Ma’asyiral Muslimin sidang jama’ah Jum’at rahimakumullah.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah kapan dan di manapun kita berada karena tidak tahu kapan ajal menjemput.
Ketika ajal menjelang, ketika nafas sudah ditenggorokan, maka tidak akan berguna lagi harta dan kedudukan, tidak berguna lagi taubat dan penyesalan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu kita telah melewati hari terakhir bulan Dzulhijjah yang menandakan berakhirnya tahun 1443 Hijriyah.
Sekarang kita diberikan Allah SWT kesempatan memasuki hari-hari awal di bulan Muharram 1444 Hijriyah ini?
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Sesungguhnya muhasabatun nafsi adalah kunci utama dalam kehidupan kita.
Dengan muhasabatun nafsi, kita dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan kita pada waktu yang lalu, perbaikan hari ini dan persiapan serta perencanaan waktu yang akan datang.
Dengan muhasabatun nafsi, kita mampu menutupi kelemahan masa lalu dan meningkatkan kualitas diri pada hari ini dan masa yang akan datang.
Dengan muhasabatun nafsi, hidup kita akan berkembang terus menuju ke arah yang benar dan lurus.
Bahkan dengan muhasabatun nafsi, kita dapat mengetahui hakikat dan persoalan diri kita secara pasti amal yang kita lakukan dan bertambahnya kapasitas diri serta bekal menuju perjalanan akhirat kita yang amat panjang dan pasti.
Muhasabatun nafsi adalah kekayaan yang harus kita miliki karena sangat penting dalam menjalankan kehidupan ini.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Mari kita bersiap menghadapi suatu hari di mana semua manusia akan dikumpulkan di padang mahsyar kelak titik di sana Allah akan meminta pertanggungjawaban terhadap semua yang kita imani, yang kita yakini, yang kita ucapkan dan yang kita lakukan secara detail dan rinci, tak sedikitpun yang terlupakan.
Jika baik, Allah akan berikan dengan balasan yang baik dan jika nilainya buruk, maka Allah juga akan memberikan balasan yang buruk.



