Tafsir

Tafsir Al Baqarah Ayat 2: Al Quran Hidayah untuk Siapa?

Ahmad Alfajri Tafsir Al Baqarah Ayat 2: Al Quran Hidayah untuk Siapa?

Al Baqarah ayat 2; Al Quran Hidayah untuk Siapa?
Tafsir Al Baqarah Ayat 2: Al Quran Hidayah untuk Siapa?

Al Quran merupakan hidayah bagi segenap manusia di bumi. Cahaya hidayah Al Quran dapat diperoleh oleh siapapun, baik muslim atau non muslim. Siapa yang mau mengambil hidayah didalamnya, pasti akan terpetunjuk. Begitu juga sebaliknya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran Surat Al Baqarah 185:

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ

Pertanyaan yang sering diajukan oleh masyarakat adalah kenapa dalam Surat Al Baqarah ayat 2, Allah mengkhususkan Huda (petunjuk) hanya kepada orang yang bertakwa?. Sedangkan dalam Surat Al Baqarah ayat 185 Allah sebutkan kepada manusia secara umum.

Simak Firman Allah Dalam Surat Al Baqarah ayat 2:

ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡكِتَـٰبُ لَا رَیۡبَۛ فِیهِۛ هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Bukan Takhsis, Tapi Tasyrif

Dalam beberapa Kitab Tafsir yang kami baca, hidayah Al Quran berlaku umum kepada manusia. Penyebutan Muttaqin dalam Surat Al Baqarah ayat 2, bukanlah bermakna Takhsis (pengkhususan). Hidayah Al Quran tetap berlaku pada setiap manusia.

Adapun penyebutan lafaz Muttaqin pada Surat Al Baqarah ayat 2 hanyalah sebagai bentuk sebuah kemuliaan (Tasyrif) dari Allah. Setidaknya, ada dua point penting yang hanya dimiliki oleh golongan Muttaqin. Kedua point ini sudah cukup menjadi bukti bahwa orang yang bertakwa patut untuk dimuliakan. Yaitu:

Paling Loba Terhadap Al Quran

Harus diakui bahwa umat Islam yang paling loba dan tamak untuk menggali serta mengambil hidayah dari Al Quran adalah dari golongan Muttaqin. Makna dasar dari Muttaqin adalah orang orang yang mengerjakan semua perintah dan menjauhi semua larangan.

Ketaatan seorang yang Muttaqin adalah ketaatan yang komplit. Mencapai gelar Muttaqin bukanlah sebuah hal yang gampang. Satu saja perintah atau larangan Allah dilanggar, otomatis gelar Muttaqin akan hilang sendirinya.

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mubarak dapat dijadikan sebagai sebuah gambaran betapa beratnya menjadi seorang yang Muttaqin:

لو ان رجلا اتقى مائة شيئ ، ولم يتق شيئا واحدا لم يكن من المتقين

Sekiranya seseorang sudah Bertakwa atas 100 perkara dan tidak bertakwa atas 1 perkara saja maka tidak dianggap sebagai Muttaqin

Paling Takut Keluar dari Koridor Syariat

Golongan Muttaqin adalah golongan yang paling menjaga agar selalu berada dalam batasan batasan syariat. Mereka paling takut keluar dari garis batasan, meskipun hanya sedikit saja.

Sikap kewaspadaan yang dipasang oleh orang orang Muttaqin mencapai level satu. Jangankan mengerjakan yang terlarang, sesuatu yang sifatnya mubah saja sangat ketat dijaga. Mereka khawatir jika perkara mubah tersebut, jika tidak terkontrol dapat berubah menjadi sesuatu yang terlarang.

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkab sebuah Hadits:

لا يبلغ العبد المؤمن أن يكون من المتقين حتى يدع ما لا بأس به حذرا مما به بأس

Bahwasanya seorang hamba, tidaklah akan bisa mencapai derajat ketaqwaan sehingga ia meninggalkan apa yang tidak dilarang, supaya tidak terjerumus pada hal- hal yang dilarang

Antara Mukmin dan Muttaqin

Dari beberapa hadits di atas, dapat dipahami bahwa setiap Muttaqin dapat dipastikan sebagai mukmin. Sebab, salah satu syarat mendapat gelar Muttaqin adalah mukmin. Hal ini dapat dipahami langsung pada Surat Al Baqarah ayat 3 hingga ayat 5.

Dalam banyak ayat lain, Allah juga menyandingkan petunjuk Al Quran dengan golongan orang mukmin. Seperti firman Allah dalam Al Quran Surat al Isra ayat 82:

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَاۤءࣱ وَرَحۡمَةࣱ لِّلۡمُؤۡمِنِینَ

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman

Sebaliknya, setiap mukmin belum tentu sudah sampai pada tingkatan Muttaqin. Gelar Muttaqin lebih tinggi lagi jika dibandingkan dengan gelar Mukminin. Banyak tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh orang yang beriman agar sampai pada level Muttaqin.

Tanda Tanda orang Bertakwa

Hakikat orang muttaqin hanyalah Allah yang tahu. Sebab perkara iman adalah perkara tersembunyi. Tetapi, Allah memberikan beberapa tanda lahiriah untuk mengetahui seseorang itu termasuk orang yang bertakwa atau bukan?. Imam Malik bin Anas meriwayatkan sebuah Hadis Nabi berkaitan dengan tanda tanda orang yang bertakwa:

فإن لأهل التقوى علامات يعرفون بها ويعرفونها من أنفسهم من صبر على البلاء ورضى بالقضاء وشكر النعماء وذل لحكم القرآن

Dalam hadis tersebut terdapat empat tanda yang dijelaskan oleh Nabi untuk mengenal pribadi ketakwaaan seseorang.

  • Sabar atas bala dan ujian
  • Ridha atas apapun ketetapan Allah
  • Syukur atas segala nikmat
  • Tunduk sepenuhnya pada Hukum Al Quran.

Kesimpulan

Penyebutan kata Muttaqin pada Surat Al Baqarah ayat 2, bukanlah bermakna pengkhususan (takhsis). Faedah penyebutan Muttaqin lebih kepada nilai kemuliaan dari Allah kepada golongan Muttaqin. Sebab golongan Muttaqin lah yang paling sigap untuk meraih petunjuk, cahaya, penjelasan yang ada dalam Al Quran.

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker