PrayforBeirut

Mengenal Sejarah Kota Beirut Lebanon

Muhammad SofyanMengenal Sejarah Kota Beirut Lebanon

Mengenal Sejarah Kota Beirut Lebanon
Mengenal Sejarah Kota Beirut Lebanon

Beirut dalam tulisan bahasa Arab yaitu بيروت. Sedangkan dalam tulisan bahasa Perancis yaitu “Beyrouth“.

Beirut selain menjadi kota terbesar di Lebanon juga menjadi ibukota negara Lebanon.

Penduduk kota Beirut mencapai 1,2 juta jiwa. Dan jika dijumlahkan dengan penduduk kota yang berdampingan dengan Beirut maka mencapai 2,1 juta jiwa.

Pada tahun 1890 Masehi, penduduk kota Beirut hanya berjumlah 100.000 jiwa.

Populasi penduduk Kota Bireun meningkat 10 kali lipat pada tahun 1930-an hingga 1970-an.

Namun pada tahun 1995, populasi penduduk Kota Beirut menurun drastis berjumlah 1,1 juta jiwa.

Merosotnya populasi penduduk kota Beirut disebabkan karena perang saudara.

Sebelum Perang Saudara meletus, kota Beirut dijuluki “Paris Timur Tengah” karena suasana kosmopolitannya.

Kota Beirut pernah hancur dan dibangun kembali selama 7 Kali.

Sekarang, kota Beirut berubah menjadi sebuah kota besar, indah, megah dan juga berperadaban.

Pada tahun 2009, Kota Beirut pernah menjadi lokasi Jeux de la Francophonie.

Pada tahun 2024 kedepan, kota Beirut adalah salah satu calon tuan rumah terkuat Olimpiade 2024.

Di dalam Kota Beirut juga terdapat berbagai kantor organisasi internasional seperti UNESCO dan ILO.

Sejarah Kota Beirut

Kota Beirut telah lahir lebih dari 5000 tahun yang lalu.

Istilah Kata Beirut muncul setelah kota tersebut dijuluki sebagai “Be’erot

Pada abad pertama, kota Beirut pernah menjadi bagian dari kekaisaran Romawi.

Selanjutnya,Kota Beirut pernah dijajah oleh Byzantium, tentara salib dan terakhir dijajah oleh Perancis.

Rekam jejak penjajahan tersebut masih dapat disaksikan di dalam Kota Beirut hingga sekarang.

Sebelum dijajah Perancis, kota Beirut menjadi bagian dari Ottoman selama 500 tahun.

Banyak sekali peninggalan Ottoman yang hari ini masih menjadi pegangan kuat masyarakat kota Beirut seperti agama dan juga budaya.

Saat Ottoman pergi, tidak ada pemangku kekuasaan kota Beirut. Hal ini di eksploitasi oleh fraksi lokal. tetapi aktor intelektualnya berisi orang Perancis.

Penjajahan Perancis terhadap Kota Beirut meninggalkan banyak hal bagi Beirut seperti arsitektur, bahasa dan juga masakan.

Setelah Perancis angkat kaki dari Kota Beirut, ibukota Lebanon ini menjadi sebuah tempat Cosmopolitan dan dijuluki Paris nya Timur Tengah.

Tetapi, kemegahan ini tidak bertahan lama. Perang saudara antara fraksi Kristen dan Muslim pada tahun 1975 menghancurkan segalanya.

Kota Beirut hancur sehancur hancurnya dan populasi masyarakat berkurang ribuan jumlahnya.

Setelah perang saudara berakhir, Kota Beirut dan masyarakatnya merasa tenang.

Tetapi, suasana damai dan tentram tidak berlangsung lama.

Masyarakat kota Beirut harus kembali merasakan luka saat kekerasan sporadik muncul pada awal 1980-an.

Pada tahun 1982, tentara Israel masuk menyerbu dan menduduki kota Beirut.

Pada tahun 1983, sebuah tragedi besar terjadi yaitu pemboman barak Perancis dan Amerika Serikat.

Gencatan senjata antara Lebanon dan Israel pada tahun 1990 memberi kesempatan buat masyarakat kota Beirut untuk bernafas dengan lega.

Namun, pada tahun 2006 perang antara Lebanon dan Israel kembali meletus dan menyisakan kehancuran.

Perjanjian Doha pada tahun 2008 kembali membuat masyarakat kota perut dapat bernafas dengan lega lagi.

Pada tanggal 4 Agustus tahun 2020, kembali terjadi sebuah tragedi memilukan.

Sebuah ledakan besar di pelabuhan Kota Beirut terjadi dan menyebabkan jatuhnya ribuan korban.

Info yang berkembang bahwa kekuatan ledakan di pelabuhan kota Beirut sama seperti ledakan di Kota Hiroshima.

Bahan peledak yang disimpan di gudang Pelabuhan selama 6 tahun diduga menjadi pemicu ledakan.

Menurut presiden Lebanon terdapat 2750 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan tanpa pengawalan yang ketat.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker