Kajian UmumKumpulan Doa Doa

Tata Cara Shalat dan Bacaan Lengkap

Sofyan Tata Cara Shalat dan Bacaan Lengkap

Tata Cara Shalat dan Bacaan Lengkap
Tata Cara Shalat dan Bacaan Lengkap

Ibadah Shalat adalah tiang agama. Mendirikan shalat merupakan rukun kedua dalam islam.

Setiap muslim yang sudah dewasa dan berakal hukumnya wajib melaksanakan shalat.

Shalat wajib ada lima waktu yaitu Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya.

Melaksanakan shalat di awal waktu akan mendapatkan pahala 27 derajat.

Shalat Wajib

Shalat wajib atau shalat fardhu sering juga disebut dengan shalat maktubah.

Artinya adalah bahwa kelima waktu shalat tersebut sudah ditentukan waktunya.

Dalam Alquran surat An Nisa ayat 103, Allah berfirman:

اِنَّ الصَّلٰوۃَ کَانَتۡ عَلَی الۡمُؤۡمِنِیۡنَ کِتٰبًا مَّوۡقُوۡتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”.

Syarat Wajib Shalat

Seorang muslim yang akan mendirikan shalat, haruslah mengetahui syarat dan rukun shalat.

Sebab, jika ada satu saja syarat atau rukun yang kurang maka shalatnya tidak sah.

Mengetahui masuknya waktu shalat

Syarat sah shalat pertama adalah mengetahui masuknya waktu shalat.

Syarat ini ditetapkan karena tidak sah melaksanakan shalat sebelum masuknya waktu shalat.

Suci dari hadas besar dan hadas kecil

Syarat sah kedua adalah suci badan dari hadas besar dan hadas kecil.

Hadas besar bagi orang lelaki adalah berjunub dan bagi orang perempuan berjunub dan haid.

Sedangkan hadas kecil adalah keadaan seseorang dalam yang sedang tidak ada wudhuk.

Suci Pakaian dan Tempat

Syarat sah ketiga ada suci pakaian dan tempat dari najis.

Untuk memahami kesucian pakaian dan tempat perlulah dipelajari Bab Thaharah {bersuci}.

Kadang kadang setelah buang air kecil, ada percikan yang terkena pakaian.

Pakaian tersebut tidak dapat digunakan untuk shalat sebab sudah bernajis.

Tata Cara dan Bacaan Sholat Lengkap

Berikut ini tata cara dan bacaan Shalat lengkap arab latin dan artinya:

Niat

Kaifiyat pertama yang harus dilakukan adalah niat dalam hati untuk mengerjakan shalat.

Agar lebih memantapkan niat, maka dianjurkan untuk melafazakan bacaan niat.

Shalat wajib ada lima waktu sehari semalam. Oleh sebab itu, niat shalat ada lima bentuk, yaitu:

Niat Shalat Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Baca Juga :  Mengenal Perbedaan Malaikat Manusia Dan Jin

“Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

“Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Niat Sholat Dhuhur

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli Fardlon dhuhri Arba’a Rok’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

“Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Niat Sholat Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli Fardlol Ashri Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

“Aku niat melakukan sholat fardu ashar 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Niat Sholat Maghrib

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

“Aku niat melakukan sholat fardu maghrib 3 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Niat sholat Isya

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli Fardlol I’syaa-i Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

“Aku niat melakukan sholat fardu isya 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Bacaan niat diatas adalah bacaan niat untuk shalat sendirian.

Adapun jika shalat berjamaah, maka perlu ditambahkan setelah bacaan “adaa’an

Bagi Makmum, tambahkan bacaan مَأْمُوْمًا
Bagi Imam, tambahkan bacaan إِمَامًا

Takbiratul Ihrom

Tata Cara Shalat

Setelah membaca niat sholat kemudian dilanjutkan dengan membaca takbiratul Ihram “Allahu Akbar”

Bacaan Doa Iftitah

Tata Cara Shalat

Setelah Takbiratul Ihram, ada disunnahkan untuk membaca doa ifititah.

