PengajianTafsir

Memahami Tafsir Huruf Muqatha’ah Dalam Alquran

Kajian Fawatihus Suwar

Ahmad Alfajri Memahami Tafsir Huruf Muqatha’ah Dalam Alquran

Memahami Tafsir Huruf Muqatha'ah Dalam Alquran
Memahami Tafsir Huruf Muqatha’ah Dalam Alquran

Sebelum Islam datang, masyarakat Arab sedang dalam berada pada masa keemasan dibidang berbahasa. Kemampuan mereka menyampaikan pesan melalui gaya syair, nazam, puisi dan ceramah tidak perlu diragukan lagi. Konon, ada diantara para ahli syair yang mampu menandingi mantera yang bersumber dari jin.

Alquran diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad di saat puncak ilmu berbahasa berada pada garis tertinggi. Uniknya, salah satu gaya bahasa yang digunakan Alquran adalah potongan huruf huruf hijaiyah atau huruf Muqatha’ah.

Apakah fungsi, dan rahasia huruf Muqatha’ah, sehingga diturunkan oleh Allah berhadapan langsung dengan para pakar syair di era keemasan bersyair?. Kali ini kami akan mencoba menulis artikel tentang memahami tafsir huruf Muqatha’ah dalam Alquran. Ada beberapa penafsiran para ulama Tafsir tentang Huruf Muqath’ah, diantaranya:

Ayat Mutasyabihat

Menurut pendapat yang paling kuat tentang huruf huruf Muqatha’ah adalah Muqatha’ah masuk dalam kategoti Ayat Mutasyabihat. Otomatis, kandungan maknanya hanya diketahui oleh Allah semata. Umat Islam hanya dituntut untuk mengimani ayat ayat mutasyabihat dan tidak perlu membahasnya.

Abu Bakar pernah mengomentari perihal huruf Muqatha’ah bahwa dalam Alquran terkandung rahasia. Dan rahasia tersebut terdapat pada huruf huruf yang ada pada awal surat. Namanya saja rahasia, pastilah kandungan maknanya hanya diketahui oleh Allah.

Baca Juga : Mengenal Huruf Huruf Muqatha’ah dalam AlQuran

Wajib diimani

Lantas, jika maknanya adalah rahasia Allah, untuk apa disebutkan juga?. Jawabannya adalah agar diambil ibrah oleh umat Islam bahwa ayat mutasyabihat wajib untuk diimani. Oleh sebab itu, kebanyakan para mufassir menafsirkan huruf Muqatha’ah dengan “Allahu A’lamu bi Muradihi” (hanya Allah yang tahu maknanya).

Berfaedah I’jaz

Jawaban yang lain, karena huruf Muqatha’ah terkandung nilai I’jaz. Ada tantangan kepada kelompok anti Alquran untuk membuat sebuah ayat yang mampu setara dengan huruf huruf Muqatha’ah. Tapi tantangan tersebut belum ada orang yang berhasil menaklukkannya. Di era keemasan bersyair saja tidak mampu, apalagi sekarang.

Lambang dari sifat dan nama nama Allah

Sebagian pakar tafsir menjelaskan bahwa huruf Muqatha’ah adalah lambang dari nama nama Allah. Contohnya sebagai berikut:

  • Alim Lam Mim bermakna انا الله اعلم (Saya adalah Allah yang maha mengetahui).
  • Alim Lam Ra bermakna انا الله ارى (Saya adalah Allah yang maha melihat).
  • Alim Lam Mim Shad bermakna انا الله اعلم وافصل (Sayalah Allah yang maha mengetahui dan maha menjelaskan)
  • Dan lain sebagainya

Menurut sebagian penafsir lainnya bahwa ada nama nama Allah yang tersimpan dalam potongan potongan huruf Muqatha’ah. Jika mau diperhatikan lebih seksama, pasti nama nama tersebut dapat ditemukan. Contohnya, kumpulan huruf Muqatha’ah yang terdiri atas Alim Lam Mim, Ha Mim, dan Nun. Jika digabungkan akan terlihat jelas Nama Allah yaitu Al-Rahman (maha pengasih)

Huruf Hijaiyah

Alquran terdiri atas huruf huruf Hijaiyah. Mayoritas huruf huruf tersebut terangkai dalam sebuah kalimat. Dan sebagian kecil huruf tersebut berdiri sendiri sebagai huruf Muqatha’ah.

Tujuannya adalah untuk mengasah lebih tajam lagi logika berfikir para penantang Alquran. Allah ingin menyadarkan pemikiran mereka bahwa Al-Quran itu terdiri dari huruf hijaiyah yang merupakan huruf huruf lisan mereka. Tidak terlintaskah dalam benak mereka, betapa kuasanya Allah menjadikan huruf huruf hijaiyah menjadi sebuah mukjizat yang luar biasa?.

Belum sadarkah mereka bahwa sekiranya Alquran bukan firman Allah, pastilah sudah ada sebuah karya manusia yang mampu menandingi Alquran. Faktanya adalah dari abad jahiliyyah hingga abad milenial tidak ada satupun bandingan Alquran.

Masihkah para penantang Alquran tetap congkak dan angkuh tidak mau mengakui kelemahan untuk melahirkan sebuah karya yang sebanding Alquran?. Padahal Alquran itu sendiri terdiri atas huruf huruf hijaiyah yang selalu keluar dari lisan manusia.

Huruf Tanbih (Pemberitahuan)

Menurut al-Maraghi, Huruf huruf Muqatha’ah berfungsi sebagai kata pemberitahuan. Sama halnya dengan huruf nidak (panggilan). Penyebutan huruf Muqatha’ah dan juga huruf Nidak sebagai pertanda bahwa ada hal sangat penting yang akan diturunkan oleh Allah. Targetnya adalah fokus umat untuk menyimak ayat selanjutnya.

Saat itu, orang Arab terlihat seperti mengacuhkan firman Allah. Saat diturunkan ayat berupa Huruf Muqatha’ah, orang Arab langsung menaruh perhatian pada Alquran. Sebab, memang tabiat manusia akan lebih fokus pada sesuatu yang diluar kebiasaan. Dengan demikian, otak mereka pasti mencari ayat sebelumnya yang sudah diturunkan dan akan menunggu ayat kelanjutan setelah huruf Muqatha’ah.

Penutup

Ada dua kelompok ulama menyikapi tentang Huruf Muqatha’ah. Kelompok jumhur (mayoritas) menganggap bahwa Huruf Muqatha’ah adalah ayat mutasyabihat. Sedangkan kelompok penafsir lainnya menganggap bahwa ada makna yang mampu ditangkap oleh manusia dibalik misteri dan rahasia huruf huruf Muqatha’ah.

Tentunya, masih sangat banyak ragam penafsiran ulama tentang Huruf Muqatha’ah yang tidak sempat kami kutip. Kami cukupkan disini dulu artikel kami memahami tafsir huruf Muqatha’ah dalam Alquran. semoga bermanfaat.

Tags
Lihat Semuanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker