Ahmad Alfajri – Kisah Nabi Idris AS Lengkap Dengan Ajaran, Ciri Dan Karakter

Para Nabi Allah memiliki peran sentral dalam evolusi kemanusiaan.
Tugas mereka tidak terbatas hanya pada dakwah tauhid (mengesakan Tuhan), tetapi juga mengajak manusia untuk memakmurkan bumi.
Ide-ide yang mereka bawa jauh melampaui zamannya, bahkan mungkin zaman kita saat ini, menjadikan mereka sosok langka yang tak akan terulang.
Salah satunya adalah Nabi Idris.
Mengenal Sosok Nabi Idris
Idris adalah nabi yang mulia dan agung.
Silsilahnya terhubung langsung dengan manusia pertama: beliau adalah Idris bin Yarid bin Mahla’il bin Qaynan bin Anusy bin Syits bin Adam.
Dalam Taurat, beliau dikenal dengan nama Khanukh atau Akhnukh.
Allah sendiri mengabadikan dan memuliakan posisi Nabi Idris dalam Al-Qur’an:
(Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat membenarkan (shiddiq) dan seorang Nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.) (QS. Maryam: 56-57)
Ayat ini menggarisbawahi keistimewaan beliau sebagai Shiddiq (orang yang sangat jujur/membenarkan) dan Nabi yang diangkat ke kedudukan mulia.
Perintis Tulis Menulis
Nabi Idris dianugerahi banyak keutamaan.
Beliau adalah nabi ketiga yang diutus Allah setelah Adam dan Syits.
Salah satu keistimewaan terbesar yang dicatat oleh Ibnu Ishaq dan banyak ulama adalah bahwa Nabi Idris adalah manusia pertama dari Bani Adam yang menulis dengan pena (al-qalam).
Keutamaan ini diduga selaras dengan sabda Rasulullah dalam hadis:
(Sesungguhnya ada seorang nabi yang membuat garis, barangsiapa yang garisnya sesuai dengannya (garisnya nabi), maka itu benar.)
Ibnu Ishaq juga mencatat bahwa Nabi Idris sempat hidup selama lebih dari 300 tahun di masa kehidupan Nabi Adam.
Inti Dakwah dan Ciri Khas Ajarannya
Seperti para nabi dan rasul mulia lainnya, dakwah utama Nabi Idris berfokus pada:
Tauhid: Mengajak manusia untuk mengesakan Allah.
Akhlak Mulia: Menyeru pada jalan hidup yang lurus dan baik yang diridai Allah.
Amal Saleh: Mendorong manusia memperbanyak amal kebaikan sebagai bekal dan jalan untuk melepaskan diri dari siksa di hari kiamat dengan rahmat dan karunia Allah.
Dakwah Nabi Idris juga memiliki kekhasan, di antaranya adalah perintah untuk:
- Mendekatkan diri kepada Allah melalui kurban (dzaba’ih).
- Menggunakan dupa (bukhur).
Selain itu, beliau juga telah memberikan kabar gembira (nubuwwat) mengenai datangnya para nabi yang akan menyusulnya, yang akan mengemban dan menyebarkan risalah Allah ke berbagai penjuru dunia.
Julukan dan Karakteristik Pribadi
Nabi Idris dikenal pula dengan julukan “Hermes al-Haramisah” (Hermes dari Segala Hermes/Hermes yang Bijaksana).
Beberapa referensi sejarah juga menggambarkan ciri-ciri fisik dan sifat beliau:
Fisik: Berwajah tampan, berdada lebar (bidang), sedikit daging (kurus), bertulang besar, dan bermata sangat hitam (kahil).
Sikap: Jika marah, beliau menjadi sangat bersemangat.
Ketika berjalan, pandangannya cenderung tertuju ke bumi.
Komunikasi: Beliau dikenal sebagai sosok yang sedikit berbicara dan banyak diam.
Ini adalah sifat yang umum dimiliki para nabi.
Anggapan bahwa para rasul Allah banyak bicara adalah sebuah kesalahan.
Para nabi secara umum hanya berbicara sedikit, tetapi ketika mereka berbicara, mereka menyampaikan ide-ide yang mendalam dalam ungkapan yang singkat, agung, sangat bermakna, dan sangat fasih (baligh).
Warisan Nabi Idris bukan hanya terletak pada risalah tauhidnya, tetapi juga pada kontribusinya terhadap peradaban manusia, khususnya melalui pengenalan pena sebagai alat komunikasi.





One Comment