Ada dua model bacaan doa iftitah dan anda dapat membaca salah satunya.

berikut ini salah satu model doa iftitah

Doa Iftitah

Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.

Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”

Bacaan Surah Al-Fatihah

Tata Cara Shalat
Bacaan Surah Al-Fatihah

Setelah membaca doa ifititah, diiringi dengan membaca Surah Al-Fatihah.

Baca Juga :  Ukasyah dan Keberaniannya Mencambuk Rasulullah

Hukum membaca surat Alfatihah ini adalah wajib. Jika tidak dibaca maka tidak sah shalatnya.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillahirrahmanirrahmim * Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Membaca salah satu surah yang ada di Al Qur’an

Tata Cara Shalat
Bacaan Surah Al-Fatihah

Setelah membaca surat Alfatihah, disunnahkan untuk membaca surat dalam Alquran.

Anda boleh membaca surat pendek maupun surat yang panjang.

Ruku’

Tata Cara Shalat
Ruku’

Membaca doa ketika ruku, bacaan doa ruku dibaca sebanyak 3 kali.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ و بحمده

“Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih.”

“Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.”

I’tidal

Tata Cara Shalat
I’tidal

Setelah rukuk dan saat bangkit untuk I’tidal, bacalah “SAMI’ALLOOHU LIMAN HAMIDAH”.

Lalu bacalah bacaan berikut ini:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

“Rabbanaa Lakal Hamdu Mil’us Samaawati Wa Mil’ul Ardhi Wa Mil ‘Umaasyi’ta Min Syai’in Ba’du.”

“Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Sujud Pertama

Tata Cara Shalat
Sujud Pertama

Setelah I’tidal, bacalah takbir dan bersujudlah untuk sujud yang pertama.

Dalam sujud, bacalah doa berikut ini sebanyak 3x:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih”

“Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

Duduk Iftirasy atau diantara dua sujud

Tata Cara Shalat
Duduk Iftirasy atau diantara dua sujud

Setelah sujud pertama, anda harus duduk antara dua sujud atau Duduk Iftirasy.

Berikut ini doa saat Duduk Iftirasy:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Sujud kedua

Tata Cara Shalat
Sujud kedua

Setelah Duduk Iftirasy, anda harus sujud untuk kedua kalinya.

Adapun bacaan sujud kedua adalah sama dengan bacaan sujud pertama.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih”

Baca Juga :  Hukum Puasa Hari Jumat Sabtu Minggu

“Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

Setelah sujud kedua, bacalah Allahu Akbar dan bangkit untuk melaksanakan rakaat yang kedua.

Bacaan pada Rakaat pertama dan kedua adalah sama. Bedanya hanya pada rakaat kedua tidak ada bacaan doa Iftitah.

Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, maka duduklah tasyahud.

Untuk shalat subuh hanya ada sekali duduk tasyahud. Sedangkan Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya ada dua kali tasyahud.

Duduk Tasyahud Awal

Tata Cara Shalat
Duduk Tasyahud Awal

Berikut ini bacaan pada saat tasyahud pertama:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

“At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi”.

“Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Duduk Tawaruk atau Tasyahud Akhir

Tata Cara Shalat
Duduk Tasyahud Awal

Duduk Tasyahud Akhir disebut juga dengan Duduk Tawaruk.

Adapun bacaan pada Tasyahud Akhir adalah sama dengan bacaan pada Tasyahud Awal.

Cuma ada beberapa tambahan yaitu:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa ibroohim, wa ‘alaa ali Ibroohimm, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid”.

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Salam

Membaca Salam
Salam

Cara terakhir adalah membaca salam dan menoleh kekanan dan kekiri.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

“Assalaamu Alaikum Wa Rahmatullah”

“Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”

Demikian saja tata cara dan bacaan dalam shalat. Semua tata cara diatas harus diperhatikan dengan baik agar shalat yang dikerjakan bernilai sah.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker