Pidato

Pidato Muhasabah Diri Di Hari Kemerdekaan

Hadirin Rohimakumulloh.

Kini Negara Indonesia sudah aman sentosa. Perekonomian masyarakat mulai tumbuh pesat, infrastruktur jalan dan juga prasarana pemukiman dan perkantoran sudah mulai tampak maju pesat.

Sudah sangat jauh lebih baik dari pada kondisi 77 tahun yang lalu. Sudah seharusnyalah kita berterima kasih atas jasa-jasa para pahlawan kita terdahulu. 

Dengan mengibarkan bendera merah putih dan juga menghidupkan lampu hias dan pasang umbul umbul dirumah, dijalan dan juga di perkantoran bahkan ada yang lebih fanatik.

Mereka memanjat gunung dan pepohonan yang yang tinggi utuk di tancapkan bendera merah putih, dan pada tangal 17 Agustus nanti sejenak kita menghormat bendera dan menyanyikan lagu indonesia raya dan mengikuti bunyi Pancasila.

Dan pada detik detik Proklamasi kita hadiahkan surat Alfatihah kepada pejuang negeri ini. 

Rasululloh SAW bersabda:

(مَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللّهَ. (رواه أحمد والترمذ

“Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.” (HR. Ahmad & Tirmidzi).

Sebagai wujud terima kasih kita kepada para pejuang terdahulu kita akan merawatnya, menjaga persatuan bangsa Negara Republik Indonesia.

Marilah kita bersatu padu dan kita tumbuhkan semangat gotong royong demi persatuan dan kesatuan Indonesia. 

Allah Swt berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah berupa jama’ah, dan janganlah kamu bercerai berai, (QS. Ali ‘Imron; 103)

Dalam ayat lain Allah Swt berfirman:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” 

Hadirin Rohimakumulloh

Terkait ayat ini, al-Imam Abu Hayyan dalam Tafsir al-Bahr al-Muhith menjelaskan, perpecahan dapat mengakibatkan kehancuran yang membuat para penjajah mudah menguasai sebuah negara.

Dijelaskan dalam kitab para ulama yang berbunyi:

اَلجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ

Artinya: “Persatuan adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab.” (HR. Al-Qadha’i). 

Hadirin Rohimakumulloh.

Dengan terjaganya persatuan Bangsa kita ini, amannya Negara ini, maka kita juga akan semakin mudah untuk menyebarkan ajaran Islam di Nusantara ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُم فِى القُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِفَهْمِهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Wassalamualaikum wr wb.

Demikian saja artikel yang dapat kami bagikan tentang contoh Pidato Muhasabah Diri Di Hari Kemerdekaan. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Laman sebelumnya 1 2
Lihat Semuanya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker