Asmaul HusnaKajian Umum

Memahami Makna Asmaul Husna Al Ghani

Ahmadalfajri.comMemahami Makna Asmaul Husna Al Ghani

Memahami Makna Asmaul Husna Al Ghani
Memahami Makna Asmaul Husna Al Ghani

Allah adalah zat yang wajib disembah secara hak.

Dalam Alquran, terdapat 99 nama-nama Allah yang bagus.

Nama-nama tersebut dikenal dengan istilah Asmaul Husna.

Berdoa dengan menggunakan Asmaul Husna juga akan mempercepat ijabah daripada Allah.

Salah satu nama Asmaul Husna bagi Allah adalah Al Ghaniy.

Pada kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah ulasan mendetil tentang makna asmaul husna al Ghani (Maha Kaya)

Sumber artikel tersebut adalah berasal dari Buku Ensiklopedia Al-Qur’an, Kajian Kosakata, Jilid: I, hlm: 59-60, Hasan Zaini 

Makna Aghniya dan Ghani

Kata aghniya’ (أَغْنِيَاءَ) adalah bentuk jamak (plural) dan kata ghani (غْنِي), yang merupakan ism fa’il dari ghaniya, yaghna, ghinan.

Menurut Ibnu Faris, kata ghinan mempunyai dua arti asal.

  • Pertama, yadullu ‘ala al-kifayah (menunjukkan cukup).
  • Kedua shaut (suara).

Contoh pemakaian yang pertama adalah, ganiya fulan, dengan arti katsura madluhu (banyak hartanya).

Al-ghani berarti shahib al-mal al-katsir (orang yang mempunyai harta banyak).

Di dalam bahasa Indonesia, kata ghani (غْنِي) biasa diartikan sebagai ‘orang kaya’, jamaknya aghniya’ (orang-orang kaya).

Contoh pemakaian yang kedua adalah taghanna dengan arti tarannama (ia bernyanyi). 

Jumlah Penyebutan Dalam Al Quran

Al-ghani adalah salah satu nama dan sifat Allah (al-asma’ ul-husna), berarti Allah tidak butuh kepada siapapun, sedangkan yang lain butuh kepada-Nya.

Kata aghniya’ (أَغْنِيَاءَ) di dalam Al-Qur’an disebut empat kali, yaitu di dalam (QS. Al-Baqarah: 273), (QS. Ali-Imran: 181), (QS. At-Taubah: 93), dan (QS. Al-Hasyr: 7).

Kata ghani disebut 20 kali.

Di dalam bentuk fi’l madhi kata itu disebut 16 kali, di dalam bentuk fi’l mudhari’ disebut 31 kali, dan di dalam bentuk ism maf’ul disebut dua kali.

Makna Aghniya Dalam Alquran

Kata aghniya’ (أَغْنِيَاءَ) di dalam (QS. Al-Baqarah: 273) disebut di dalam konteks pembicaraan tentang orang-orang yang berhak diberi infak dan sedekah, antara lain orang miskin, orang yang terikat oleh jihad di jalan Allah sehingga mereka tidak dapat berusaha.

Baca Juga :  Apakah Menangis Dapat Membatalkan Puasa?

Karena mereka mencegah diri dari meminta-minta maka ada orang mengira bahwa mereka orang kaya.

Kata aghniya’ (أَغْنِيَاءَ) di dalam (QS. Al-Imran: 181) disebut di dalam konteks pernyataan Allah, bahwa Ia mendengar ucapan orang yang mengatakan, “Allah fakir dan kami kaya.” “Kami akan menuliskan apa yang mereka ucapkan itu,” demikian firman-Nya.

Kata aghniya’ (أَغْنِيَاءَ) di dalam (QS. At-Taubah: 93) berkaitan dengan masalah jihad dan peperangan.

Ada orang-orang kaya yang mempunyai harta dan kendaraan untuk ikut berperang, tetapi mereka tidak mau berjihad; bahkan, lebih suka tinggal bersama orang-orang yang memang tidak mungkin berjihad karena tidak ada harta dan kendaraan.

Sikap orang-orang kaya seperti ini tidak disukai Allah dan Allah mengunci hati mereka.

Kata aghniya’ (أَغْنِيَاءَ) di dalam (QS. Al-Hasyr: 7) berhubungan dengan masalah pembagian harta rampasan.

Rampasan tersebut adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang di dalam perjalanan agar harta rampasan tersebut tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya.

Makna Ghani Dalam Alquran

Sementara itu, kata ghani (غْنِي) yang disebut di dalam Al-Qur’an pada umumnya merupakan sifat dan nama Allah, kecuali kata ghaniyyan (غَنِيًّا) yang tersebut di dalam (QS. An-Nisa’: 6 dan 135). Kata ghaniyyan (غَنِيًّا) di dalam Ayat 6 berkaitan dengan wali anak yatim.

Kalau ia kaya hendaklah ia menahan diri dari memakan harta anak yatim itu. 

Akan tetapi, kalau ia miskin maka ia boleh memakan harta itu menurut yang patut (sesuai dengan upah kerjanya).

Kata ghaniyyan, (غَنِيًّا) pada Ayat 135 di dalam konteks keharusan berlaku adil.

Setiap orang dituntut untuk menegakkan keadilan dan kesaksian karena Allah, walaupun terhadap diri sendiri, ibu bapak, atau karib kerabat, baik orang yang terdakwa/tergugat itu kaya maupun miskin, karena Allah lebih tahu kemaslahatan keduanya.

Baca Juga :  Hukum Menggunakan Nama Kunyah Dalam Islam

Demikian saja artikel yang dapat kami bagikan tentang Asmaul Husna Al Gani. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker