Sejarah

Sejarah Singkat Jatuhnya Konstantinopel

Ahmadalfajri.comSejarah Singkat Jatuhnya Konstantinopel

Sejarah Singkat Jatuhnya Konstantinopel
Sejarah Singkat Jatuhnya Konstantinopel

Umat Islam memiliki sangat banyak tokoh besar dunia. Diantaranya adalah Muhammad al-fatih yang terkenal sebagai pembebas konstatinopel (Mehmed the Conqueror).

Sultan Muhammad Al Fatih lahir di Kota Erdine pada tanggal 27 rajab tahun 835 Hijriyah dan bertepatan dengan tanggal 30 Maret 1432 Masehi.

Kota Erdin saat itu adalah ibukota Daulah utsmaniyah. Muhammad al-fatih adalah putra dari Sultan Murad II yang menjabat sebagai raja ke-6 dinasti Daulah utsmaniyah.

Sultan Murad II terkenal sebagai seorang raja yang sangat memprioritaskan perkembangan pendidikan anak-anaknya.

Untuk Muhammad al-fatih, Sultan Murad II meminta dan menjadikan Syekh Ahmad bin Ismail Al Kurani sebagai guru khusus pembimbing keilmuan Muhammad al-fatih.

Syekh Ahmad Al Kurani adalah seorang ulama pakar ilmu Alquran. Di dalam asuhan beliau, Muhammad Al Fatih sudah mampu mengkhatamkan hafalan Alquran 30 juz pada usia kecil.

Selain itu, Muhammad al-fatih juga sudah menguasai sejak kecil keilmuan hadis, fiqih, ilmu Falak, matematika dan menguasai 6 bahasa dunia.

Bisyarah Rasulullah SAW

Muhammad al-fatih sejak kecil sudah dipersiapkan oleh orang tuanya untuk menjadi sebagai pemimpin. Meskipun demikian, Muhammad al-fatih tetap berada di dalam pantauan dan bimbingan ulama.

Para ulama pembimbing Muhammad al-fatih selalu memberi motivasi agar menjadi seorang pemimpin yang termasuk dalam bisyarah Rasulullah yaitu seorang pemimpin yang mampu menaklukkan konstantinopel.

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang disampaikan oleh Allah atau nabi tentang hal yang akan terjadi pada masa depan.

Salah satu bisyarah nabi tentang kepemimpinan terbaik terekam dalam hadits tentang penaklukan konstantinopel. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru yaitu peristiwa saat para sahabat duduk bersama Rasulullah untuk menulis Wahyu.

Baca Juga :  Perkembangan Penulisan Sejarah di Indonesia

Ada seorang sahabat yang bertanya pada rasul tentang kota manakah yang akan ditaklukan terlebih dahulu?. Apakah Konstantinopel atau Roma?

Rasulullah pun menjawab bahwa kota heraklius (konstatinopel) terlebih dahulu yang akan ditaklukkan.

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda bahwa Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel. Sehebat hebat panglima perang adalah Panglima perangnya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya.

Bisyarah inilah yang setiap hari disampaikan kepada Muhammad Al Fatih oleh para ulama sebagai guru beliau. Dan setiap kali mendengar bisyarah ini, Muhammad al-fatih semangatnya terlihat bangkit dan tidak sabar untuk menaklukkan konstantinopel.

Penaklukan Kota Konstantinopel

Saat itu Konstantinopel adalah salah satu kota terbesar dan merupakan benteng terkuat di dunia. Posisinya juga sangat strategis karena dikelilingi oleh lautan dari 3 Sisi yaitu laut marmarah, selat bosphorus dan tanduk emas (golden horn).

Lautan tanduk emas dikelilingi dengan rantai yang sangat besar. Terasa seperti mustahil kapal musuh mampu masuk ke dalamnya.

Dunia kemiliteran mengakui kokohnya benteng Konstantinopel. Sangat banyak upaya penaklukan dan pembobolan tapi semuanya berakhir dengan kegagalan. Dan seluruh pasukan di dunia saat itu angkat tangan dan mengakui ketangguhan benteng Konstantinopel.

Buktinya sejak dibangun pada tahun 300-an Masehi oleh kaisar konstantin 1, benteng Konstantinopel belum pernah kebobolan hingga tahun 1453 Masehi.

Artinya selama 1123 tahun, benteng Konstantinopel tetap berdiri kokoh menjadi pelindung penduduk di dalamnya.

Benteng Konstantinopel

Benteng Konstantinopel terdiri dari tiga lapisan yang sangat kuat dan tinggi bangunan nya mencapai 18 meter.

Pada lapisan pertama terdapat parit dan pasukan berkuda yang berjaga di depannya. Panjang parit tersebut adalah 20 m dan dengan kedalaman 10 m.

Parit ini berfungsi jika lapisan pertama kebobolan maka pihak musuh harus berenang melewati parit panjang.

Baca Juga :  Peradaban Lembah Sungai Kuning Cina Kuno

Dan pasukan musuh tersebut akan menjadi korban satu persatu dari anak panah pasukan penjaga lapisan kedua.

Pada lapisan kedua terdapat pasukan pemanah dan pasukan penyiraman minyak.

Lapisan kedua ini dibuat dengan fungsi apabila pihak musuh ada yang berhasil melewati parit panjang maka harus memanjat tembok untuk melewati lapisan kedua.

Dan di situlah anak panah pasukan pemanah dibantu oleh pasukan penyiram minyak akan memangsa pasukan musuh.

Lapisan kedua ini tinggi bentengnya 5 meter dan tebalnya 3 meter.

Pada lapisan ketiga ada pasukan pemanah, pasukan penyiram minyak dan juga pasukan pelempar batu. Lapisan ketiga ini tingginya 8 m dan dan tebalnya 5 m.

Strategi Perang

Strategi perang yang digunakan oleh Muhammad Al Fatih untuk membebaskan kota konstatinopel adalah taktik unik dan diluar Nalar logika kemiliteran.

Betapa tidak, pasukan Muhammad al-fatih memindahkan 70 kapal perang melewati perbukitan hanya dalam waktu satu malam dan hanya bermodalkan tenaga para Mujahidin.

Benteng Konstantinopel dibobol oleh pasukan Muhammad Al Fatih menggunakan meriam raksasa made in orban. 

Meriam ini panjangnya 8 meter, berat mencapai 16,8 ton dan memiliki peluru diameter 750 mm. Jarak tembak meriam raksasa ini mencapai 2 km dengan peluru bola dari batu.

Pasukan mujahidin mulai melakukan pengepungan sejak tanggal 6 april 1453 masehi dan penaklukan konstantinopel pada tahun 1453 Masehi itu berakhir dengan kemenangan dalam durasi waktu 50 hari.

Dan sejak saat itu, gelar al-fatih melekat di ujung nama muhammad yang bermakna sang pembebas. Dan saat itu jatuhnya konstantinopel ke tangan turki.

Dan muhammad al-fatih adalah satu-satunya raja yang mampu menaklukkan kerajaan romawi timur yang sudah berkuasa selama 11 abad yang lalu dengan markas besarnya benteng konstantinopel.

Baca Juga :  Peradaban Lembah Sungai Indus dan Gangga

Demikianlah sejarah jatuhnya konstantinopel, semoga dapat dijadikan ibrah dan ilmu bahwa kemiliteran adalah satu hal yang sangat penting untuk dikuasai.

Kota Roma bisyarah yang belum terealisasi

Simbol kekuasaan romawi timur adalah konstantinopel. Simbol kekuatan romawi barat adalah kota Roma sebagai simbol kekuatan umat Nashrani di dunia.

Pembagian wilayah menjadi romawi timur dan romawi barat disebabkan perbedaan agama. Romawi barat adalah para penganut agama kristen trinitas. Sedangkan di romawi timur agama kepercayaan adalah kristen ortodoks.

Bahasa yang digunakan juga berbeda. Romawi barat menggunakan bahasa yunani, sedangkan romawi timur menggunakan bahasa latin.

Jarak antara bisyarah nabi dengan penaklukan konstantinopel adalah 800 tahun. Sedangkan kota roma belum juga dapat dibebaskan hingga saat ini.

Nabi juga sudah pernah memberikan bisyarah bahwa islam akan masuk ke kota roma dan cahaya islam akan menyebar di sana.

Nabi muhammad tidak menyebutkan secara mendetail kapan pembebasan kota roma akan terjadi dan siapa tokohnya.

Tapi yang paling penting adalah setiap ucapan nabi adalah pasti benar dan akan terjadi karena merupakan wahyu dari allah.

Tentunya, kekuatan umat islam saat membebaskan kota roma pasti lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan umat islam saat membebaskan konstantinopel.

Demikian saja artikel kami tentang Sejarah Singkat Jatuhnya Konstantinopel. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker