Kajian UmumPendidikan

Sejarah Singkat Turunnya Wahyu Pertama

Sofyan Sejarah Singkat Turunnya Wahyu Pertama

Sejarah Singkat Turunnya Wahyu Pertama
Sejarah Singkat Turunnya Wahyu Pertama

Tatkala Nabi Muhammad telah sampai pada usia kesempurnaanya yaitu 40 tahun, Allah Swt menganugerahkan kepadanya kecenderungan berkhalwat atau menyendiri, agar ia menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan jahiliyah untuk bertahannus (beribadah) kepada Allah Swt.

Nabi Muhammad sering melakukan ‘Uzlah (mengasingkan diri) di Gua Hira dengan beribadah menurut agama Nabi Ibrahim a.s.

Dalam keadaan bertahannus di Gua Hira, muncullah seseorang dan berkata kepada Nabi Muhammad “bergembiralah hai Muhammad, aku adalah Jibril, dan engkau adalah utusan Allah Swt untuk umat ini.

Kejadian ini terjadi bertepatan pada tanggal 13 Ramadan tahun 13 sebelum Hijriyah atau bulan Juli tahun 610 Masehi.

Wahyu Pertama

Malaikat Jibril berkata kepada Nabi Muhammad “bacalah” lalu Nabi Muhammad menjawab “aku tidak bisa membaca” demikian sampai tiga kali hingga malaikat jibril mendekap untuk ketiga kalinya dan akhirnya Nabi Muhammad mengucapkan q.s al-‘alaq ayat 1-5

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1)
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2)
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3)
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4)
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)

iqra` bismi rabbikallażī khalaq – khalaqal-insāna min ‘alaq – iqra` wa rabbukal-akram – allażī ‘allama bil-qalam – ‘allamal-insāna mā lam ya’lam

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan – Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. – Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, – Yang mengajar (manusia) dengan pena. – Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, bergegaslah Nabi Muhammad pulang menemui Khadijah istrinya dengan keadaan gemetar.

Setelah menceritakan perihal malaikat Jibril, Khadijah mengajak Nabi Muhammad menemui Waraqah bin Naufal yang merupakan saudara sepupunya.

Baca Juga :  Larangan Larangan Bagi Perempuan Yang Haid

Waraqah bin Naufal merupakan pemeluk Nasrani yang taat dan sangat menguasai bahasa Ibrani juga mengetahui perihal rasul-rasul di antara orang-orang yang telah melihat kitab-kitab zaman dahulu.

Nabi Muhammad menceritakan semua yang dialaminya ketika berada di Gua Hira kepada Waraqah bin Naufal.

Demi mendengar penuturan Nabi Muhamad, Waraqah mengatakah “ini adalah an- Namus (malaikat) yang pernah diturunkan kepada Nabi Musa a.s“,

Waraqah mengetahui bahwa utusan Allah Swt kepada para nabiNya tiada lain hanyalah Malaikat Jibril. Maka yakinlah Nabi Muhammad bahwa beliau adalah manusia pilihan yang diutus Allah Swt. untuk menjadi rasul selanjutnya.

Wahyu Kedua

Setelah menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad merasakan gundah gulana karena wahyu selanjutnya belum juga turun. Masa antara turunnya wahyu pertama dengan wahyu kedua sering disebut dengan masa fatrah.

Dalam masa fatrah ini sekitar tiga puluh sampai empat puluh hari, ketika Rasulullah Saw sedang berjalan-jalan, tiba-tiba mendengar suara gemuruh dari langit.

Beliau melihat sosok malaikat Jibril sedang duduk diantara langit dan bumi. Rasulullah Saw merasa ketakutan karena mengingat kejadian di Gua Hira.

Bergegas beliau pulang ke rumah dengan meminta istrinya untuk menyelimutinya, “selimutilah diriku, selimutilah aku”.Kemudian Allah Swt menurunkan firmanNya QS. Al Mudatsir ayat 1-7.

Kemudian Rasulullah Saw bangkit mengerjakan perintah Allah Swt yaitu menyeru kaum yang berhati keras dan tidak beragama untuk menyembah Allah Swt.

Tugas ini merupakan perkara yang berat dan besar. Beliau harus berhadapan dengan berbagai tantangan dan masalah, antara lain perombakan sistem kebudayaan, sosial, kepercayaan penduduk Makkah dan meluruskan sistem sosial yang tidak adil.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker