yang menaranya mengambil gaya candi Hindu.

Ia wafat tahun 1603 M dimakamkan di kota Kudus.

  • Sunan Muria

Menyebarkan Agama Islam di pedalaman daerah Kudus.

Pendekatan yang dilakukan untuk menarik minat masuk agama Islam dengan pendekatan kebudayaan terutama golongan masyarakat bawah.

Misalnya menggunakan kesenian yang digemari masyarakat setempat.

  • Sunan Kalijaga atau Raden Sahid

Ia berasal dari lingkungan istana Majapahit, tetapi kemudian masuk Islam karena usaha Sonan Bonang.

Ia menikah dengan putri Sunan Gunung Jati.

Ia menyebarkan Islam dengan memanfaatkan pertunjukan wayang kulit dalam dakwahnya.

Alur cerita, tokoh-tokohnya dan beberapa ajimat dalam cerita disesuaikan dan diganti dengan unsur-unsur Islam.

Sunan Kalijaga tidak memaksakan penyebaran agama Islam, dan menghargai nilai-nilai lama yang telah dianut.

  • Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah

Berasal dari Persia, menyebarkan Agama Islam di Jawa Barat.

Para penguasa di Banten dan Cirebon adalah keturunan Sunan Gunung Jati. Wafat di Cirebon tahun 1570 M.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker