Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Ada tiga perkara yang perlu kita hisap kita hitung-hitung dalam kehidupan ini:
Yang pertama, masalah Dien, agama kita, yakni Al Islam.
Pertanyaan-pertanyaan berikut ini pantas kita arahkan pada diri kita:
sudah sejauh mana kita memahami dan mengamalkan ajaran agama kita?
Sejauh mana kita memahami dan mengamalkan Alquran dan Sunnah Rasul sebagai sumber utama ajaran agama kita?
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Terkait masalah Dien ini, kita harus selalu menanamkan dalam diri kita spirit dan semangat belajar, belajar dan belajar.
Karena Dienul Islam itu adalah ilmu, sedangkan ilmu tidak akan didapat kecuali dengan belajar dan mempelajarinya.
Para ulama kita telah merumuskan ilmu Islam itu dengan rumusan yang sangat ilmiah, detail dan sangat sistematis sehingga kita mudah memahami dan mengamalkannya.
Secara umum ilmu terkait dengan Islam yang harus kita pelajari dan amalkan mencakup Iman/Aqidah, Ibadah, Akhlak, Mu’amalah, Keluarga, dan Syari’ah.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.
Yang kedua, masalah dunia kita titik dalam masalah kehidupan dunia, ada tiga hal yang perlu kita hisab:
Pertama, bagaimana kita menyikapi kehidupan dunia ini?
Apakah kita mencintainya dan kita jadikan ia menjadi tujuan hidup kita?
Ataukah berbagai fasilitas kehidupan ini, termasuk uang, rumah, kendaraan yang kita miliki, kita letakkan hanya sebagai sarana kehidupan dan kita tidak mencintainya melebihi cinta pada Allah dan rasul -Nya?
Ingat! Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa zuhud pada dunia adalah kunci mendapat cinta Allah.
Kedua, Dari mana asal usul semua harta yang kita miliki?
Apakah harta yang kita miliki benar-benar berasal dari sumber yang halal dan tidak sedikitpun tercampur dengan yang haram seperti riba, menipu, mencuri dan sebagainya, atau syubhat (belum jelas halal atau haram).
Harta yang haram dan syubhat menyebabkan hati kita sakit dan bahkan bisa mati serta doa kita tidak dikabulkan Allah titik pada akhirnya, di dunia kita kehilangan barokah hidup dan di akhirat kita akan dilemparkan Allah ke dalam neraka titik sebab itu Allah dan rasul-Nya menyuruh kita agar memakan, meminum dan memakai dari sumber yang halal dan dari benda dan jenis yang dihalalkan.
Ketiga, ke mana kita belanjakan dan manfaatkan harta yang Allah anugerahkan pada kita?
Kendati harta yang kita dapatkan dengan cara yang halal dan jenisnya pun halal, bukan berarti kita dibolehkan semua kita dalam membelanjakan dan memanfaatkannya.
Islam mengatur sistem belanja, distribusi dan pemanfaatan harta kita.
Harta tersebut pada hakekatnya Allah titipkan kepada kita agar menjadi modal kita untuk kepentingan akhirat kita.
Sebab itu, Allah memotivasi kita agar harta yang Allah anugerahkan itu kita infakkan/belanjakan di jalannya setelah kita keluarkan kewajiban yang ada di dalamnya seperti zakat, nafkah dan sebagainya.




