Kajian UmumPendidikan

Memahami Pengertian Kata Hikmah Dalam Alquran

Sofyan – Memahami Pengertian Kata Hikmah Dalam Alquran

Memahami Pengertian Kata Hikmah Dalam Alquran
Memahami Pengertian Kata Hikmah Dalam Alquran

Secara bahasa al-hikmah berarti: kebijaksanaan, pendapat atau pikiran yang bagus, pengetahuan, filsafat, kenabian, keadilan, peribahasa (kata-kata bijak).

Menurut Al-Maraghi dalam kitab Tafsirnya, menjelaskan al-Hikmah sebagai perkataan yang tepat lagi tegas yang diikuti dengan dalil-dalil yang dapat menyingkap kebenaran dan melenyapkan keserupaan.

Sedangkan menurut Toha Jahja Omar; hikmah adalah bijaksana, artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya, dan kitalah yang harus berpikir, berusaha, menyusun, mengatur cara-cara dengan menyesuaikan kepada keadaan dan zaman, asal tidak bertentangan dengan hal-hal yang dilarang oleh Allah sebagaimana dalam ketentuan hukum-Nya.

Dalam kata al-hikmah terdapat makna pencegahan, dan ini meliputi beberapa makna, yaitu:

  1. Adil akan mencegah pelakunya dari terjerumus kedalam kezaliman
  2. Hilm akan mencegah pelakunya dari terjerumus kedalam kemarahan
  3. Ilmu akan mencegah pelakunya dari terjerumus kedalam kejahilan
  4. Nubuwwah Qur’an, seorang Nabi tidak lain diutus untuk mencegah manusia dari menyembah selain Allah, dan dari terjerumus kedalam kemaksiatan serta perbuatan dosa.

Al-Qur’an dan seluruh kitab samawiyyah diturunkan oleh Allah agar manusia terhindar dari syirik, mungkar, dan perbuatan buruk

Al hikmah dan Maknanya

Lafal al-hikmah tersebut dalam al- Qur’an sebanyak dua puluh kali dengan berbagai makna.

a) Bermakna pengajaran al- Qur’an

وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu al- Kitab (al- Qur’an) dan al- Hikmah, Allah memberikan pengajaran (mau’izhah) kepadamu dengan apa yang diturunkannya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasannya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu“ (QS. Al Baqarah [2] : 231)

b) Bermakna pemahaman dan ilmu
c) Bermakna an- Nubuwah
d) Bermakna al- Qur’an yang mengandung keajaiban-keajaiban dan penuh rahasia

Baca Juga :  Hukum Berenang Saat Puasa Dalam Islam

Syaikh Abdurrahman As- Sa’di ketika menafsirkan kata al-hikmah, berkata, “Al-hikmah adalah ilmu-ilmu yang bermanfaat dan pengetahuan-pengetahuan yang benar, akal yang lurus, kecerdasan yang murni, tepat dan benar dalam hal perkataan maupun perbuatan.”

Kemudian beliau berkata, “seluruh perkara tidak akan baik kecuali dengan al-hikmah, yang tidak lain adalah menempatkan segala sesuatu sesuai pada tempatnya; mendudukkan perkara pada tempatnya, mengundurkan (waktu) jika memang sesuai dengan kondisinya, dan memajukan (waktu) jika memang sesuai dengan yang dikehendaki.”

Selanjutnya Sayyid Qutb mengatakan, “Al-hikmah adalah keseimbangan; mengetahui alasan dan tujuan; bashirah yang membimbing seseorang kearah tingkah laku dan perbuatan yang baik dan benar. “

Dalil Naqli Hikmah

Allah memberikan hikmah hanya kepada orang yang dikehendaki. Orang yang diberi hikmah berarti telah diberikan kebaikan oleh Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. berikut :

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“Allah menganugerahkan al- Hikmah (kefahaman yang dalam tentang al- Qur’an dan as Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang ber-akal-lah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (QS. Al- Baqarah [2] : 269)

Allah melarang kebencian manusia terhadap suatu kaum gara-gara berbeda pendapat, sebagaiman firman-Nya

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا

“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar” (QS.an-Nisa’ [4]:54)

Baca Juga :  Sejarah Perkembangan Tabel Periodik Unsur Kimia

Allah menyeru kepada manusia supaya menyampaikan da’wahnya dengan hikmah (bijaksana) yakni dengan kata-kata yang menyenangkan, sebagaimana firman-Nya:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik” (QS.an-Nahl [16]: 125)

Bentuk-bentuk Hikmah

Orang yang dianugerahi al-Hikmah adalah orang yang mempunyai ilmu mendalam dan mampu mengamalkannya secara nyata dalam kehidupan.

Orang yang benar dalam perkataan dan perbuatan, menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya (adil) dan mampu memahami dan menerapkan hukum Allah.

Hikmah dalam berda’wah tidak terbatas pada makna perkataan yang lemah lembut, pemberian motivasi, hilm (tidak cepat emosi dan tidak bersikap masa bodoh), halus ataupun pemaaf.

Namun hikmah juga mencakup pemahaman yang mendalam tentang berbagai perkara berikut hukum-hukumnya, sehingga dapat menempatkan seluruh perkara tersebut pada tempatnya, yaitu:

  1. Dapat menempatkan perkataan yang bijak, pengajaran, serta pendidikan sesuai dengan tempatnya. Berkata dan berbuat secara tepat dan benar
  2. Dapat memberi nasihat pada tempatnya
  3. Dapat menempatkan mujadalah (dialog) yang baik pada tempatnya
  4. Dapat menempatkan sikap tegas
  5. Memberikan hak setiap sesuatu, tidak berkurang dan tidak berlebih, tidak lebih cepat ataupun lebih lambat dari waktu yang dibutuhkannya

Keutamaan Hikmah

Orang yang mengamalkan sifat hikmah akan merasakan buah dari perbuatannya, diantaranya.

  • Memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam melaksanakan dan membela kebenaran ataupun keadilan
  • Menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal utama yang terus dikembangkan.
  • Mampu berkomunikasi dengan orang lain dengan beragam pendekatan dan bahasan.
  • Memiliki semangat juang yang tinggi untuk mensyiarkan kebenaran dengan beramar makruf nahi munkar.
  • Senantisa berpikir positif untuk mencari solusi dari semua persoalan yang dihadapi.
  • Memiliki daya penalaran yang objektif dan autentik dalam semua bidang kehidupan.
  • Orang-orang yang dalam perkataan dan perbuatannya senantiasa selaras dengan sunnah Rasulullah
Baca Juga :  Memahami Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Simak video penjelasan Buya Yahya tentang makna Hikmah dibawah ini:

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker