Pada garis besarnya ada 3 cara bersyukur kepada Allah SWT yaitu bersyukur dengan hati, lisan dan perbuatan.
Yang pertama adalah bersyukur dengan hati.
Dengan hati yang khusyuk, tawadhu’ hati kita harus mengakui bahwa segala yang kita dapatkan, rasakan merupakan nikmat dari Allah SWT.
Bukan karena usaha kita, bukan karena kepandaian kita, bukan karena kegagahan kita, karena tanpa campur tangan Allah semua tidak akan kita raih.
Sadari dengan hati, ucapkan syukur dari dalam hati dengan rasa syukur yang tulus. Musibah dan nikmat juga bagian dari nikmat Allah.
Jangan karena apa yang belum berhasil kita raih lalu kita memaki maki Allah karena apapun yang kita miliki adalah bagian dari kasih sayang Allah.
Yang kedua adalah bersyukur dengan lisan kita.
Wujudkan rasa syukur yang telah hadir dalam hati dan pikiran kita melalui lisan kita, kenapa? karena semua isi hati butuh pembuktian.
Ibaratnya seorang kekasih yang sangat mencintai kekasihnya di dalam hati, kalau tidak pernah diucapkan apakah percaya?
Perbuatan ini selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW yang membasahi lisan beliau dengan kalimat syukur saat mendapat kesenangan maupun masalah.
Saat mendapat nikmat kebahagiaan, kesenangan, Rasulullah SAW mengucapkan kalimat “alhamdulillahilladzii bi ni’matihi tatimmush shaalihaat.”
Artinya segala nikmat bagi Allah karenaNya semua nikmat menjadi sempurna.
Bila saat mendapat kenikmatan berupa musibah, Rasulullah SAW mengucapkan “alhamdulillaahi ‘alaa kulli haal.”
Artinya segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan yang aku alami”, ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Majah.
Yang ketiga adalah dengan perbuatan.
Caranya adalah dengan banyak banyak melakukan amal shalih bukan hanya berupa ibadah ubudiyyah namun juga ibadah yang bersifat muammalah.
Bukan semata berzikir dan memperbanyak ibadah pribadi saja tapi juga harus melakukan perbuatan baik dengan sesama manusia.
Perbuatan baik kita harus mengandung dua unsur yaitu hablumminannaas yang dan hablumminallah.
Ini penting, rasa syukur kita wujudkan dengan membantu orang orang yang kesulitan, menjaga lisan dan tingkah laku kita dalam bergaul.
Jangan congkak dan pamer karena tidak semua orang bisa merasakan kenikmatan yang kita miliki.
Hindari sifat kikir dan pelit dengan orang yang membutuhkan karena ada rezeki mereka yang Allah titipkan lewat kita.
Namun perlu diingat, apapun yang kita lakukan harus dilandasi rasa ikhlas untuk mendapat penilaian di hadapan Allah sebagai hamba yang bersyukur
Bukan untuk mendapat pujian dari mahluk lain ataupun besar kepala karena melakukan perbuatan baik, hindari perasaan itu.
Maka dari itu ma’asyiral muslimin rahimakumullah, selalulah kita berdoa kepada Allah agar kita menjadi hamba yang pandai bersyukur.
Seperti para nabi dan rasul Allah yang selalu meminta kebaikan dalam doa doa mereka yaitu dengan menjadi hamba yang pandai bersyukur.
Dengan ini, saya mohon maaf bila ada kesalahan, yang baik datang dari Allah dan yang buruk semata mata karena kelemahan saya.
Akhirul kalam, tsummassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Demikian saja artikel yang dapat kami bagikan tentang Contoh Pidato Cara bersyukur kepada Allah. Semoga bermanfaat dan terima kasih.




