Contoh Khutbah Jum'at

Mengoptimalkan Bulan Muharram Dengan Amal Kebaikan

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,

Bulan Muharram adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kebaikan dan ketakwaan kepada Allah. Kita harus mengoptimalkan bulan ini dengan berbagai amal kebaikan, sehingga bulan-bulan berikutnya akan terasa mudah bagi kita untuk melakukan dan meningkatkan berbagai amal kebaikan. Para ulama’ berkata:

مَنْ كَانَتْ بِدَايَتُهُ مُحْرِقَةً كَانَتْ نِهَايَتُهُ مُشْرِقَةً

“Barangsiapa yang masa awal-awalnya membakar, maka masa-masa akhirnya akan bersinar.”

Kita harus bertekat kuat melakukan amal kebaikan di awal tahun ini, baik amalan umum maupun amalan khusus di bulan Muharram. Berikut ini amalan-amalan khusus yang diperintahkan untuk kita lakukan di bulan Muharram ini:

Memperbanyak puasa sunnah mutlak

Puasa mutlak ialah puasa yang kita lakukan dengan niat menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.

Kita boleh berpuasa disebagian besar hari disepanjang bulan Muharram ini. Baik di hari-hari awal, pertengahan maupun di hari-hari akhir. Hal ini didasarkan pada sabda Rasul saw:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ صِيَامُ شَهْرِ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ. (رواه مسلم)

“Puasa paling utama setelah bulan Ramadhan adalah puasa bulan Allah yang bernama Muharram.” (HR. Muslim)

Menunaikan puasa ‘Asyura’

Puasa Asyura’ ialah puasa tanggal sepuluh Muharram. Keutamaan puasa ini dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lewat. Abu Qatadah al-Anshari ra. Menuturkan:

سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ. (رواه مسلم)

“Rasul saw. pernah ditanya mengenai puasa hari ‘Asyura’, lalu beliau menjawab: “Menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Menyempurnakanya dengan puasa Tasu’a’

Puasa Tasu’a’ adalah puasa tanggal sembilan Muharram. Rasulallah saw belum sempat menunaikan puasa ini semasa hidupnya.

Namun, setahun sebelum meninggal beliau bertekat untuk melakukannya seraya bersabda:

لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ التَّاسِعَ. (رواه مسلم)

“Seandainya tahun depan aku masih hidup, niscaya aku akan berpuasa hari kesembilan.” (HR. Muslim)

Sebagaimana dimaklumi, bahwa orang-orang Yahudi dan orang-orang Arab jahiliyyah melakukan puasa tanggal sepuluh Muharram.

Karenanya, Rasul saw menambahkan puasa tanggal sembilan Muharram agar kaum muslimin berbeda dengan orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin, serta tidak menyerupai mereka dalam pelaksanaan ritual ibadah.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Lihat Semuanya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker