Muslimin, muslimat rahimakumullah.
Selama 40 hari turunnya firman Allah ini Nabi Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat mengatur strategi, persiapan, bekal dan rencana untuk berhijrah ke Madinah dan Nabi Muhammad SAW berpesan agar meluruskan niat dalam hijrah mereka ini.
Seperti hadis sahih yang sering kita dengar riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Umar bin al-Khattab berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللّٰـهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللّٰـهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.
“Perbuatan-perbuatan itu hanyalah dengan niat dan bagi setiap orang hanyalah menurut apa yang diniatkan. Karena itu, siapa yang hijrahnya itu kepada kerelaan Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya ialah kepada Allah dan Rasul-Nya.”
“Dan barang siapa hijrahnya untuk memperoleh keduniaan atau wanita yang bakal dikawininya, maka hijrahnya itu ialah kepada apa yang telah dihijrahi.”
Muslimin, muslimat rahimakumullah.
Setelah hijrah ke negri Madinah yang dulu dikenal Yastrib umat Islam mampu menerapkan ajaran-ajaran Agama Islam di sana hingga Madinah menjadi negeri yang maju dikenal dengan Madinah Al Munawwaroh.
Peradaban Islam mulai terbentuk, kekuatan mulai terkumpul, para sahabat dan Rasulullah SAW terus menerahkan tenaga, waktu, pikiran dan ekonomi mereka agar tanah yang mereka tempati menjadi negeri yang makmur.
Merangkul kaum anshor dan suku-suku juga beragam agama yang berada di Madinah agar hidup berdampingan dengan damai, adil dari pencarian nafkah, pendapat dengan musyawaroh.
Muslimin, muslimat rahimakumullah.
Maka saat ini, menengok kembali tujuan hijrahnya Rasulullah SAW bisa menjadi pelajaran dan hikmah untuk kita umat beliau agar tetap mempertahankan keimanan walau dalam keadaan sulit apapun.
Yakinlah bahwa Allah akan memberi jalan keluar dan bantuanNya karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-hambaNya yang mempertahankan keimanannya dalam kesengsaraan.
Dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan sahabat kita juga belajar bila hijrah kepada hal-hal yang lebih baik bagi keimanan kita perlu pengorbanan pikiran, tenaga, waktu, perasaan dan harta benda.
Tapi yakinlah Allah telah menjanjikan balasan luar biasa bagi orang-orang yang berhijrah kepada sesuatu yang lebih baik sesuai tuntunan Islam karena Allah seperti firmanNya:
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللّٰـهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَة
Artinya: “Siapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat yang luas dan rezeki yang banyak).”
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللّٰـهِ أُوْلَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللّٰـهِ وَاللّٰـهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Mari kita gunakan kesempatan tahun baru Islam atau tahun baru Hijriah ini sebagai momentum agar kita terus memperbaiki diri, berhijrah kepada hal-hal sesuai tuntunan Islam guna mencapai ridho Allah.
Sekian dari saya, semoga kita semua bisa menjadi hamba yang lebih baik dari tahun ke tahun, khuz ma shofa wa da maa kadar, akhirul kalam, tsummassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Demikian saja artikel yang dapat kami bagikan tentang Contoh Pidato Rahasia Hijrah Rasulullah. Semoga bermanfaat dan terima kasih.




