Kajian UmumPendidikan

Memahami Perjanjian Aqabah Satu dan Dua

Sofyan – Memahami Perjanjian Aqabah Satu dan Dua

Memahami Perjanjian Aqabah Satu dan Dua
Memahami Perjanjian Aqabah Satu dan Dua

Setelah peristiwa Isra Mikraj, ada satu perkembangan besar bagi kemajuan kaum muslimin yang datang dari penduduk Yasrib.

Mereka melaksanakan ibadah haji ke Makkah yang terdiri dari suku Aus dan Khazraj.

Pada musim haji selanjutnya, terdiri dari dari orang-orang Yasrib berjumlah 73 orang, atas nama penduduk Yasrib mereka meminta kepada Rasulullah Saw untuk berkenan pindah ke Yasrib.

Mereka berjanji akan membela Rasulullah Saw dari segala macam ancaman, dan kemudian Rasulullah Saw menyetujui baiat Aqabah dua setelah pada tahun kesebelas kenabian menyetujui adanya Baiat Aqabah pertama.

Baiat Aqabah Pertama

Ketika musim haji tiba, Rasulullah Saw menggunakannya untuk menyampaikan dakwah kepada jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru Arab.

Di antara mereka terdapat orang-orang Yasrib dari suku Aus dan Khazraj. Kedua suku ini sering mendengar berita dari orang-orang Yahudi bahwa Nabi akhir zaman akan segera datang.

Pada musim haji tahun ke 11 kenabian, bertepatan dengan tahun 621 M, 12 orang dari suku Aus dan Khazraj berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

Mereka bertemu dengan Rasulullah Saw di Aqabah (Mina) dan menyatakan baiat (sumpah setia).

Baiat itu kemudian dikenal dengan sebutan Baiat Aqabah I atau disebut Baiatun Nisa’, karena di antara yang ikut baiat ada seorang wanita, ia bernama Afra binti Abid binti Sa’labah.

Isi Baiat Aqabah I

Ada 6 pokok persoalan penting yang menjadi sumpah setia dalam Baiat Aqabah I adalah :

a) Mereka tidak akan menyekutukan Allah Swt dengan sesuatu apapun.

b) Mereka tidak akan mencuri.

c) Mereka tidak akan berzina.

d) Mereka tidak akan membunuh anak-anaknya.

e) Mereka tidak akan berbuat fitnah, dusta dan curang.

Baca Juga :  Kedatangan Bangsa Portugis Ke Indonesia

f) Mereka tidak akan mendurhakai Rasulullah Saw.

Ketika mereka pulang ke Yasrib (Madinah), Rasulullah Saw mengutus Mus’ab bin Umair menyertai mereka. Mus’ab bin Umair mendapat tugas mengajarkan Islam kepada penduduk Yasrib.

Dengan demikian, agama Islam semakin bersinar di Yasrib. Penduduk berbondong-bondong masuk agama Islam, sehingga jumlah kaum muslimin semakin bertambah.

Baiat Aqabah kedua

Pada tahun ke 12 kenabian, bertepatan tahun 622 M, serombongan kaum muslimin dari Yasrib berangkat menuju Makkah untuk menunaikan ibadah Haji.

Mereka berjumlah 75 orang, terdiri atas 73 orang laki-laki dan 2 orang wanita. Mereka segera menghadap Rasulullah Saw dan meminta diadakan pertemuan pada hari Tasyrik di Mina.

Pada malam yang telah ditentukan, mereka keluar kemahnya secara sembunyi-sembunyi menuju Aqabah (tempat melempar jumrah).

Tidak lama kemudian, Rasulullah Saw datang disertai pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib yang waktu itu belum masuk Islam tetapi tidak pernah memusuhi Islam.

Isi Baiat Aqabah II

Adapun isi dari perjanjian Aqabah II adalah :

a) Penduduk Yasrib siap membela Islam dan Rasulullah.

b) Penduduk Yasrib ikut berjuang dalam membela Islam dengan harta dan jiwa.

c) Penduduk Yasrib ikut berusaha memajukan agama Islam dan menyiarkan kepada sanak keluarga mereka.

b) Penduduk Yasrib siap menerima resiko dan segala tantangan.

Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker